PT. Rimbun Sawit Papua dan Disbun Fakfak Perkuat Kemitraan Sawit Plasma di Bomberay dan Tomage

By Redaksi

tagarutama.com, Fakfak – PT. Rimbun Sawit Papua (RSP) bersama Dinas Perkebunan (Disbun) Fakfak menggelar sosialisasi dan pemantapan rencana usaha perkebunan sawit plasma masyarakat di Distrik Tomage dan Bomberay. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran koperasi sawit plasma sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kualitas dan keberlanjutan industri kelapa sawit di wilayah tersebut.

Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi antara perusahaan dan pemerintah. “Kolaborasi antara PT. Rimbun Sawit Papua dan Dinas Perkebunan Fakfak merupakan langkah strategis untuk membangun sinergi antara perusahaan dan masyarakat. Luas lahan perkebunan sawit yang dikelola PT. RSP di Bomberay dan Tomage mencapai 17.596,62 hektar, dengan 2.890 hektar di antaranya telah diserahkan sebagai kebun sawit plasma atau 20% dari total lahan. Ini adalah bentuk komitmen perusahaan dalam memberdayakan masyarakat melalui koperasi,” ujar Widhi.

Baca Juga : MPIG-PTF Mantapkan Rencana Kerja 2025, Manfaatkan Dana Hibah untuk Pengawasan dan Pembinaan

PT. Rimbun Sawit Papua telah membentuk dua koperasi perwakilan petani plasma, yaitu Koperasi Cahaya Donar Tomage yang mengelola lahan seluas 1.846 hektar dan Koperasi Moor Over Jaya di Bomberay dengan luas lahan 1.045 hektar. Kedua koperasi ini menjadi mitra utama perusahaan dalam mengelola kebun sawit plasma, sekaligus wujud nyata kemitraan antara perusahaan besar dan petani kecil.

“Koperasi ini tidak hanya menjadi wadah bagi petani plasma untuk mengelola kebun sawit, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui industri kelapa sawit yang berkelanjutan,” tambah Widhi.

Sosialisasi ini dihadiri oleh pengurus Koperasi Cahaya Donar Tomage dan perwakilan petani plasma. Tujuannya adalah memberikan pemahaman, informasi, dan edukasi terkait rencana usaha perkebunan sawit, termasuk teknik budidaya, manajemen perkebunan, serta aspek sosial dan ekonomi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengurangi potensi konflik antara petani plasma dan perusahaan dengan menciptakan pemahaman yang lebih baik tentang hak dan kewajiban masing-masing pihak.

Beni Ranafesi, Ketua Koperasi Cahaya Donar, menyampaikan harapannya, “Kami berharap ada peningkatan kapasitas pengurus koperasi agar kami dapat memahami struktur dan tata kelola koperasi dengan lebih baik. Selain itu, kami juga membutuhkan akses terhadap sumber daya dan pelatihan untuk meningkatkan produktivitas kebun sawit plasma.”

Menanggapi hal tersebut, Dinas Perkebunan Fakfak langsung merespons dengan menjadikan usulan tersebut sebagai prioritas. “Kami akan memfasilitasi pelatihan koperasi sawit plasma yang akan dilaksanakan bersama PT. Rimbun Sawit Papua dan instansi terkait pada tahun 2025. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengurus koperasi dan mendorong kemandirian petani plasma,” ujar Widhi.

Dengan kolaborasi yang solid antara PT. Rimbun Sawit Papua, Dinas Perkebunan Fakfak, dan masyarakat, diharapkan industri kelapa sawit di wilayah ini dapat terus berkembang secara berkelanjutan, memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi semua pihak. (TU.01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *