UPBU dan Dinas Perkebunan Fakfak Tanam Pala: Mewujudkan Pelestarian dan Keindahan di Bandara Siboru

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 28 September 2024 - 12:18 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak Widhi Asmoro Jati, ST. MT bersama perwakilan UPBU Bandara Siboru melakukan penanaman pohon pala di depan terminal Bandara Siboru. (Dok. Disbun Fakfak)

Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak Widhi Asmoro Jati, ST. MT bersama perwakilan UPBU Bandara Siboru melakukan penanaman pohon pala di depan terminal Bandara Siboru. (Dok. Disbun Fakfak)

tagarutama.com, Fakfak – Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak menegaskan komitmennya untuk mewujudkan entitas lokal Pala sebagai komoditas unggulan daerah Fakfak. Dalam upaya ini, berbagai program dan kebijakan strategis telah dirancang, termasuk kerjasama dengan berbagai stakeholder untuk mendukung program yang dicanangkan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan penanaman pala bersama Unit Penyelenggara Bandara Udara (UPBU) Torea Siboru. Sebanyak 56 pohon pala, yang terdiri dari hasil grafting dan pala lokal Tomandin, ditanam sepanjang 500 meter di depan terminal dan halaman Bandara Siboru, Fakfak, pada Rabu, 25 September 2024. Penanaman pala di sekitar Bandara Siboru merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sebelumnya, dan bukan merupakan inisiatif baru atau satu-satunya langkah yang diambil.

Menurut Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, kegiatan ini telah lama dikomunikasikan dengan Kepala UPBU, Sugeng Hadiswanto, karena bandara memerlukan spesifikasi khusus terkait penempatan pohon agar tidak mengganggu operasional penerbangan.

“Kami memastikan bahwa penempatan pohon tidak mengganggu operasional penerbangan dan memenuhi spesifikasi yang diperlukan,” ujarnya.

Lokasi penanaman pala yang dipilih oleh Tim Gertak Fakfak (Gerakan Tanam Kebun Fakfak), yaitu di halaman terminal bandara, memiliki tujuan tertentu. Tujuannya adalah agar para pengunjung dan penumpang bandara dapat melihat dan mengenali pohon pala sebagai tanaman lokal Fakfak yang memiliki prospek dan potensi besar, baik dari segi ekonomi maupun budaya. Dengan menanamnya di area yang mudah terlihat, diharapkan tanaman pala menjadi lebih dikenal dan diapresiasi oleh masyarakat luas.

Baca Juga :  Komunitas Kompostifa Fakfak Gelar Workshop Penulisan Naskah Sastra : "Merajut Asa, Menciptakan Rasa di Tanah Mbaham Matta"
Penanaman tanaman pala sepanjang 500 meter di depan terminal dan halaman Bandara Siboru dari hasil drafting pala Tomandin, pala asli Fakfak. Diharapkan memiliki prospek dan potensi besar, baik dari segi ekonomi maupun budaya. (Dok. Disbun Fakfak)
Penanaman tanaman pala sepanjang 500 meter di depan terminal dan halaman Bandara Siboru dari hasil drafting pala Tomandin, pala asli Fakfak. Diharapkan memiliki prospek dan potensi besar, baik dari segi ekonomi maupun budaya. (Dok. Disbun Fakfak)

Baca Juga : Dukung SD Inpres 1 Wagom dalam Lomba Adiwiyata, Dinas Perkebunan Fakfak Gelar Penanaman Tanaman Perkebunan di lingkungan sekolah

Baca Juga : Pengembangan Ekonomi Fakfak: Vokasi dan Pemanfaatan Tanaman Produktif Jadi Fokus Utama

Sedangkan posisi lokasi penanaman di luar pagar bandara dipilih dengan tujuan spesifik. Pohon-pohon pala yang ditanam di sana diharapkan berfungsi sebagai penahan tanah, untuk mencegah erosi atau longsor di area yang curam. Selain itu, penanaman ini juga berkontribusi pada upaya pelestarian lingkungan dan konservasi alam di sekitar bandara. Dengan kata lain, karena area depan bandara cukup curam, keberadaan pohon pala di lokasi tersebut menjadi sangat penting untuk menjaga stabilitas tanah dan mendukung tujuan lingkungan.

Sementara dari pihak UPBU yang diwakili pak Wisnu dan tim, menyampaikan terimakasih dan apresiasi karena kolaborasi ini penting untuk menghadirkan tanaman pala di bandara sebagai tanaman local yang memiliki manfaat berarti dalam keindahan lingkungan dan pelestarian, apalagi bandara Siboru merupakan bandara baru yang representatif untuk dikembangkan dan keberadaan tanaman pala penting juga menjadi tanaman entitas yang harus ada di wilayah bandara sekalian sebagai identitas daerah.

Baca Juga :  PKS Fakfak Resmi Buka Penjaringan Bakal Calon Kepala Daerah, Lukman : Semua Punya Kesempatan

Sementara itu, pihak UPBU yang diwakili oleh Pak Wisnu menyampaikan, ” Terima kasih dan apresiasi atas kolaborasi ini, karena kehadiran tanaman pala di bandara sebagai tanaman lokal memiliki manfaat yang signifikan untuk keindahan lingkungan dan pelestarian. Terlebih lagi, Bandara Siboru merupakan bandara baru yang representatif untuk dikembangkan, dan keberadaan tanaman pala juga penting sebagai entitas yang harus ada di wilayah bandara, sekaligus sebagai identitas daerah, ” ungkapnya.

Kegiatan penanaman yang berlangsung selama dua hari ini diharapkan dapat memberikan dampak positif tidak hanya untuk estetika, tetapi juga sebagai upaya menjaga stabilitas tanah dan mendukung keberlanjutan lingkungan di sekitar bandara. Dengan demikian, keberadaan tanaman pala di Bandara Siboru akan menjadi nilai tambah yang berarti bagi masyarakat dan pengunjung yang melintasi bandara. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Inventarisasi CPCL Peremajaan Kelapa 75 Hektare Rampung, Pemkab Fakfak Optimistis Raih Tambahan Alokasi APBN 2026
Pala dan Pohon Pogah: Warisan Alam Fakfak yang Mendunia, Siap Menembus Pasar Global
Tembakau Negeri Mahi Tuni, Warisan Leluhur yang Terus Dijaga Pemerintah Kabupaten Fakfak
Mom’s Bakery Indonesia dan Greens And Beans Tertarik Kembangkan Produk Pala Tomandin Fakfak, Dukung Perluasan Pasar Produk Lokal Berbahan Alami
Dinas Perkebunan Fakfak Gaungkan Gerakan “Fakfak Bersih Kotaku” untuk Mendukung Fakfak Membara
Tindak Lanjut Audiensi Bupati Fakfak dengan Menteri Pertanian RI, Program Peremajaan Kelapa Resmi Dimulai
Investasi Sawit PT STM Agro Energi Masuki Tahap Pemetaan Lahan dan Persiapan AMDAL
Khom Wria, Wujud Nyata Fakfak Membara dalam Memberdayakan Mama-Mama Asli Fakfak

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:23 WIT

Inventarisasi CPCL Peremajaan Kelapa 75 Hektare Rampung, Pemkab Fakfak Optimistis Raih Tambahan Alokasi APBN 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 07:44 WIT

Pala dan Pohon Pogah: Warisan Alam Fakfak yang Mendunia, Siap Menembus Pasar Global

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:57 WIT

Tembakau Negeri Mahi Tuni, Warisan Leluhur yang Terus Dijaga Pemerintah Kabupaten Fakfak

Rabu, 8 Juli 2026 - 05:18 WIT

Dinas Perkebunan Fakfak Gaungkan Gerakan “Fakfak Bersih Kotaku” untuk Mendukung Fakfak Membara

Selasa, 7 Juli 2026 - 03:17 WIT

Tindak Lanjut Audiensi Bupati Fakfak dengan Menteri Pertanian RI, Program Peremajaan Kelapa Resmi Dimulai

Berita Terbaru