tagarutama.com, Fakfak – Yayasan Tunas Bangsa Fakfak menggelar rapat evaluasi kegiatan tahun 2025 sekaligus merancang program kerja untuk tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu, 9 November 2025, di Kampung Gwerpe Tebing, Distrik Fakfak, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Rapat ini dihadiri oleh seluruh pengurus Yayasan Tunas Bangsa Fakfak dan menjadi ajang penting untuk menilai capaian selama tahun berjalan sekaligus merumuskan langkah pengembangan di masa mendatang.
Ketua Yayasan Tunas Bangsa Fakfak, Ishar Hafid, menyampaikan bahwa secara umum seluruh program tahun 2025 telah terlaksana dengan baik, meski masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dan dikembangkan.
“Kami bersyukur seluruh kegiatan berjalan sesuai rencana. Namun, evaluasi ini menunjukkan bahwa masih ada beberapa aspek yang perlu dibenahi agar ke depan pelaksanaan program lebih maksimal,” ujar Ishar Hafid.
Salah satu fokus pembahasan adalah pengembangan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Al Mahdi Fakfak. Ishar menegaskan bahwa yayasan berkomitmen untuk menjadikan TPA tersebut sebagai lembaga pendidikan Al-Qur’an yang profesional dan produktif.
“Kami ingin TPA Al Mahdi menjadi lembaga yang tidak hanya mencetak santri yang lancar membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu melahirkan para penghafal Al-Qur’an yang berkarakter dan berdaya saing,” tambahnya.
Baca Juga : Teknik Grafting Pala Jadi Solusi Penyediaan Bibit Unggul dan Pelestarian Pala Fakfakt
Dalam rapat tersebut, pengurus juga menyusun rencana kegiatan tahun 2026 dengan beberapa penambahan program baru. Fokus utama diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Melalui langkah ini, Yayasan Tunas Bangsa Fakfak berharap dapat terus berperan aktif dalam peningkatan kualitas pendidikan, keagamaan, dan ekonomi masyarakat Fakfak.
“Kami ingin Yayasan Tunas Bangsa Fakfak menjadi lembaga yang tidak hanya bergerak di bidang pendidikan, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pengembangan SDM dan kemandirian ekonomi masyarakat,” tutup Ishar. (TU.01)









