Membangun Ekonomi Fakfak: Dinas Perkebunan dan Yayasan Mooi Papua Latih Masyarakat Olah Pala Jadi Sampo dan Minyak Rambut

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 1 November 2024 - 13:49 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

15 peserta yang berasal dari berbagai koperasi, komunitas, dan kelompok binaan Dinas Perkebunan Fakfak sedang mengikuti kegiatan pembuatan sampo dan minyak rambut dari bahan dasar pala yang dilaksanakan Dinas Perkebunan Fakfak berkolaborasi dengan Yayasan Mooi Papua

15 peserta yang berasal dari berbagai koperasi, komunitas, dan kelompok binaan Dinas Perkebunan Fakfak sedang mengikuti kegiatan pembuatan sampo dan minyak rambut dari bahan dasar pala yang dilaksanakan Dinas Perkebunan Fakfak berkolaborasi dengan Yayasan Mooi Papua

tagarutama.com, Fakfak – Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, bekerja sama dengan Yayasan Mooi Papua, mengadakan pelatihan pembuatan sampo dan minyak rambut dari bahan dasar pala. Pelatihan ini diikuti oleh 15 peserta yang berasal dari berbagai koperasi, komunitas, dan kelompok binaan. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai dari tanggal 31 Oktober hingga 1 November 2024, dan dilaksanakan di Ruang Rapat Tomandin, Dinas Perkebunan Fakfak.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah pala menjadi produk yang bernilai tambah, seperti sampo dan minyak rambut, yang diharapkan dapat membuka peluang usaha baru dan menambah penghasilan bagi peserta. Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memberdayakan masyarakat lokal dan meningkatkan kualitas produk unggulan Kabupaten Fakfak.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak menitipkan harapan kepada para peserta pelatihan agar menerapkan keterampilan yang diperoleh untuk digunakan pada usaha masing – masing.

“Harapan kami, para peserta dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan ini dalam usaha mereka masing-masing,” ujar Widhi Asmoro Jati, ST. MT.

Sementara itu, Yayasan Mooi Papua menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan produk berbasis pala, khususnya di wilayah Fakfak, yang memiliki potensi besar dalam komoditas ini.

Pelatihan ini menghadirkan Sarah Mirati Mumina, seorang instruktur ahli kimia dan kecantikan natural, yang memberikan materi sekaligus praktik pembuatan sampo dan minyak rambut dari bahan dasar pala.

Menurut Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Abdul Jalil Karoror, S.P., M.M., yang juga bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan, pelatihan ini sangat penting sebagai upaya memperluas jenis produk turunan untuk meningkatkan nilai tambah dari produk pala unggulan daerah.

“Pelatihan ini sangat penting sebagai upaya memperluas jenis produk turunan dan meningkatkan nilai tambah dari produk pala unggulan daerah,” ujar Abdul Jalil Karoror, S.P., M.M.

Baca Juga : Melindungi Pala Tomandin: Dinas Perkebunan Fakfak Bentuk Brigade Pengendalian OPT di 7 Kampung

Baca Juga : Imam, Ketua Fraksi ABS DPR Fakfak: Sumpah Pemuda Jadi Momentum Pemuda Fakfak Bangkit untuk Indonesia Raya

Abdul Jalil Karoror kemudian menekankan bahwa secara bertahap, Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak akan terus memprogramkan pelatihan-pelatihan inovatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah. Harapannya, pelatihan ini tidak hanya memperkaya keterampilan peserta dalam mengolah pala, tetapi juga mampu membuka peluang usaha baru yang berbasis pada komoditas lokal unggulan.

Baca Juga :  Kepala KUA Fakfak: Pasangan Nikah Tanpa melalui KUA Wajib Lewati Proses Itsbat untuk Dapatkan Buku Nikah

“Kami akan terus memprogramkan pelatihan-pelatihan inovatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah. Harapannya, pelatihan ini tidak hanya memperkaya keterampilan peserta dalam mengolah pala, tetapi juga mampu membuka peluang usaha baru yang berbasis pada komoditas lokal unggulan, ” tegas Abdul Jalil Karoror.

Plt. Kepala Dinas Perkebunan, Widhi Asmoro Jati, S.T., M.T., dalam sambutannya saat membuka acara pelatihan ini menyampaikan bahwa selain meningkatkan produktivitas tanaman pala dan memperluas lahan perkebunan, Dinas Perkebunan juga berfokus pada hilirisasi produk turunan pala. Widhi menegaskan bahwa tugas utama Dinas Perkebunan adalah menjaga ketersediaan dan produktivitas hasil perkebunan, khususnya pala sebagai komoditas unggulan Fakfak.

“Saya ingin menekankan bahwa Dinas Perkebunan tidak hanya fokus pada peningkatan produktivitas tanaman pala dan perluasan lahan perkebunan, tetapi juga pada hilirisasi produk turunan pala. Tugas utama kami adalah menjaga ketersediaan dan produktivitas hasil perkebunan, terutama pala sebagai komoditas unggulan Fakfak,” ungkap ujar Widhi Asmoro Jati, S.T., M.T., Plt. Kepala Dinas Perkebunan.

Menurut Widhi, hilirisasi atau pengembangan produk turunan pala sangat penting untuk menambah nilai jual pala dan meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat. Dengan mengolah pala menjadi berbagai produk seperti sampo dan minyak rambut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar. Dinas Perkebunan juga berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal, melalui pelatihan dan program pemberdayaan lainnya yang berfokus pada potensi daerah.

Widhi Asmoro Jati juga menyampaikan bahwa nilai jual produk pala akan meningkat jika para pelaku UMKM mampu menciptakan berbagai produk inovatif dari bahan dasar pala. Oleh karena itu, hilirisasi produk turunan pala menjadi bagian dari role model yang akan terus dikembangkan, baik oleh kelompok UMKM, organisasi lainnya, maupun oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki tugas pokok dan fungsi terkait serta fokus pada pengembangan hilirisasi pala.

“Nilai jual produk pala akan meningkat jika para pelaku UMKM mampu menciptakan berbagai produk inovatif dari bahan dasar pala. Oleh karena itu, hilirisasi produk turunan pala menjadi bagian dari role model yang akan terus kami kembangkan, baik oleh kelompok UMKM, organisasi lainnya, maupun oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki tugas pokok dan fungsi terkait, serta fokus pada pengembangan hilirisasi pala,” ungkap Widhi Asmoro Jati.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Jaminan Sosial bagi Karyawan SPPG Yayasan Tikar Rasa

Lanjutnya, menurut Widhi Asmoro Jati Kolaborasi lintas sektor ini sangat penting untuk mendorong inovasi dan diversifikasi produk berbasis pala, sehingga dapat memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal Fakfak. Pemerintah berharap dukungan dari berbagai pihak ini akan menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan bagi masyarakat, sekaligus mendorong peningkatan ekonomi daerah secara keseluruhan.

Widhi Asmoro Jati kembali mengingatkan bahwa selama ini pala Tomandin sudah dikenal luas sebagai salah satu jenis rempah unggulan yang memiliki keistimewaan dalam menambah rasa dan aroma pada makanan dan minuman. Namun, pala Tomandin ternyata memiliki manfaat lebih dari sekadar bahan penyedap. Lemak dari pala Tomandin, misalnya, kaya akan nutrisi yang berpotensi digunakan dalam produk kecantikan, seperti sampo dan minyak rambut, yang saat ini sedang diperkenalkan melalui pelatihan tersebut.

Melalui pelatihan ini, diharapkan akan lahir berbagai jenis produk turunan dari pala Tomandin, khususnya dalam bentuk sampo dan minyak rambut. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah dari pala sebagai produk unggulan daerah, membuka peluang usaha baru, dan memperkuat sektor UMKM di Kabupaten Fakfak. Pemerintah daerah berharap, produk turunan dari pala Tomandin ini akan semakin dikenal dan diminati di pasar lokal maupun nasional, serta menjadi salah satu andalan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Fakfak.

Widhi Asmoro Jati bahkan menaruh harapan agar para peserta pelatihan segera memproduksi dan memanfaatkan produk yang telah diajarkan, baik untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual di lingkungan sekitar. Ada harapan besar agar para peserta dapat mempromosikan dan memperkenalkan produk-produk ini kepada konsumen, sehingga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi kelompok usaha mereka.

“Saya berharap agar para peserta pelatihan segera memproduksi dan memanfaatkan produk yang telah diajarkan, baik untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual di lingkungan sekitar. Dengan mempromosikan dan memperkenalkan produk-produk ini kepada konsumen, diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi kelompok usaha mereka,” ujar Widhi Asmoro Jati.

Widhi pun mengingatkan pada akhirnya penggunaan dan promosi produk secara langsung oleh para peserta akan membantu memperluas jangkauan pasar, sekaligus memperkenalkan kualitas dan manfaat produk turunan pala kepada masyarakat. Dengan demikian, hasil dari pelatihan ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai pengetahuan, tetapi juga menjadi langkah awal dalam mengembangkan usaha berbasis pala yang dapat menggerakkan ekonomi lokal di Kabupaten Fakfak. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini Penyebab Kelangkaan Porduk Air Trimas di Sorong !
Pemda Fakfak Rilis Capaian Tahun Pertama Program Strategis Pala Unggul
Belajar dari Pusat Riset Nasional, Kerja Sama BRIN–Dinas Perkebunan Fakfak Dorong Mutu dan Daya Saing Pala Unggul Fakfak
Respon Positif Plt. Kadisbun Fakfak atas Usulan Durian Jadi Tanaman Perkebunan dalam Sidang APBD 2026
Akhir 2025, Pala Fakfak Tunjukkan Kinerja Gemilang: PAD Tembus Rp531,5 Juta, Produksi Naik 13,79 Persen
MPIG-PTF Gelar Rapat Evaluasi Pemanfaatan Dana Hibah 2025, Fokus Perkuat Kelembagaan Pala Tomandin Fakfak
Sinergi Pemprov Papua Barat dan Dinas Perkebunan Fakfak Bangun Dua Solar Dryer Pala Jumbo Berbasis Swakelola Tahun 2025
Pembahasan Draft Perbub RAD Pala dan RAD Sawit Perkuat Arah Pembangunan Fakfak MEMBARA

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:47 WIT

Ini Penyebab Kelangkaan Porduk Air Trimas di Sorong !

Rabu, 31 Desember 2025 - 19:48 WIT

Pemda Fakfak Rilis Capaian Tahun Pertama Program Strategis Pala Unggul

Selasa, 30 Desember 2025 - 13:02 WIT

Respon Positif Plt. Kadisbun Fakfak atas Usulan Durian Jadi Tanaman Perkebunan dalam Sidang APBD 2026

Rabu, 24 Desember 2025 - 06:57 WIT

Akhir 2025, Pala Fakfak Tunjukkan Kinerja Gemilang: PAD Tembus Rp531,5 Juta, Produksi Naik 13,79 Persen

Sabtu, 20 Desember 2025 - 11:17 WIT

MPIG-PTF Gelar Rapat Evaluasi Pemanfaatan Dana Hibah 2025, Fokus Perkuat Kelembagaan Pala Tomandin Fakfak

Berita Terbaru

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan Papua Barat Daya, Agustinus R. Kambuaya dalam satu kesempatan memberikan pandangan (foto/istimewa)

Politik

KDMP Tersendat, ARK Wanti-wanti Kecemburuan Sosial di Desa

Kamis, 15 Jan 2026 - 11:28 WIT

Produk Air Trimas bentuk Galon ( foto/ist)

Daerah

Ini Penyebab Kelangkaan Porduk Air Trimas di Sorong !

Rabu, 14 Jan 2026 - 16:47 WIT