tagarutama.com, Fakfak – Kampus Relawan Rumah Zakat Fakfak kembali menggelar kegiatan edukatif bagi para relawan dan calon relawan melalui kegiatan Pra Volunteer Basic Training pada Sabtu, 21 Juni 2025. Bertempat di Masjid Al Mahdi, Jalan Dr. Salasa Namudat, Kelurahan Fakfak Selatan, pelatihan berlangsung dari pukul 13.30 hingga 15.30 WIT dan diikuti oleh lima peserta, terdiri dari empat relawan aktif dan satu calon relawan.
Pelatihan kali ini mengangkat tema Pengantar Pertolongan Pertama pada Korban, dengan menghadirkan narasumber utama Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Fakfak, Abdi Dahlan Takamokan. Dalam sesi pemaparan materi, Abdi menyampaikan bahwa pengetahuan dasar mengenai pertolongan pertama sangat penting, terutama bagi relawan yang kerap terjun langsung ke lapangan dalam situasi darurat.
“Basarnas fokus pada penyelamatan nyawa. Maka yang pertama harus dipahami adalah aspek medis dasar, terutama teknik menghadapi korban dalam kondisi kritis,” jelas Abdi.
Ia menjelaskan pentingnya memahami perbedaan antara mati klinis dan mati biologis. Menurutnya, mati klinis adalah kondisi saat fungsi jantung dan pernapasan berhenti namun masih bisa diselamatkan dalam waktu 4–6 menit. Sebaliknya, mati biologis adalah kondisi saat seluruh fungsi organ sudah tidak dapat dikembalikan.
Langkah pertama dalam penanganan korban tanpa respons adalah pemeriksaan LDR (Look, Listen, and Feel) serta pengecekan nadi karotis. Jika tidak ditemukan nadi dan napas, maka tindakan RGP (Resusitasi Jantung Paru) atau CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) harus segera dilakukan. Teknik ini meliputi pemompaan dada sebanyak 30 kali, disertai dua kali tiupan napas ke mulut korban, dan diulang terus-menerus hingga bantuan medis datang.
Selain itu, materi juga mencakup penanganan korban trauma atau patah tulang spinal atau cidera extrimitas dilakukan pemeriksaan fisik dan pembidaian atau penanganan patah tulang. Dalam hal ini, penting bagi penolong untuk menggunakan metode AVPU (Alert, Verbal, Painful, Unresponsive) untuk menilai kesadaran korban sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.
Koordinator Relawan Rumah Zakat Fakfak, Ishar Hafid, menyampaikan apresiasinya kepada narasumber atas materi yang disampaikan dengan sangat jelas dan aplikatif.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Abdi dari SAR Fakfak yang telah berbagi ilmu dan pengalaman penting. Ke depan, kami berharap akan terjalin kolaborasi yang lebih intens antara relawan Rumah Zakat dan SAR, agar semakin banyak masyarakat yang memiliki pemahaman dasar tentang pertolongan pertama,” ujar Ishar.
Ishar juga berharap jumlah relawan akan terus bertambah, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran relawan dalam membantu sesama di saat-saat darurat.
Kegiatan ini menjadi awal dari rangkaian pelatihan dasar yang dirancang untuk membekali relawan dengan keterampilan praktis, sekaligus mempererat solidaritas antaranggota. Rumah Zakat Fakfak berkomitmen untuk terus mengembangkan kapasitas relawan demi kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat Fakfak dan sekitarnya. (TU.03)