Dinas Perkebunan Inisiasi Pertemuan PT. RSP dengan BPJS Kesehatan Manokwari : Memastikan Karyawan Sawit Fakfak Terdaftar Program SRIKANDI BPJS Kesehatan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 September 2024 - 05:59 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Pertemuan antara PT. RSP dan BPJS Kesehatan Cabang Manokwari. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas langkah-langkah strategi pelayanan kesehatan untuk karyawan Rimbun Sawit di Distrik Bomberay dan Distrik Tomage yang belum terdaftar di dalam program jaminan sosial kesehatan

Foto. Pertemuan antara PT. RSP dan BPJS Kesehatan Cabang Manokwari. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas langkah-langkah strategi pelayanan kesehatan untuk karyawan Rimbun Sawit di Distrik Bomberay dan Distrik Tomage yang belum terdaftar di dalam program jaminan sosial kesehatan

tagarutama.com, Fakfak – Dalam upaya meningkatkan perlindungan kesehatan bagi pekerja di sektor perkebunan sawit, Dinas Perkebunan Fakfak menginisiasi pertemuan antara PT. RSP dan BPJS Kesehatan Cabang Manokwari. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas langkah-langkah strategi pelayanan kesehatan untuk karyawan Rimbun Sawit di Distrik Bomberay dan Distrik Tomage yang belum terdaftar di dalam program jaminan sosial kesehatan yang menjadi syarat mutlak pemenuhan wajib untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Program SRIKANDI atau program sinergi rekrutmen reaktivitas peserta JKN merupakan bagian dari program BPJS Kesehatan yang ditujukan untuk meningkatkan jaminan kesehatan bagi karyawan di sektor-sektor yang rentan seperti perkebunan. Harapannya PT. RSP dapat secara optimal mengimplementasikan program tersebut dan menjamin hak-hak karyawan yang belum terdaftar sebagai peserta PT. RSP terhadap pentingnya program BPJS Kesehatan yang sudah dimudahkan dengan Program SRIKANDI.

Pertemuan yang dilaksanakan di Kantor Dinas Perkebunan Fakfak pada Kamis, (5/9/2024) menghadirkan tim perwakilan BPJS Cabang Manokwari Adrian Watimena guna memberikan sosialisasi penguatan langsung kepada pihak PT. RSP.

Disampaikan Adrian Watimena menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, sinergi antara perusahaan, dinas terkait, dan BPJS Kesehatan sangat penting dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat. “Kami berharap PT. RSP dapat segera menyelesaikan proses pendaftaran karyawannya yang belum terdaftar, sehingga mereka bisa segera merasakan manfaat dari Program SRIKANDI,” ujarnya.

Baca Juga :  Bersiap Hadapi Panen Pala Matahari, Begini Pendekatan yang dilakukan Pemerintah Daerah Fakfak

Disampaikan dalam pertemuan ini bahwa masih sekitar 220 karyawan lebih yang belum terdaftar masuk dalam BPJS Kesehatan, sehingga perlu di genjot agar RSP dapat menjadi Pilot Project atau proyek percontohan yang dilakukan sebagai uji coba sebelum diterapkan secara luas pada usaha investasi lainnya.

Baca Juga : Stok Beras di Gudang Bulog Fakfak Dipastikan Aman Hingga Akhir 2024

Baca Juga : Akhir 2024, Pala Tomandin Akan Diekspor Langsung Dari Fakfak Oleh Papua Global Spies

Sementara itu, yang diwakili oleh salah satu manager Sawit, Ismail menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dalam mempercepat proses pendaftaran sisa 220 karyawan yang belum terdaftar. “Kami berkomitmen untuk memberikan jaminan kesehatan yang layak bagi seluruh karyawan, mendaftarkan seluruh karyawannya masuk dalam jaminan pelayanan kesehatan ini melalui system aplikasi yang tersedia,” jelas Ismail.

Foto. Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak  Widhi Asmoro Jati, ST, MT bersama perwakilan PT. RSP dan BPJS Kesehatan Cabang Manokwari tercapai kesepakatan bersama melalui MoU untuk menjamin kesehatan karyawan melalui program SRIKANDI
Foto. Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak Widhi Asmoro Jati, ST, MT bersama perwakilan PT. RSP dan BPJS Kesehatan Cabang Manokwari tercapai kesepakatan bersama melalui MoU untuk menjamin kesehatan karyawan melalui program SRIKANDI

Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT menyatakan bahwa pertemuan ini adalah langkah strategis untuk memastikan seluruh pekerja di sektor perkebunan memiliki jaminan kesehatan yang memadai. “Kami berkomitmen untuk memastikan jaminan kesehatan bagi para pekerja di wilayah Fakfak, khususnya di sektor sawit”, ujarnya.

Lanjutnya Widhi Asmoro Jati, ST, pada pertemuan mediasi ini menyampaikan, ” Kami berharap agar pihak perusahan PT. RSP selalu respon dan memiliki asas kepatuhan terutama dalam menyediakan data base karyawan secara akurat sehingga program Srikandi jaminan kesehatan ini dapat mengikutkan seluruh karyawan yang terdaftar dan memastikan semua karyawan memiliki jaminan pelayanan Kesehatan dalam program BPJS Kesehatan”, ujarnya.

Baca Juga :  Dinas Perkebunan Fakfak Lakukan Inspeksi Pedagang Pengepul Pala

Disampaikan pula, “Kami harap pihak PT. RSP menindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret dalam proses pendaftaran karyawan pada BPJS Kesehatan melalui program Srikandi. Dengan demikian, para pekerja perkebunan sawit di Fakfak dapat bekerja dengan lebih aman dan terlindungi, serta mendapatkan akses kesehatan yang lebih baik melalui Program SRIKANDI. “, ujar Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak Widhi Asmoro Jati, ST, MT.

Ia pun berharap agar, target akhir 2024 tanpa terkecuali seluruh karyawan yang bekerja di Rimbun Sawit sudah harus masuk sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Demikian pula kaitannya dengan program Corporate Social Responsibility (CSR). CSR ini adalah program yang wajib dilakukan oleh pihak perusahaan agar bertanggung jawab atas dampak sosial dan lingkungan yang diakibatkan oleh kegiatan bisnisnya. Untuk itu perlu dibangun kesepakatan bersama dengan pemerintah daerah melalui MoU untuk memastikan masyarakat disekitarnya yang terkena dampak langsung memiliki BPJS Kesehatan sebagai bagian dari komitmen sosial dan tanggungjawab bersama melalui sharing pembiayaan BPJS Kesehatan nantinya dan tentunya Ini adalah bagian dari upaya pemerintah daerah dan instansi terkait untuk terus memperbaiki kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat di Fakfak.(TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini Penyebab Kelangkaan Porduk Air Trimas di Sorong !
Pemda Fakfak Rilis Capaian Tahun Pertama Program Strategis Pala Unggul
Belajar dari Pusat Riset Nasional, Kerja Sama BRIN–Dinas Perkebunan Fakfak Dorong Mutu dan Daya Saing Pala Unggul Fakfak
Respon Positif Plt. Kadisbun Fakfak atas Usulan Durian Jadi Tanaman Perkebunan dalam Sidang APBD 2026
Akhir 2025, Pala Fakfak Tunjukkan Kinerja Gemilang: PAD Tembus Rp531,5 Juta, Produksi Naik 13,79 Persen
MPIG-PTF Gelar Rapat Evaluasi Pemanfaatan Dana Hibah 2025, Fokus Perkuat Kelembagaan Pala Tomandin Fakfak
Sinergi Pemprov Papua Barat dan Dinas Perkebunan Fakfak Bangun Dua Solar Dryer Pala Jumbo Berbasis Swakelola Tahun 2025
Pembahasan Draft Perbub RAD Pala dan RAD Sawit Perkuat Arah Pembangunan Fakfak MEMBARA

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:47 WIT

Ini Penyebab Kelangkaan Porduk Air Trimas di Sorong !

Rabu, 31 Desember 2025 - 19:48 WIT

Pemda Fakfak Rilis Capaian Tahun Pertama Program Strategis Pala Unggul

Selasa, 30 Desember 2025 - 13:19 WIT

Belajar dari Pusat Riset Nasional, Kerja Sama BRIN–Dinas Perkebunan Fakfak Dorong Mutu dan Daya Saing Pala Unggul Fakfak

Selasa, 30 Desember 2025 - 13:02 WIT

Respon Positif Plt. Kadisbun Fakfak atas Usulan Durian Jadi Tanaman Perkebunan dalam Sidang APBD 2026

Rabu, 24 Desember 2025 - 06:57 WIT

Akhir 2025, Pala Fakfak Tunjukkan Kinerja Gemilang: PAD Tembus Rp531,5 Juta, Produksi Naik 13,79 Persen

Berita Terbaru

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan Papua Barat Daya, Agustinus R. Kambuaya dalam satu kesempatan memberikan pandangan (foto/istimewa)

Politik

KDMP Tersendat, ARK Wanti-wanti Kecemburuan Sosial di Desa

Kamis, 15 Jan 2026 - 11:28 WIT

Produk Air Trimas bentuk Galon ( foto/ist)

Daerah

Ini Penyebab Kelangkaan Porduk Air Trimas di Sorong !

Rabu, 14 Jan 2026 - 16:47 WIT