Stok Beras di Gudang Bulog Fakfak Dipastikan Aman Hingga Akhir 2024

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 September 2024 - 00:20 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog)  Fakfak Ibrahim Wairoy memastikan bahwa stok beras di gudang mereka cukup hingga akhir tahun 2024

Foto. Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Fakfak Ibrahim Wairoy memastikan bahwa stok beras di gudang mereka cukup hingga akhir tahun 2024

tagarutama.com, Fakfak – Badan Urusan Logistik (Bulog) Fakfak memastikan bahwa stok beras di gudang mereka cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun 2024. Kepala Gudang Bulog Fakfak, Bapak Ibrahim Wairoy saat ditemui wartawan tagarutama.com, mengungkapkan bahwa saat ini stok beras di gudang mencapai 1.000 ton, jumlah yang dianggap cukup untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan mendatang.

“Kami telah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk memastikan ketersediaan beras tetap aman hingga akhir tahun. Saat ini, stok kami mencapai 1.000 ton di gudang belum ditambah beras yang akan masuk dari luar Fakfak, sementara kami tetap lakukan pemantauan terus secara berkala,” kata Bapak Ibrahim Wairoy.

Baca Juga : Akhir 2024, Pala Tomandin Akan Diekspor Langsung Dari Fakfak Oleh Papua Global Spies

Baca Juga : Prestasi, Dinas Perkebunan Fakfak Keluarkan 16.500 Sertifikat Bibit Pala untuk Tingkatkan Kualitas dan Nilai Ekspor

Bapak Ibrahim Wairoy juga menyatakan bahwa Bulog menjamin ketersediaan beras untuk masyarakat Fakfak. Bulog Fakfak bekerja sama dengan pemasok yang terdekat dari Sorong dan juga mendatangkan pasokan tambahan dari luar daerah seperti Surabaya.

Baca Juga :  Dukung SD Inpres 1 Wagom dalam Lomba Adiwiyata, Dinas Perkebunan Fakfak Gelar Penanaman Tanaman Perkebunan di lingkungan sekolah

“Bulog siap mendistribusikan beras sesuai dengan kebutuhan masyarakat, terutama menjelang perayaan besar seperti Natal dan Tahun Baru. Di dalam gudang Bulog kami masih menyimpan beras 1.000 ton, itu cukup untuk penggunaan beras 400 ton per bulan. Sementara di Sorong masih bersiap 500 ton untuk di datangkan. Kami juga telah menyiapkan mekanisme untuk mendatangkan beras dari wilayah lain dari Surabaya dan sementara dalam proses distribusi ke Fakfak sebanyak 2.000 ton jadi cukup hingga akhir tahun 2024,” tambahnya.

Bulog Fakfak menjamin bahwa kualitas beras yang disimpan di gudang tetap terjaga dengan baik. Seluruh beras yang masuk ke gudang Bulog telah melewati proses pengecekan kualitas untuk memastikan beras yang didistribusikan kepada masyarakat dalam kondisi baik dan layak konsumsi.

Baca Juga :  Bupati Fakfak: “Pendidikan dan Kesehatan adalah Janji yang Harus Saya Tunaikan”

Menanggapi pernyataan dari Bulog Fakfak, Pemerintah Daerah Fakfak melalui kepala bidang perdagangan dinas perindustrian dan perdagangan Fakfak Bapak Lukito Saksomo Jati saat ditemui wartawan tagarutama.com menyatakan dukungannya terhadap upaya Bulog dalam menjaga kestabilan ketersediaan pangan di wilayah ini.

“Kami mengapresiasi upaya kerja keras Bulog Fakfak dalam memastikan ketersediaan beras yang cukup. Masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan beras karena stok di gudang Bulog lebih dari cukup hingga akhir tahun. Untuk saat ini saja secara keseluruhan beras yang ada di Fakfak mencapai 6.720 ton, jadi saya rasa masyarakat Fakfak tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Dengan ketersediaan stok beras yang aman dan terjaga, diharapkan harga beras di pasaran Fakfak tetap stabil dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Bulog Fakfak bersama pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memantau kondisi pasar dan melakukan penyesuaian yang diperlukan guna menjaga ketahanan pangan di Fakfak.(TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini Penyebab Kelangkaan Porduk Air Trimas di Sorong !
Pemda Fakfak Rilis Capaian Tahun Pertama Program Strategis Pala Unggul
Belajar dari Pusat Riset Nasional, Kerja Sama BRIN–Dinas Perkebunan Fakfak Dorong Mutu dan Daya Saing Pala Unggul Fakfak
Respon Positif Plt. Kadisbun Fakfak atas Usulan Durian Jadi Tanaman Perkebunan dalam Sidang APBD 2026
Akhir 2025, Pala Fakfak Tunjukkan Kinerja Gemilang: PAD Tembus Rp531,5 Juta, Produksi Naik 13,79 Persen
MPIG-PTF Gelar Rapat Evaluasi Pemanfaatan Dana Hibah 2025, Fokus Perkuat Kelembagaan Pala Tomandin Fakfak
Sinergi Pemprov Papua Barat dan Dinas Perkebunan Fakfak Bangun Dua Solar Dryer Pala Jumbo Berbasis Swakelola Tahun 2025
Pembahasan Draft Perbub RAD Pala dan RAD Sawit Perkuat Arah Pembangunan Fakfak MEMBARA

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:47 WIT

Ini Penyebab Kelangkaan Porduk Air Trimas di Sorong !

Rabu, 31 Desember 2025 - 19:48 WIT

Pemda Fakfak Rilis Capaian Tahun Pertama Program Strategis Pala Unggul

Selasa, 30 Desember 2025 - 13:02 WIT

Respon Positif Plt. Kadisbun Fakfak atas Usulan Durian Jadi Tanaman Perkebunan dalam Sidang APBD 2026

Rabu, 24 Desember 2025 - 06:57 WIT

Akhir 2025, Pala Fakfak Tunjukkan Kinerja Gemilang: PAD Tembus Rp531,5 Juta, Produksi Naik 13,79 Persen

Sabtu, 20 Desember 2025 - 11:17 WIT

MPIG-PTF Gelar Rapat Evaluasi Pemanfaatan Dana Hibah 2025, Fokus Perkuat Kelembagaan Pala Tomandin Fakfak

Berita Terbaru

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan Papua Barat Daya, Agustinus R. Kambuaya dalam satu kesempatan memberikan pandangan (foto/istimewa)

Politik

KDMP Tersendat, ARK Wanti-wanti Kecemburuan Sosial di Desa

Kamis, 15 Jan 2026 - 11:28 WIT

Produk Air Trimas bentuk Galon ( foto/ist)

Daerah

Ini Penyebab Kelangkaan Porduk Air Trimas di Sorong !

Rabu, 14 Jan 2026 - 16:47 WIT