Sinergi Pemprov Papua Barat dan Dinas Perkebunan Fakfak Bangun Dua Solar Dryer Pala Jumbo Berbasis Swakelola Tahun 2025

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 18 Desember 2025 - 20:50 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tagarutama.com, Fakfak – Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak terus memperkuat hilirisasi perkebunan pala melalui pembangunan dua unit Solar Dryer Pala Jumbo berbasis swakelola pada tahun 2025. Program ini ditujukan bagi kelompok pekebun asli Fakfak sebagai bagian dari pelaksanaan Program Strategis Pala Unggul, sejalan dengan visi dan misi Fakfak Membara.

Pembangunan sarana pengering pala tenaga surya berukuran 63 meter persegi tersebut menjadi intervensi strategis pada subsistem pascapanen. Tujuannya adalah meningkatkan mutu, konsistensi kualitas, serta nilai tambah Pala Tomandin Fakfak, yang selama ini dikenal sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, menjelaskan bahwa teknologi solar dryer menghadirkan solusi pengeringan yang lebih efisien, higienis, dan ramah lingkungan.

“Melalui solar dryer, proses pengeringan pala dapat berlangsung lebih terkontrol dan merata. Hasilnya adalah pala kering berkualitas dengan kadar air stabil, warna lebih baik, serta aroma khas yang kuat sehingga mampu memenuhi standar pasar,” ujar Widhi.

Baca Juga :  Potensi Rp 781 Juta per Tahun, Retribusi Komoditas Pala Siap Dorong PAD Kabupaten Fakfak

Ia menambahkan, pembangunan ini melibatkan dua kelompok pekebun sekaligus pelaku usaha pala, yakni Kelompok Sahabat Pala Kampung Patimburak dan Kelompok Ganasoba Henggi Kampung Werfra. Keduanya dipilih karena memiliki komitmen kuat dalam pengembangan pala berbasis masyarakat.

Skema swakelola dirancang melalui pembagian peran yang jelas. Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Bidang Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan menyediakan peralatan solar dryer melalui sistem e-katalog. Sementara itu, kelompok pekebun, dengan dukungan pemerintah kampung yang difasilitasi Dinas Perkebunan Fakfak, menyiapkan lahan, tapak pemasangan, serta terlibat langsung dalam proses pembangunan.

“Model ini sengaja dibangun untuk menumbuhkan rasa memiliki dan memperkuat kemandirian petani pala asli Fakfak. Kelompok menjadi pelaku utama sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pengelolaan sarana,” jelas Widhi.

Menurutnya, pendekatan swakelola juga memberi nilai tambah nonfisik. Kelompok pekebun memperoleh pengalaman teknis, manajerial, dan administrasi, sehingga kapasitas organisasi meningkat dan siap mengelola sarana hilirisasi pala secara berkelanjutan. Hal ini dinilai penting dalam menyiapkan petani menghadapi pengembangan industri pala ke depan, termasuk mendukung kebijakan nasional melalui program hilirisasi komoditas unggulan.

Baca Juga :  Pala Tomandin Fakfak: Menjaga Warisan Lokal untuk Menembus Pasar Global

Keberadaan Solar Dryer Pala Jumbo diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada cuaca, meminimalkan risiko kerusakan hasil panen, serta meningkatkan produktivitas. Kapasitas pengeringan yang besar memungkinkan pengolahan hasil panen dilakukan secara kolektif dan berkesinambungan oleh kelompok.

Lebih jauh, fasilitas ini menjadi bagian penting dalam rantai pasok hilir pala, sekaligus fondasi pengembangan produk turunan seperti biji pala kering premium, fuli, dan bahan baku olahan lainnya.

“Kami berharap program ini tidak hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga memperkuat posisi tawar petani, meningkatkan pendapatan, serta menjadi pilar hilirisasi perkebunan pala yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Fakfak,” pungkas Widhi.

Dengan sinergi lintas pemerintah dan keterlibatan aktif masyarakat, pembangunan Solar Dryer Pala Jumbo berbasis swakelola ini diharapkan menjadi contoh praktik baik dalam mendukung keberhasilan Program Strategis Pala Unggul dan mendorong kemandirian petani pala asli Fakfak. (TU 01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini Penyebab Kelangkaan Porduk Air Trimas di Sorong !
Pemda Fakfak Rilis Capaian Tahun Pertama Program Strategis Pala Unggul
Belajar dari Pusat Riset Nasional, Kerja Sama BRIN–Dinas Perkebunan Fakfak Dorong Mutu dan Daya Saing Pala Unggul Fakfak
Respon Positif Plt. Kadisbun Fakfak atas Usulan Durian Jadi Tanaman Perkebunan dalam Sidang APBD 2026
Akhir 2025, Pala Fakfak Tunjukkan Kinerja Gemilang: PAD Tembus Rp531,5 Juta, Produksi Naik 13,79 Persen
MPIG-PTF Gelar Rapat Evaluasi Pemanfaatan Dana Hibah 2025, Fokus Perkuat Kelembagaan Pala Tomandin Fakfak
Pembahasan Draft Perbub RAD Pala dan RAD Sawit Perkuat Arah Pembangunan Fakfak MEMBARA
Penguatan Brigade Pala Dorong Pengendalian OPT dan Produktivitas Pala Tomandin Fakfak

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:47 WIT

Ini Penyebab Kelangkaan Porduk Air Trimas di Sorong !

Rabu, 31 Desember 2025 - 19:48 WIT

Pemda Fakfak Rilis Capaian Tahun Pertama Program Strategis Pala Unggul

Selasa, 30 Desember 2025 - 13:19 WIT

Belajar dari Pusat Riset Nasional, Kerja Sama BRIN–Dinas Perkebunan Fakfak Dorong Mutu dan Daya Saing Pala Unggul Fakfak

Selasa, 30 Desember 2025 - 13:02 WIT

Respon Positif Plt. Kadisbun Fakfak atas Usulan Durian Jadi Tanaman Perkebunan dalam Sidang APBD 2026

Rabu, 24 Desember 2025 - 06:57 WIT

Akhir 2025, Pala Fakfak Tunjukkan Kinerja Gemilang: PAD Tembus Rp531,5 Juta, Produksi Naik 13,79 Persen

Berita Terbaru

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan Papua Barat Daya, Agustinus R. Kambuaya dalam satu kesempatan memberikan pandangan (foto/istimewa)

Politik

KDMP Tersendat, ARK Wanti-wanti Kecemburuan Sosial di Desa

Kamis, 15 Jan 2026 - 11:28 WIT

Produk Air Trimas bentuk Galon ( foto/ist)

Daerah

Ini Penyebab Kelangkaan Porduk Air Trimas di Sorong !

Rabu, 14 Jan 2026 - 16:47 WIT