Tausiyah Ramadhan di Masjid Al Munawwarah Fakfak: Meraih Kebahagiaan dalam Ibadah Puasa

By Redaksi

tagarutama.com, Fakfak – Pada malam ke-12 bulan suci Ramadhan 1446 Hijriyah, selepas sholat Isya berjamaah dan sebelum pelaksanaan sholat Tarawih, Masjid Al Munawwarah Fakfak kembali memberikan tausiyah Ramadhan. Tausiyah kali ini disampaikan oleh Febi Triantoro, S.Hi., MH., yang menekankan bahwa umat Islam sepatutnya merasa bahagia saat menunaikan ibadah puasa.

Dalam ceramahnya, beliau mengutip Hadist Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa bagi orang yang berpuasa, terdapat dua kebahagiaan: ketika berbuka puasa dan ketika bertemu dengan Allah SWT.

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ

Artinya: “Orang yang berpuasa akan meraih dua kegembiraan: kegembiraan ketika berbuka puasa atau berhari raya, dan kegembiraan ketika bertemu Tuhannya.” (HR Muslim)

Ramadhan adalah bulan penuh berkah, di mana setiap amal ibadah dilipatgandakan pahalanya. Oleh karena itu, umat Islam harus menyambut dan menjalani bulan ini dengan penuh kebahagiaan serta rasa syukur.

Baca Juga : Kisah Inspiratif di Malam Ketiga Ramadhan: Ceramah Drs. Jumroni, M.M. di Masjid Al Munawwarah

Namun, tidak semua kebahagiaan itu baik. Febi Triantoro mengingatkan tentang kisah Qarun dalam Al-Qur’an, di mana Qarun dilarang untuk berbahagia bukan karena kebahagiaannya, tetapi karena kesombongannya yang membuatnya lalai dari Allah.

“Lihatlah Qarun, yang dalam Al-Qur’an diceritakan sebagai orang yang diberi banyak harta tetapi justru lupa kepada Allah. Kebahagiaan yang seperti ini tidaklah dianjurkan,” ujar Febi Triantoro.

Sebaliknya, kebahagiaan yang dianjurkan dalam Islam adalah kebahagiaan yang berasal dari rasa syukur dan kedekatan dengan Allah SWT.

Lebih lanjut, Febi Triantoro menegaskan bahwa Ramadhan adalah kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas ibadah. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّه

Artinya: “Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah.” (QS Az-Zumar: 53)

Oleh karena itu, umat Islam harus menjadikan Ramadhan sebagai momen untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan meningkatkan ibadah puasa, sholat malam, membaca Al-Qur’an, serta memperbanyak doa dan sedekah.

“Jangan sia-siakan kesempatan ini. Jadikan Ramadhan sebagai sarana untuk meraih maghfirah (ampunan) dari Allah dan meningkatkan ketakwaan kita,” ucap Febi Triantoro.

“Dengan memahami makna kebahagiaan dalam berpuasa, diharapkan umat Islam semakin termotivasi untuk menjalani Ramadhan dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan kebahagiaan. Semoga kita semua dapat meraih keberkahan di bulan suci ini dan mendapatkan ampunan dari Allah SWT,” tutupnya. (TU.01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *