tagarutama.com, Fakfak – Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan Fakfak menjalin kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam rangka penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sektor perkebunan, khususnya komoditas pala unggulan Fakfak. Melalui kerja sama ini, sebanyak lima Aparatur Sipil Negara
(ASN) Dinas Perkebunan Fakfak mengikuti kunjungan belajar dan pendalaman sistem pengawasan serta pengujian mutu pala di kawasan riset nasional Cibinong, Jawa Barat, selama enam hari, terhitung sejak Senin, 29 Desember 2025.
Kunjungan belajar tersebut difokuskan pada pengenalan dan pendalaman fungsi Laboratorium dan Animalium Cibinong, yang merupakan bagian dari Kawasan Sains dan Teknologi BRIN. Fasilitas ini berperan sebagai pusat penelitian, pengujian, serta pembuktian ilmiah terhadap sumber daya hayati Indonesia, termasuk tanaman rempah pala yang saat ini menjadi salah satu komoditas andalan nasional.
Di laboratorium tersebut, peserta memperoleh pembelajaran teknis mengenai pengujian mutu pala, analisis karakteristik kimia yang menentukan aroma, cita rasa, dan nilai ekonomi. Selain itu, dilakukan pula pendalaman riset terkait keunggulan genetik Pala Tomandin Fakfak, yang saat ini tengah diteliti untuk membedakan jenis pala jantan dan betina secara ilmiah dan terstandar.
Sementara itu, fasilitas Animalium menjadi sarana edukasi dan riset keanekaragaman hayati, khususnya terkait ekosistem serta keterkaitannya dengan komoditas pala, termasuk sistem penanganan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman secara terpadu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, menegaskan bahwa kunjungan belajar ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari strategi peningkatan kapasitas aparatur berbasis kinerja.
“Kegiatan ini merupakan bentuk reward atas capaian dan prestasi tim pengawasan serta uji mutu pala. Tujuannya jelas, yaitu meningkatkan kompetensi, wawasan, dan kemampuan teknis aparatur agar semakin profesional dan adaptif,” ujar Widhi.
Ia menambahkan, keberhasilan Dinas Perkebunan Fakfak dalam mencapai retribusi pala yang melampaui target tidak terlepas dari peran strategis tim teknis di lapangan. Oleh karena itu, penguatan referensi ilmiah dan standar nasional menjadi kebutuhan penting dalam menunjang pelaksanaan tugas ke depan.
“Dengan bekal pengetahuan dari pusat riset nasional, kami berharap aparatur mampu menjalankan pengawasan dan pengujian mutu pala secara lebih akurat, terstandar, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Widhi menyampaikan bahwa kunjungan ini juga menjadi sarana penyegaran dan motivasi, sekaligus membuka ruang transfer pengetahuan langsung dari para peneliti BRIN kepada aparatur daerah. Melalui pembelajaran terapan yang diperoleh, diharapkan terjadi peningkatan kualitas pengawasan, ketepatan kebijakan teknis, serta efektivitas pelayanan publik di sektor perkebunan.
“Ini adalah investasi SDM yang terukur dan relevan. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh aparatur, tetapi juga oleh petani dan daerah secara keseluruhan,” tegasnya.
Dengan demikian, kerja sama BRIN dan Dinas Perkebunan Fakfak diharapkan mampu memperkuat Program Strategis Pala Unggul Fakfak, meningkatkan daya saing komoditas di tingkat nasional dan global, serta mendorong pertumbuhan nilai ekonomi daerah secara berkelanjutan. (TU.01)









