tagarutama.com, Fakfak – Anggota DPRK Fakfak dari Daerah Pemilihan (Dapil) II, Imam, S.PdI, menggelar kegiatan Reses ke-I Tahun Anggaran 2026 yang dirangkaikan dengan temu masyarakat pada Minggu (8/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di kediamannya di Jalan Yos Sudarso dan dihadiri sejumlah guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari Distrik Pariwari, Distrik Fakfak Barat, dan Distrik Wartutin.
Pertemuan ini menjadi ruang dialog bagi para pendidik PAUD untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan, terutama terkait kesejahteraan guru dan ketersediaan sarana pendidikan.
Salah satu peserta, Eklevina Komber, Kepala Sekolah PAUD Solagratia, mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih banyak guru PAUD yang belum memperoleh honor secara layak. Selain itu, keterbatasan gedung sekolah juga menjadi tantangan dalam menjalankan proses pembelajaran.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah terkait honor guru PAUD yang sampai sekarang belum merata. Selain itu, kondisi gedung PAUD di beberapa tempat juga masih belum memadai untuk menunjang kegiatan belajar anak-anak,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Emi Kambuaya dari PAUD Pelangi Kasih. Ia menilai guru PAUD yang berada di bawah naungan yayasan juga perlu mendapat perhatian yang sama dari pemerintah daerah.
“Guru PAUD yang berada di yayasan juga berharap ada solusi agar bisa mendapatkan honor yang lebih merata. Kami semua bekerja untuk mendidik anak-anak sejak usia dini, sehingga dukungan pemerintah sangat dibutuhkan,” katanya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Imam, S.PdI yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Amanat Bintang Sejahtera DPRK Fakfak, menegaskan bahwa seluruh masukan dari para guru akan disampaikan kepada pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan dan Komisi I DPRK Fakfak yang membidangi Pendidikan.
“Aspirasi dari guru-guru PAUD ini akan kami bawa dan komunikasikan dengan Dinas Pendidikan serta Komisi I agar bisa menjadi perhatian bersama,” ungkap Imam.
Ia menambahkan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam pembangunan daerah. Oleh karena itu, perhatian terhadap pendidikan, termasuk PAUD, harus menjadi prioritas.
“Pendidikan adalah aset bangsa yang sangat berharga. Karena itu, kita semua harus memberikan perhatian serius, terutama pada pendidikan anak usia dini sebagai fondasi awal pembentukan karakter generasi masa depan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Imam juga mendorong para kepala kampung agar turut berperan aktif dalam mendukung keberlangsungan pendidikan di wilayah masing-masing, termasuk mengalokasikan anggaran bagi tenaga pendidik PAUD.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menyediakan Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD, yang salah satu penggunaannya dapat dialokasikan untuk kesejahteraan guru.
“Dana BOP PAUD sudah ada, dan sekitar 40 persen di antaranya dapat digunakan untuk mendukung kesejahteraan para guru. Ini perlu dimanfaatkan secara maksimal agar para pendidik mendapatkan perhatian yang layak,” pungkasnya.
Kegiatan reses tersebut berlangsung dalam suasana dialog yang hangat dan penuh harapan. Para guru PAUD berharap aspirasi yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti, sehingga kualitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Fakfak semakin meningkat. (TU.01)









