Dari Euforia hingga Rasa Tenang: Ini Dampak Lari bagi Kesehatan Mental

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 18 November 2025 - 11:45 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siti Shafia Rizmarini Ilham, S. Psi., M.M., CHCP-A . Saat mengikuti Jakarta Running Festival ( Jakarta Marathon) - (foto : dok pribadi).

Siti Shafia Rizmarini Ilham, S. Psi., M.M., CHCP-A . Saat mengikuti Jakarta Running Festival ( Jakarta Marathon) - (foto : dok pribadi).

tagarutama.com, Jakarta – Olahraga lari yang menjadi tren dalam beberapa tahun belakangan ini tidak hanya bermanfaat bagi kebugaran fisik, tetapi juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesehatan mental.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa aktivitas berlari dapat membantu meredakan stres, meningkatkan suasana hati, hingga memperbaiki kualitas tidur. Tidak heran jika lari kini menjadi salah satu metode sederhana namun efektif untuk menjaga keseimbangan emosi di tengah tekanan hidup modern.

Siti Shafia Rizmarini Ilham, S.Psi., M.M., CHCP-A, seorang psikolog olahraga yang juga rutin berlari, membenarkan bahwa olahraga lari memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental seseorang.

Dalam wawancara singkat via telepon pada Senin malam (17/11), Arini, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dalam psikologi olahraga terdapat istilah runner’s high, yakni kondisi euforia yang muncul setelah seseorang berlari.

“Runner’s high adalah perasaan euforia atau kegembiraan sementara yang muncul setelah berlari,” jelasnya.

Ia menerangkan bahwa fenomena tersebut terjadi karena tubuh melepaskan senyawa kimia seperti endorfin dan endokannabinoid. Kedua zat ini berperan penting dalam menciptakan rasa nyaman dan tenang setelah berlari.

Baca Juga :  Perkebunan Sawit Bomberay-Tomage Capai Produksi Tinggi, Dinas Perkebunan Tekankan Pentingnya ISPO untuk Daya Saing Global

“Endorfin membantu meredakan stres dan memberikan sensasi nyaman, sementara endokannabinoid, zat alami yang menyerupai kandungan dalam ganja menimbulkan rasa tenang dan puas. Keduanya bekerja sama menghasilkan kondisi mental yang ringan dan menyenangkan,” tambah Arini.

Menurutnya, berlari juga dapat menjadi bentuk terapi kecemasan. Gerakan ritmis saat berlari, seperti pola napas dan langkah kaki, membantu menenangkan otak dari pemicu kecemasan. Teknik ini dikenal sebagai running meditation.

Ada durasi dan intensitas tertentu agar aktivitas lari memberikan manfaat langsung bagi kesehatan mental.

“Menurut jurnal psikologi, durasi 15 hingga 30 menit per sesi sudah cukup untuk memicu pelepasan endorfin. Frekuensi idealnya 3 hingga 5 kali per minggu, sementara intensitas lari dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu,” ungkapnya.

Ia juga mengutip penelitian Journal of Clinical Psychology tahun 2020 yang menunjukkan bahwa individu yang rutin berlari memiliki tingkat kecemasan lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak aktif berolahraga.

Baca Juga :  PSG vs Bayern Munchen: Duel Panas Perebutan Takhta Liga Champions di Parc des Princes

Sebagai seorang psikolog olahraga, Arini tidak menampik bahwa motivasi utamanya berlari adalah untuk menjaga kesehatan mental, selain menjaga kebugaran fisik.

“Motivasi utama saya untuk tetap berlari adalah menjaga kesehatan mental. Dengan berlari, saya bisa mengurangi stres, memperbaiki suasana hati, dan meningkatkan kualitas tidur,” ujarnya.

Selain itu, aktivitas lari juga membantunya membangun kepercayaan diri.

“Dengan berlari rutin, saya semakin percaya diri karena saya memiliki target yang ingin dicapai,” tambahnya.

Arini berharap semakin banyak orang mulai menjadikan lari sebagai pilihan olahraga utama, karena manfaatnya dapat dirasakan oleh siapa saja.

“Semoga olahraga lari menjadi pilihan utama, karena olahraga adalah aktivitas sederhana yang bisa dilakukan setiap orang dengan penuh kesadaran. Dengan begitu, kesehatan mental dapat lebih terjaga,” pungkasnya. (TU.07)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Persiapan Manokwari Pro 2025 Hampir Tuntas, Papua Barat Siap Sambut Peselancar Dunia
PSG vs Bayern Munchen: Duel Panas Perebutan Takhta Liga Champions di Parc des Princes
Duel Panas di Anfield: Liverpool Tantang Real Madrid, Pertarungan Dua Filosofi Menyerang
Sambut HUT RI Ke-80, PB Samandar Gelar Turnamen Internal Atlet Bulu Tangkis di Fakfak
Peran Psikologi dalam Dunia Olahraga: Kunci Membentuk Mental Juara Atlet
Persikos Kota Sorong Juara Liga 4 PSSI Papua Barat Daya, Siap Harumkan Nama Daerah di Kancah Nasional
Piala Bupati Cup V Fakfak: Spirit Persatuan dan Pembinaan Atlet Muda dalam HUT Kota Fakfak ke-124
Bupati Cup V Tahun 2024 Resmi Dibuka, Dukung Pengembangan Bulu Tangkis di Fakfak

Berita Terkait

Rabu, 19 November 2025 - 04:58 WIT

Persiapan Manokwari Pro 2025 Hampir Tuntas, Papua Barat Siap Sambut Peselancar Dunia

Selasa, 18 November 2025 - 11:45 WIT

Dari Euforia hingga Rasa Tenang: Ini Dampak Lari bagi Kesehatan Mental

Selasa, 4 November 2025 - 09:57 WIT

PSG vs Bayern Munchen: Duel Panas Perebutan Takhta Liga Champions di Parc des Princes

Selasa, 4 November 2025 - 08:20 WIT

Duel Panas di Anfield: Liverpool Tantang Real Madrid, Pertarungan Dua Filosofi Menyerang

Senin, 4 Agustus 2025 - 13:47 WIT

Sambut HUT RI Ke-80, PB Samandar Gelar Turnamen Internal Atlet Bulu Tangkis di Fakfak

Berita Terbaru

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan Papua Barat Daya, Agustinus R. Kambuaya dalam satu kesempatan memberikan pandangan (foto/istimewa)

Politik

KDMP Tersendat, ARK Wanti-wanti Kecemburuan Sosial di Desa

Kamis, 15 Jan 2026 - 11:28 WIT

Produk Air Trimas bentuk Galon ( foto/ist)

Daerah

Ini Penyebab Kelangkaan Porduk Air Trimas di Sorong !

Rabu, 14 Jan 2026 - 16:47 WIT