tagarutama.com, Fakfak, – Inisiatif Karang Taruna Kampung Saharey untuk menanam pinang tidak hanya sekadar penghijauan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Dengan berfokus pada pinang sebagai komoditas utama, mereka menerapkan konsep 1 Kampung 1 Produk yang diharapkan dapat menjadi model pengembangan ekonomi kampung di Fakfak.
Plt Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, menyebut bahwa konsep ini sangat relevan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi unggulan di setiap kampung.
“Minimal satu kampung memiliki satu produk unggulan. Ini bisa menjadi energi ekonomi baru yang berkelanjutan. Jika setiap kampung fokus pada satu komoditas unggulan, maka potensi ekonomi lokal bisa lebih terorganisir dan berkembang dengan lebih maksimal,” jelas Widhi.
Baca juga : Karang Taruna Saharey Bertekad Jadikan Kampung Saharey sebagai Permukiman Kampung Pinang
Kampung Saharey dipilih sebagai Permukiman Kampung Pinang karena tanaman ini telah lama beradaptasi dengan lingkungan setempat dan memiliki permintaan pasar yang cukup tinggi. Selain sebagai tanaman endemik yang dikonsumsi sehari-hari, pinang juga memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikelola dengan baik.
Iwan Manggawa, Ketua Pemuda Kampung Saharey, berharap agar inisiatif ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah daerah.
“Kami sadar bahwa butuh waktu sekitar 3-5 tahun hingga pinang bisa dipanen secara produktif. Namun, dengan perawatan yang baik dan komitmen yang kuat, kami yakin hasilnya nanti bisa membawa manfaat besar bagi ekonomi masyarakat Saharey,” kata Iwan.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan semua pihak. “Kami berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat tanaman ini karena ke depannya ini bukan hanya milik Karang Taruna, tetapi juga investasi bagi seluruh warga Kampung Saharey,” tambahnya.
Sebagai langkah awal, Dinas Perkebunan Fakfak telah memberikan bantuan berupa peralatan penyiraman, pupuk, dan dana pemeliharaan untuk memastikan keberlangsungan tanaman pinang di kampung ini. Jika berhasil, Kampung Saharey bisa menjadi contoh nyata bagaimana pemberdayaan pemuda dan strategi ekonomi berbasis lokal dapat berjalan beriringan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (TU.01)