tagarutama.com, Fakfak – Pada malam ke-25 bulan Ramadhan 1446 Hijriyah, Masjid Al Munawwarah kembali menggelar kultum Ramadhan yang kali ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah Said. Dalam ceramahnya, beliau menekankan bahwa tujuan utama berpuasa adalah untuk mencapai derajat takwa sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an,
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. Al-Baqarah: 183).
Ustadz Abdullah Said menjelaskan bahwa takwa bukan sekadar rasa takut kepada Allah SWT, tetapi lebih dalam lagi, yaitu perasaan takut jika tidak melaksanakan perintah-Nya dan berani meninggalkan larangan-Nya.
“Puasa adalah proses perubahan diri, dari seorang hamba yang tunduk pada hawa nafsu menjadi seorang hamba yang taat sepenuhnya kepada Allah SWT. Dengan puasa, kita belajar mengendalikan diri, menahan keinginan duniawi, dan fokus pada ketaatan kepada-Nya,” jelasnya.
Baca Juga : Meriahkan Ramadhan, Nasyiyatul Aisyiyah Papua Barat gelar Ramadhan Fest Ceria
Dalam ceramahnya, Ustadz Abdullah Said juga mengajak jamaah untuk mengambil pelajaran dari makhluk lain yang juga mengalami proses “puasa” dalam kehidupannya.
“Lihatlah ular, ia tidak makan selama 21 hari ketika hendak berganti kulit. Ulat juga berpuasa selama 15 hingga 19 hari sebelum berubah menjadi kepompong, lalu akhirnya menjadi kupu-kupu yang indah. Ini adalah tanda kebesaran Allah, bahwa setiap perubahan besar membutuhkan proses penyucian,” paparnya.
Beliau mengingatkan bahwa umat Islam tidak hanya mengganti pakaian baru setelah Ramadhan, tetapi harus mengganti diri menjadi pribadi yang lebih bertakwa.
“Esensi puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, bukan pula sekadar berganti pakaian di Hari Raya. Tetapi esensinya adalah menjadikan kita hamba yang lebih taat, lebih dekat kepada Allah SWT, dan lebih baik dalam menjalani kehidupan setelah Ramadhan,” tutupnya.
Dengan pesan mendalam ini, jamaah yang hadir di Masjid Al Munawwarah diingatkan kembali bahwa puasa bukan hanya ibadah tahunan, melainkan proses pembentukan diri agar lebih bertakwa. (TU.01)