tagarutama.com, Manokwari – Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Manokwari menyelenggarakan kegiatan Halal Bi Halal di Aula SMA Negeri Taruna Kasuari Nusantara (28/3/2026) mengusung tema “Menyulam Silaturahmi tanpa batas, saling memaafkan tanpa syarat, mengasihi tanpa jeda, serta menjaga amal setelah Ramadhan.”
Acara ini digelar untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan memperkuat tali persaudaraan di antara keluarga Toraja yang berdomisili di Kabupaten Manokwari. Kegiatan dihadiri oleh perwakilan Gubernur Papua Barat, perwakilan Bupati Kabupaten Manokwari, Kepala Sekolah SMAN Taruna, Ketua IKT Manokwari, serta seluruh keluarga besar Toraja Muslim Manokwari.
Dalam tausiyahnya, Ustad Ali Mukhtar Bukhori menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dengan tiga landasan utama: persaudaraan atas dasar iman (Ukhuwah Islamiyah), persaudaraan sebagai sesama warga negara (Ukhuwah Wathaniyah), dan persaudaraan sebagai sesama manusia (Ukhuwah Insaniyah).
Ketua panitia, Alberthus, menyampaikan bahwa Halal Bi Halal merupakan salah satu dari tiga agenda besar keagamaan IKT Manokwari, selain perayaan Paskah dan Natal bersama.
Ketua Ikatan Muslim Toraja Manokwari, Yusup Parorongan, menambahkan bahwa saat ini terdapat 92 kepala keluarga Muslim Toraja yang tersebar di seluruh distrik di Kabupaten Manokwari, sebagian besar merupakan muallaf. Ia berharap ke depan keluarga Muslim Toraja dapat dilibatkan dalam program perjalanan keagamaan.
Bupati Kabupaten Manokwari yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan, Marthen L. Rantetampang, memberikan apresiasi atas kontribusi keluarga Toraja dalam pembangunan kota Manokwari. Ia menegaskan pentingnya menjaga keberagaman dengan semangat “Manokwari untuk semua, semua untuk Manokwari.”
Sementara itu, Gubernur Papua Barat yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Marthen Kocu, menyampaikan penghargaan atas kontribusi masyarakat Toraja dalam sektor ekonomi dan jasa.
Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun Papua Barat dengan pendekatan humanis, inklusif, dan berlandaskan nilai kemanusiaan. Hal ini sejalan dengan motto:
“Membangun dengan hati, mempersatukan dengan kasih, menuju Papua Barat yang aman, sejahtera, bermartabat, dan mandiri.” [TU.02]










