tagarutama.com, Manokwari – Dalam rangka memperingati Milad Muhammadiyah ke-113, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Manokwari berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Papua Barat (UMPB) menggelar rangkaian kegiatan mulai dari bedah film inspiratif, berbagai perlombaan, hingga pagelaran seni. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus Universitas Muhammadiyah Papua Barat, Selasa (18/11/2025). Seluruh agenda ini mengusung semangat tema nasional “Memajukan Kesejahteraan Bangsa.”
Kegiatan perlombaan yang diselenggarakan meliputi turnamen voli serta lomba puisi dan poster. Seluruh aktivitas ini menjadi ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas dan semangat kebersamaan. Rangkaian acara akan ditutup dengan pagelaran seni sebagai ajang unjuk bakat dan pengembangan kreativitas mahasiswa UMPB.
Bedah Film “Sang Pencerah”
Film Sang Pencerah dipilih sebagai materi utama sesi bedah film. Karya ini mengisahkan perjalanan hidup Muhammad Darwis yang kelak dikenal sebagai K.H. Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah. Film tersebut menggambarkan keteguhan perjuangan beliau dalam meluruskan berbagai kekeliruan di tengah masyarakat, termasuk melawan praktik Tahayul, Bid’ah, dan Churafat (TBC) yang berkembang pada masanya.
Dalam film tersebut tergambar nilai keteguhan, kecerdasan, keikhlasan, dan sikap rendah hati yang melekat kuat pada sosok K.H. Ahmad Dahlan. Dukungan resmi dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan keluarga besar beliau dalam proses produksi film menjadi bukti otentisitas kisah yang ditampilkan.
“Film ini menunjukkan bahwa perjuangan kebenaran tidak pernah mudah. Tetapi dengan ilmu, kesabaran, dan akhlak yang baik, setiap tantangan dapat dilalui,” ujar salah satu pemateri bedah film.
Pesan Perjuangan dan Nilai Pendidikan
K.H. Ahmad Dahlan dikenal teguh menegakkan ajaran Islam yang murni, di antaranya melalui pembenahan arah kiblat berdasarkan ilmu pengetahuan. Beliau juga menaruh perhatian besar terhadap kaum miskin, terinspirasi dari pesan kuat Surah Al-Ma’un, serta berupaya memajukan pendidikan modern agar dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.
Baca Juga : Tiongkok Minati Pala Tomandin, Pelaku Usaha Fakfak Didorong Tingkatkan Mutu Ekspor
Nilai-nilai inilah yang ingin ditanamkan kepada mahasiswa UMPB. Saat ini, UMPB memiliki lebih dari 900 mahasiswa, dan sekitar 87 persen di antaranya merupakan non-Muslim. Keragaman ini menjadi kekuatan sekaligus potret inklusivitas pendidikan Muhammadiyah.
“Kami berharap mahasiswa dapat meneladani keberanian K.H. Ahmad Dahlan dalam memperjuangkan kebenaran, namun tetap menggunakan kelembutan hati dan sikap intelektual sebagaimana dicontohkan dalam film Sang Pencerah,” jelas salah satu dosen UMPB.
Harapan PDM Manokwari
Ketua PDM Manokwari, Imam Muslih, menegaskan bahwa film ini menjadi cermin nyata bahwa setiap tokoh besar menghadapi tantangan dalam perjuangannya.
“Kisah dalam Sang Pencerah adalah pengingat bahwa jalan perjuangan tidak pernah mudah. Kami berharap mahasiswa dapat menjadikan film ini sebagai jendela untuk mengenal lebih banyak tokoh besar dan mengambil nilai-nilai perjuangan mereka,” ucap Imam Muslih.
Dengan rangkaian kegiatan ini, Milad Muhammadiyah ke-113 di Manokwari diharapkan menjadi momentum memperkuat semangat persatuan, kreativitas, serta pengembangan intelektual generasi muda Papua Barat. (TU.02)









