tagarutama.com, Fakfak – Bertempat di SMA Negeri 1 Fakfak, Bupati Kabupaten Fakfak Samaun Dahlan secara resmi memulai langkah besar dalam mewujudkan komitmennya di bidang pendidikan (16/05/2025). Dalam acara launching program Pembebasan Biaya Pendidikan dan Penyediaan Seragam Sekolah Gratis, Bupati menegaskan bahwa ini adalah bentuk nyata dari janji yang pernah ia sampaikan kepada masyarakat.
Dalam sambutannya yang penuh semangat, Bupati Samaun Dahlan mengungkapkan bahwa gagasan besar ini lahir dari pengalaman pribadinya sebagai pemimpin yang setiap hari menghadapi langsung keluhan dan harapan warga Fakfak.
“Setiap pagi, saya menerima banyak pesan dan permintaan tolong dari masyarakat, mereka minta bantuan biaya sekolah, pengobatan, dan pendidikan anak-anak mereka. Saya tidak bisa tutup mata. Karena itu, sejak sebelum menjadi bupati, saya sudah berjanji: jika saya diberi amanah memimpin daerah ini, maka pendidikan dan kesehatan akan menjadi prioritas utama,” ujar Bupati.
Ia menekankan bahwa program ini tidak bersifat eksklusif, melainkan inklusif dan merata untuk seluruh siswa Fakfak. Tidak ada perbedaan antara sekolah negeri dan swasta, tidak pula antara siswa Orang Asli Papua (OAP) dan non OAP.
“Bantuan seragam ini diberikan kepada seluruh siswa tanpa diskriminasi. Ini adalah hak anak-anak kita, dan pemerintah hadir untuk memastikan itu sampai ke tangan mereka,” tegasnya.
Baca Juga : Komitmen terhadap Pendidikan, Bupati Fakfak: Kami Gratiskan Biaya Sekolah dan Seragam bagi Seluruh Siswa
Bupati Samaun juga memberikan apresiasi khusus kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Fakfak atas kerja keras dan dedikasi dalam menyiapkan program ini, yang telah lama dinantikan oleh masyarakat.
“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Kepala Dinas Pendidikan yang telah mengawal program ini dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Ini bukan pekerjaan mudah, tapi ini kerja bersama untuk masa depan anak-anak Fakfak,” katanya.
Lebih dari sekadar bantuan materi, Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun kembali karakter dan nilai kesantunan dalam diri anak-anak Fakfak.
“Mari kita kembalikan budaya kesantunan kepada anak-anak kita. Jadikan mereka generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga santun dan beretika. Pendidikan itu bukan hanya soal akademik, tapi juga moral,” pesannya. (TU.01)