Ini Kendala yang Sering Terjadi Dalam Pengurusan Pernikahan di KUA Distrik Fakfak

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 21 Januari 2025 - 05:32 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Distrik Fakfak, Baharudin M. Munawi saat ditemui wartawan.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Distrik Fakfak, Baharudin M. Munawi saat ditemui wartawan.

tagarutama.com, Fakfak – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Distrik Fakfak, Baharudin M. Munawi, memaparkan beberapa kendala yang sering dihadapi dalam pelaksanaan pernikahan. Menurutnya, kendala-kendala ini dapat menghambat proses pernikahan jika tidak ditangani dengan baik dan tepat waktu.

Salah satu kendala utama yang diungkapkan adalah miskomunikasi antara calon pengantin dan pihak KUA. “Seringkali terjadi miskomunikasi yang menyebabkan informasi tidak tersampaikan dengan jelas. Ini bisa mempengaruhi kelancaran proses administrasi pernikahan,” ujar Baharudin.

Selain miskomunikasi, pendaftaran pernikahan yang dilakukan mendekati hari pelaksanaan juga menjadi tantangan tersendiri. Baharudin menjelaskan bahwa pendaftaran yang terlambat dapat menyebabkan keterbatasan waktu untuk memproses dokumen-dokumen yang dibutuhkan. “Pendaftaran yang dilakukan terlalu dekat dengan hari H bisa membuat persiapan menjadi terburu-buru, dan ini tentu berisiko menimbulkan masalah administrasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Anggota DPR Papua Barat H. Saleh Siknun, SE Rayakan Idul Fitri Bersama Casis Polri Fakfak di Manokwari

Kendala lainnya adalah pernikahan di bawah usia 19 tahun yang memerlukan izin dispensasi dari pengadilan agama. “Pernikahan di bawah usia 19 tahun harus melalui proses hukum yang melibatkan pengadilan agama, dan ini membutuhkan waktu serta persiapan dokumen yang lebih kompleks,” tambah Baharudin.

Baca juga : Kepala KUA Distrik Fakfak: Nikah di Luar Hari Kerja Bisa, Ini Syarat dan Biayanya

Izin dispensasi dari Pengadilan Agama adalah izin untuk melangsungkan perkawinan bagi pasangan calon pengantin yang belum berusia 19 tahun. Izin ini diberikan jika ada alasan yang sangat mendesak dan didukung dengan bukti-bukti yang cukup. Untuk mengajukan dispensasi kawin, beberapa persyaratan administrasi yang perlu dipenuhi antara lain :

  1. Surat permohonan
  2. Fotokopi KTP kedua orang tua/wali
  3. Fotokopi Kartu Keluarga
  4. Fotokopi KTP atau Kartu Identitas Anak dan/atau akta kelahiran anak
  5. Fotokopi KTP atau Kartu Identitas Anak dan/atau akta kelahiran calon suami/isteri
  6. Fotokopi ijazah pendidikan terakhir anak dan/atau surat keterangan masih sekolah dari sekolah anak
Baca Juga :  Gebyar Menyongsong Milad ke-3 Rumah Qur'an Cahaya Islam Fakfak: Membumikan Al-Qur'an di Tanah Papua

Setelah mendapatkan surat dispensasi, calon pengantin dapat melangsungkan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA).

Baharudin menegaskan kembali pentingnya koordinasi dan komunikasi yang baik antara calon pengantin dan pihak KUA agar semua proses dapat berjalan lancar. “Kami selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik, namun kami juga membutuhkan kerjasama dari calon pengantin untuk mematuhi prosedur dan waktu yang ditentukan,” tutup Baharudin.

Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai kendala-kendala ini, diharapkan calon pengantin dapat lebih siap dan proaktif dalam mempersiapkan pernikahan mereka, sehingga segala proses dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan yang berarti. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini Penyebab Kelangkaan Porduk Air Trimas di Sorong !
Pemda Fakfak Rilis Capaian Tahun Pertama Program Strategis Pala Unggul
Belajar dari Pusat Riset Nasional, Kerja Sama BRIN–Dinas Perkebunan Fakfak Dorong Mutu dan Daya Saing Pala Unggul Fakfak
Respon Positif Plt. Kadisbun Fakfak atas Usulan Durian Jadi Tanaman Perkebunan dalam Sidang APBD 2026
Akhir 2025, Pala Fakfak Tunjukkan Kinerja Gemilang: PAD Tembus Rp531,5 Juta, Produksi Naik 13,79 Persen
MPIG-PTF Gelar Rapat Evaluasi Pemanfaatan Dana Hibah 2025, Fokus Perkuat Kelembagaan Pala Tomandin Fakfak
Sinergi Pemprov Papua Barat dan Dinas Perkebunan Fakfak Bangun Dua Solar Dryer Pala Jumbo Berbasis Swakelola Tahun 2025
Pembahasan Draft Perbub RAD Pala dan RAD Sawit Perkuat Arah Pembangunan Fakfak MEMBARA

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:47 WIT

Ini Penyebab Kelangkaan Porduk Air Trimas di Sorong !

Rabu, 31 Desember 2025 - 19:48 WIT

Pemda Fakfak Rilis Capaian Tahun Pertama Program Strategis Pala Unggul

Selasa, 30 Desember 2025 - 13:02 WIT

Respon Positif Plt. Kadisbun Fakfak atas Usulan Durian Jadi Tanaman Perkebunan dalam Sidang APBD 2026

Rabu, 24 Desember 2025 - 06:57 WIT

Akhir 2025, Pala Fakfak Tunjukkan Kinerja Gemilang: PAD Tembus Rp531,5 Juta, Produksi Naik 13,79 Persen

Sabtu, 20 Desember 2025 - 11:17 WIT

MPIG-PTF Gelar Rapat Evaluasi Pemanfaatan Dana Hibah 2025, Fokus Perkuat Kelembagaan Pala Tomandin Fakfak

Berita Terbaru

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan Papua Barat Daya, Agustinus R. Kambuaya dalam satu kesempatan memberikan pandangan (foto/istimewa)

Politik

KDMP Tersendat, ARK Wanti-wanti Kecemburuan Sosial di Desa

Kamis, 15 Jan 2026 - 11:28 WIT

Produk Air Trimas bentuk Galon ( foto/ist)

Daerah

Ini Penyebab Kelangkaan Porduk Air Trimas di Sorong !

Rabu, 14 Jan 2026 - 16:47 WIT