Dirjen Bimas Islam: Anak-anak di Masjid Bukan Gangguan, Tapi Harapan Masa Depan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 27 Juni 2025 - 00:31 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad, mengajak untuk tetap melakukan pendekatan dengan ramah kepada anak-anak di dalam masjid saat riuh.

Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad, mengajak untuk tetap melakukan pendekatan dengan ramah kepada anak-anak di dalam masjid saat riuh.

tagarutama.com, Jakarta – Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menggelar konferensi pers dalam rangka Kick Off Program Ngaji Fasholatan dan Peluncuran 1.000 Masjid Inklusif di Hotel Lumire, Jakarta Pusat, Selasa (24/6/2025). Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad, menyampaikan pesan penting mengenai peran anak-anak di masjid.

Menurut Abu Rokhmad, keberadaan anak-anak di masjid tidak seharusnya dianggap sebagai gangguan. Justru, kehadiran mereka perlu dipandang sebagai bagian dari proses pendidikan spiritual sejak dini.

“Kami mengajak seluruh takmir masjid untuk lebih terbuka dan ramah terhadap anak-anak. Jangan lihat mereka sebagai pengganggu, tetapi sebagai generasi penerus yang sedang belajar mencintai rumah Allah,” ungkapnya.

Baca Juga : Komnas HAM Soroti Tambang Nikel di Raja Ampat, Diduga Langgar Hak atas Lingkungan

Ia menyadari bahwa anak-anak memiliki sifat alami yang aktif, bahkan terkadang menimbulkan suara riuh. Namun, hal tersebut menurutnya tidak bisa dijadikan alasan untuk menghalangi anak-anak datang ke masjid.

Baca Juga :  UU Cipta Kerja Merugikan Buruh dan Pekerja, Fraksi PKS : UU Cipta Kerja Menyalahi UUD 1945

“Kalau pun anak-anak agak ribut atau aktif, itu lumrah. Mereka masih dalam proses belajar. Maka pendekatannya harus bijak dan penuh kasih,” tambah Abu Rokhmad.

Meski demikian, ia juga mengimbau kepada orang tua agar tetap menjaga suasana masjid agar tetap kondusif. Pendekatan edukatif kepada orang tua menjadi penting agar mereka turut mendampingi anak-anak saat beribadah.

Baca Juga :  Kepala BMKG RI : Pilar Utama Manajemen Risiko Bencana Alam adalah Informasi yang Terintegrasi

“Kami tidak menyuruh untuk membiarkan semuanya. Tapi arahan baik kepada orang tua sangat diperlukan, agar mereka bisa menjaga ketenangan bersama,” jelasnya.

Program 1.000 Masjid Inklusif sendiri bertujuan untuk menjadikan masjid sebagai tempat yang ramah bagi semua kalangan, termasuk anak-anak, difabel, lansia, dan masyarakat marjinal lainnya. Hal ini sejalan dengan visi menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat yang terbuka, aman, dan mendidik.

Dengan pendekatan yang lebih ramah dan inklusif, diharapkan masjid tak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga rumah pembelajaran dan pembinaan karakter umat sejak usia dini. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPK RI Nyatakan Pengelolaan Dana Bantuan Politik PKS Tahun 2025 Sesuai Ketentuan
Audience Hangat Bupati Fakfak dan Menteri Pertanian RI: “Pala dan Kelapa, Masa Depan Ekonomi Fakfak”
Lima Pekebun Pala Fakfak Wakili Papua Barat dalam Konsolidasi Pertanian Papua 2026 di Jakarta
Akhirnya Tembus 20 Besar Nasional, Duta Pala Fakfak Mega Kapaur Siap Harumkan Nama Daerah di PENAS XVII Gorontalo
Perkuat Mandatory ISPO dan Program B50, Fakfak Hadir Bersama 45 Peserta Se-Indonesia Dorong Sawit Berkelanjutan dan Perkebunan Rakyat
Cak Imin: Pekerja Adalah Aset Bangsa yang Wajib Dilindungi
Kemenhaj Sambut Fatwa Muhammadiyah soal Penyembelihan Dam di Tanah Air
Menbud–Dubes Jerman Bahas Pembaruan Kerja Sama Budaya dan Repatriasi Fosil Sangiran

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:18 WIT

BPK RI Nyatakan Pengelolaan Dana Bantuan Politik PKS Tahun 2025 Sesuai Ketentuan

Jumat, 12 Juni 2026 - 06:40 WIT

Audience Hangat Bupati Fakfak dan Menteri Pertanian RI: “Pala dan Kelapa, Masa Depan Ekonomi Fakfak”

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:17 WIT

Lima Pekebun Pala Fakfak Wakili Papua Barat dalam Konsolidasi Pertanian Papua 2026 di Jakarta

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:49 WIT

Akhirnya Tembus 20 Besar Nasional, Duta Pala Fakfak Mega Kapaur Siap Harumkan Nama Daerah di PENAS XVII Gorontalo

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:11 WIT

Perkuat Mandatory ISPO dan Program B50, Fakfak Hadir Bersama 45 Peserta Se-Indonesia Dorong Sawit Berkelanjutan dan Perkebunan Rakyat

Berita Terbaru