Lee Jae-myung Menang Pemilu, Korea Selatan Sambut Presiden Baru di Tengah Gejolak Politik

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 Juni 2025 - 05:49 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lee Jae myung, tokoh senior dari Partai Demokrat (DP), keluar sebagai pemenang dalam pemilihan presiden ke-14 yang digelar pada Selasa, 3 Juni 2025.

Lee Jae myung, tokoh senior dari Partai Demokrat (DP), keluar sebagai pemenang dalam pemilihan presiden ke-14 yang digelar pada Selasa, 3 Juni 2025.

tagarutama.com, Jakarta — Korea Selatan resmi memiliki pemimpin baru. Lee Jae-myung, tokoh senior dari Partai Demokrat (DP), keluar sebagai pemenang dalam pemilihan presiden ke-14 yang digelar pada Selasa, 3 Juni 2025. Kemenangan ini diraih di tengah suasana politik yang masih bergejolak usai pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol.

Lee yang kini berusia 61 tahun berhasil mengungguli rivalnya dari Partai Kekuatan Rakyat (PPP), Kim Moon-soo, dengan perolehan suara 49,42%. Partisipasi pemilih mencapai angka impresif 79,4%, tertinggi sejak tahun 1997, menunjukkan betapa besar perhatian publik terhadap arah baru kepemimpinan negara.

“Ini adalah kemenangan rakyat. Saya berjanji akan membangun kembali kepercayaan publik dan memulihkan stabilitas bangsa,” ujar Lee dalam pidato kemenangannya yang disiarkan secara nasional dari markas partai di Seoul.

Dari Gagal Capres ke Kursi Tertinggi Negara

Lee bukanlah sosok baru dalam politik Korea Selatan. Ia memulai kariernya sebagai wali kota Seongnam (2010–2018) dan kemudian menjabat sebagai gubernur Provinsi Gyeonggi hingga tahun 2021. Setelah gagal dalam pemilihan presiden tahun 2022 dengan selisih tipis dari Yoon Suk Yeol, Lee kembali mencalonkan diri dengan tekad lebih besar.

Baca Juga : Indonesia Resmi Pindah ke Kawasan Pasifik Barat WHO, Perkuat Posisi Strategis dalam Diplomasi Kesehatan Global

Pada 2022, ia terpilih sebagai anggota Majelis Nasional dari distrik Incheon. Namun langkah politiknya tak selalu mulus. Ia sempat menjadi korban percobaan pembunuhan saat menghadiri acara publik pada Januari 2024, sebuah insiden yang mengguncang negeri. Serangan itu disebut-sebut bermotif politik.

Baca Juga :  China Siap Kalahkan AI Buatan Perusahaan Teknologi AS

“Saya pernah hampir kehilangan nyawa karena pilihan politik saya. Tapi insiden itu tidak akan pernah mematahkan semangat saya untuk melayani rakyat,” ujar Lee dalam salah satu wawancaranya usai pemilu.

Presiden dari Rakyat Biasa

Dalam memoarnya yang baru dirilis awal tahun ini, Lee menceritakan masa kecilnya yang keras. Ia tumbuh dalam kemiskinan, dan latar belakang pendidikannya yang terbatas sering dijadikan bahan ejekan oleh kalangan elit.

Namun perjalanan hidup yang tidak mudah justru membentuk karakter kepemimpinannya yang tegas dan membumi. Kemenangannya kali ini menjadikannya presiden pertama dari DP yang didukung oleh parlemen mayoritas—memberinya kekuatan politik signifikan untuk menjalankan agenda reformasi yang dijanjikan selama kampanye.

Baca Juga :  Pembakaran Al-Qur’an di Swedia, PKS : Mengutuk Aksi Pembakaran Al-Qur'an

Tantangan Berat di Depan Mata

Meski meraih kemenangan gemilang, Lee menghadapi tantangan besar di awal masa jabatannya. Selain harus memulihkan kepercayaan publik pasca krisis politik, ia juga dibayangi oleh proses hukum yang belum sepenuhnya selesai. Stabilitas nasional, rekonsiliasi antar partai, dan pemulihan ekonomi menjadi pekerjaan rumah utama.

Analis politik menyebut bahwa posisi Lee yang kuat di parlemen akan membantunya mendorong agenda legislatif secara lebih efektif. Namun tekanan publik agar pemerintah baru bekerja cepat dan bersih juga tidak bisa diabaikan.

“Ini bukan hanya soal kemenangan politik, tapi ujian integritas dan keberanian moral untuk membawa Korea Selatan keluar dari krisis,” ungkap Kim Do-hyun, pengamat politik dari Universitas Yonsei.

Dengan langkah yang sudah dimulai, publik Korea Selatan kini menanti, apakah Lee Jae-myung mampu menjadi simbol perubahan yang sesungguhnya atau hanya mengulangi siklus politik yang sama. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zohran Mamdani Raih Kemenangan Bersejarah, Jadi Wali Kota Muslim Pertama di New York City
PBB Sahkan Resolusi Pengakuan Palestina Merdeka, 10 Negara Pilih Menolak
Zohran Mamdani: Sosok Muslim Progresif di Ambang Sejarah Wali Kota New York
Indonesia Resmi Pindah ke Kawasan Pasifik Barat WHO, Perkuat Posisi Strategis dalam Diplomasi Kesehatan Global
China Siap Kalahkan AI Buatan Perusahaan Teknologi AS
Menlu RI Dorong penguatan kerja sama ekonomi dengan AS
Rumah Zakat Berpartisipasi dalam Pengiriman Bantuan ke Myanmar bersama Kemenlu dan BNPB
Trump Rencanakan Penutupan USAID, Elon Musk Disebut Berperan di Baliknya

Berita Terkait

Rabu, 5 November 2025 - 07:32 WIT

Zohran Mamdani Raih Kemenangan Bersejarah, Jadi Wali Kota Muslim Pertama di New York City

Kamis, 18 September 2025 - 20:53 WIT

PBB Sahkan Resolusi Pengakuan Palestina Merdeka, 10 Negara Pilih Menolak

Kamis, 26 Juni 2025 - 13:33 WIT

Zohran Mamdani: Sosok Muslim Progresif di Ambang Sejarah Wali Kota New York

Kamis, 5 Juni 2025 - 05:49 WIT

Lee Jae-myung Menang Pemilu, Korea Selatan Sambut Presiden Baru di Tengah Gejolak Politik

Senin, 26 Mei 2025 - 06:31 WIT

Indonesia Resmi Pindah ke Kawasan Pasifik Barat WHO, Perkuat Posisi Strategis dalam Diplomasi Kesehatan Global

Berita Terbaru