Dukung UMKM Naik Kelas, BI Papua Barat Laksanakan Program Kurasi di Fakfak

Pewarta : A. Anas Rumodar, Editor : Ishar Hafid

tagarutama.com, Fakfak – Dalam rangka mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta memperkuat daya saing produk unggulan daerah, Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan Provinsi Papua Barat secara rutin melaksanakan Program Kurasi terhadap UMKM binaan di berbagai kabupaten, termasuk Fakfak. Program ini menjadi bagian dari strategi BI dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Deputi Kepala Perwakilan BI Papua Barat, Roni Cahyadi, menyampaikan hal ini saat melakukan kunjungan kerja ke Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Jumat (26/4/2025), sebagai bagian dari proses seleksi dan penilaian UMKM mitra binaan yang layak untuk dipromosikan dalam berbagai ajang pameran, business matching, hingga promosi ke pasar domestik maupun internasional.

“Program Kurasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk UMKM, memperluas akses pembiayaan dan pasar, serta mendorong ekspor produk lokal unggulan Papua Barat agar bisa bersaing di tingkat nasional dan global,” ujar Roni.

Salah satu UMKM yang menjadi fokus dalam kunjungan tersebut adalah Koperasi Myristica Fakfak, binaan Dinas Perkebunan yang bergerak dalam pengolahan dan pemasaran komoditas pala khas Fakfak. Produk dari koperasi ini tengah dinilai untuk diikutsertakan dalam berbagai ajang promosi, termasuk pameran internasional.

Baca Juga : Penyetoran Perdana Retribusi Pala Melalui Bank Papua: Sinergi Pemerintah Daerah Fakfak dan Pelaku Usaha Perkuat PAD

Plt. Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., menyambut baik kunjungan dan dukungan dari BI Papua Barat. Ia menyampaikan bahwa program ini sangat sejalan dengan visi pembangunan daerah, khususnya melalui salah satu program unggulan Pemerintah Daerah Fakfak, yaitu “Pala Unggul”.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Bank Indonesia ini. Ini selaras dengan Visi Fakfak Membara (Membangun Bersama Rakyat), khususnya melalui program strategis ‘Pala Unggul’ yang bertujuan meningkatkan daya saing produk pala Fakfak di pasar global dengan jaminan mutu terbaik,” tutur Widhi.

Ia menambahkan bahwa sejak awal pihaknya telah membangun kolaborasi dengan berbagai lembaga untuk memperluas akses pasar produk Fakfak. Sejumlah UMKM, baik dari sektor hulu maupun hilir, telah difasilitasi untuk mengikuti pameran tingkat nasional maupun internasional.

“Terakhir, salah satu pelaku usaha pala, Global Spices, telah berpartisipasi dalam pameran dagang di Singapura. Ini membuktikan bahwa kolaborasi yang tepat dapat menjadi strategi promosi yang sangat efektif dan hemat biaya, bahkan tanpa menggunakan dana daerah,” jelasnya.

Widhi juga menekankan bahwa dukungan dari Bank Indonesia dan mitra lainnya akan sangat berperan dalam memperluas pasar pala Fakfak, khususnya jenis pala Tomandin yang dikenal memiliki kualitas unggul.

“Jika kolaborasi ini terus berlanjut, bukan hanya memperluas akses pasar, tetapi juga membuka peluang kerja sama bisnis, memperkuat posisi komoditas Fakfak, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal,” tambahnya.

Selain itu, pengembangan produk turunan dari pala seperti minyak atsiri, bubuk pala, dan camilan sehat juga menjadi fokus untuk mendorong diversifikasi produk UMKM, memperluas segmen pasar, dan menambah nilai ekonomi.

Melalui Program Kurasi ini, diharapkan UMKM Fakfak dapat terus berkembang, naik kelas, dan menjadi bagian dari kekuatan ekonomi baru Papua Barat yang mampu bersaing di panggung internasional. (TU.04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *