Teknik Grafting Pala Jadi Solusi Penyediaan Bibit Unggul dan Pelestarian Pala Fakfak

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 11 November 2025 - 10:41 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Pelatihan Teknik Grafting (Sambung Pucuk) Tanaman Pala selama dua hari, Senin–Selasa (10–11 November 2025) di Ruang Rapat Tomandin.

Foto. Pelatihan Teknik Grafting (Sambung Pucuk) Tanaman Pala selama dua hari, Senin–Selasa (10–11 November 2025) di Ruang Rapat Tomandin.

tagarutama.com, Fakfak – Dalam upaya memperkuat program Pala Unggul Fakfak, Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak menggelar Pelatihan Teknik Grafting (Sambung Pucuk) Tanaman Pala selama dua hari, Senin–Selasa (10–11 November 2025) di Ruang Rapat Tomandin, Fakfak.

Kegiatan ini diikuti oleh 20 perwakilan petani pala dan pendamping ASN Dinas Perkebunan Fakfak. Pelatihan menghadirkan narasumber utama dari Balai Besar Ambon, Jondri, serta praktisi penangkaran profesional Siswoyo dari Seram Bagian Barat yang dikenal berpengalaman dalam pengembangan tanaman perkebunan.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memperbanyak bibit pala yang unggul, cepat berbuah, dan memiliki mutu genetik tinggi. Melalui penerapan teknik grafting, tanaman pala diharapkan dapat tumbuh lebih rendah, cepat berproduksi, dan mudah dirawat sekaligus mendukung pelestarian varietas lokal Fakfak.

“Teknik grafting atau sambung pucuk adalah satu-satunya cara rekayasa tanaman pala yang mampu menjamin pohon cepat dan pasti berbuah. Sifat unggul dari pohon induk betina dapat diturunkan langsung ke bibit baru,” jelas Jondri, narasumber dari Balai Besar Ambon.

Ia menambahkan, hasil grafting menghasilkan tanaman yang lebih pendek dan kompak sehingga lebih mudah dipelihara dan dipanen. “Cara ini juga sangat cocok untuk pelestarian, karena dapat menjaga varietas unggul tanpa bergantung pada biji yang hasilnya sering tidak menentu,” tambahnya.

Baca Juga :  UPBU dan Dinas Perkebunan Fakfak Tanam Pala: Mewujudkan Pelestarian dan Keindahan di Bandara Siboru

Selama dua hari pelatihan, peserta tidak hanya belajar teknik penyambungan batang bawah dan entres (batang atas), tetapi juga mendalami pentingnya pemilihan bahan tanam, perawatan pasca-grafting, hingga penerapan standar mutu bibit.

Dorongan Pemerintah Daerah

Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan Gertak Fakfak (Gerakan Tanam Kebun Fakfak) untuk mendukung pengembangan Pala Unggul Fakfak.

“Kita ingin memastikan bahwa Pala Tomandin Fakfak tetap menjadi kebanggaan daerah dan sumber kesejahteraan masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami dorong petani agar menguasai teknologi budidaya yang modern dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini ada dua metode utama dalam pengembangan pala Tomandin, yakni:

  1. Metode generatif melalui perbanyakan biji, yang dikembangkan lewat riset penanda molekuler untuk membedakan pohon jantan dan betina.
  2. Metode vegetatif melalui teknik grafting, untuk memastikan pohon pala yang ditanam pasti berbuah dan berkualitas tinggi.
Baca Juga :  Reses DPR Papua Barat di Fakfak, Saleh Siknun Serap Aspirasi Masyarakat untuk Pembangunan Daerah

Pelatihan grafting menjadi bagian penting dari Program Strategis Pala Unggul Kabupaten Fakfak, yang berorientasi pada peningkatan produktivitas, kualitas hasil, serta efisiensi budidaya.

Inovasi Menuju Pala Berkelanjutan

Teknik grafting terbukti efektif mempercepat masa berbuah dari 7-8 tahun menjadi hanya 3-4 tahun. Dengan metode ini, bibit pala yang dihasilkan memiliki sifat genetik identik dengan pohon induk, seragam, dan tahan terhadap penyakit.

“Pelatihan grafting di Tomandin ini bukan sekadar kegiatan teknis, melainkan bagian dari strategi besar Pala Unggul Fakfak untuk menciptakan petani yang mandiri, inovatif, dan mampu menghasilkan bibit unggul berdaya saing tinggi,” tutur Widhi Asmoro Jati.

Baca Juga : BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Jaminan Sosial bagi Karyawan SPPG Yayasan Tikar Rasa

Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga membuka wawasan baru bagi petani tentang pentingnya rekayasa budidaya berkelanjutan, pemilihan varietas lokal unggul, pola tanam adaptif, serta penerapan teknologi pascapanen bernilai tambah.

Langkah ini menandai komitmen Pemerintah Kabupaten Fakfak dalam membangun ekosistem inovasi perkebunan pala, menjadikan Tomandin sebagai lokasi model pengembangan generatif-vegetatif terpadu menuju produksi pala unggul, produktif, dan berkelanjutan. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OJK Papua Barat-PBD Perkuat Akses Permoodalan, Petani Pala Fakfak Didorong Naik Kelas
Petani dan Pedagang Sepakati Harga Standar Pala Fakfak, Rp600 Ribu per 1.000 Biji dengan Prioritas Mutu
Sosialisasi SNI Pala Tomandin Fakfak, Dorong Kualitas dan Perkuat Daya Saing di Pasar Global
Perkuat Komoditas Andalan, Pemda Fakfak Resmikan Perbup RAD Pala Unggul 2025–2029
Pemda Fakfak Intensifkan Pengawasan, Pastikan Kenaikan Harga Pala Berpihak ke Petani
Perdagangan Pala Diawasi Ketat, Pemda Fakfak Libatkan Karantina
KPU Fakfak Tetapkan 62.716 Pemilih dalam Pleno Terbuka Pemutakhiran Data Triwulan I 2026
Awal 2026 Menjanjikan, Retribusi Pala Fakfak Tunjukkan Tren Positif

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 11:11 WIT

OJK Papua Barat-PBD Perkuat Akses Permoodalan, Petani Pala Fakfak Didorong Naik Kelas

Jumat, 10 April 2026 - 12:20 WIT

Petani dan Pedagang Sepakati Harga Standar Pala Fakfak, Rp600 Ribu per 1.000 Biji dengan Prioritas Mutu

Rabu, 8 April 2026 - 17:50 WIT

Perkuat Komoditas Andalan, Pemda Fakfak Resmikan Perbup RAD Pala Unggul 2025–2029

Selasa, 7 April 2026 - 18:24 WIT

Pemda Fakfak Intensifkan Pengawasan, Pastikan Kenaikan Harga Pala Berpihak ke Petani

Kamis, 2 April 2026 - 13:47 WIT

Perdagangan Pala Diawasi Ketat, Pemda Fakfak Libatkan Karantina

Berita Terbaru