Petani Pala Fakfak Kekurangan Fasilitas Pasca Panen, Dinas Perkebunan Dorong Dukungan Pemerintah

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 9 Oktober 2025 - 06:29 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tagarutama.com, Fakfak – Sarana dan prasarana pasca panen menjadi faktor penentu keberhasilan usaha pala di daerah sentra produksi. Namun hingga kini, banyak petani pala di Kabupaten Fakfak masih menghadapi keterbatasan fasilitas penting seperti tempat pengeringan, alat sortasi, serta peralatan pengolahan hasil yang memadai.

Plt. Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, saat melakukan kunjungan lapangan ke Kampung Kaburbur dan beberapa kampung sekitar pada masa panen pala barat, menemukan langsung sejumlah persoalan di tingkat petani.

 

“Masih banyak masyarakat yang membutuhkan sarana pasca panen. Pemerintah harus turun tangan secara langsung, karena kondisi ini berdampak pada kualitas dan nilai jual pala, yang akhirnya juga memengaruhi kesejahteraan petani,” ungkap Widhi.

Ia menjelaskan, sarana pasca panen yang belum memadai menyebabkan mutu pala Fakfak tidak maksimal, terutama pada proses pengeringan dan penyimpanan. Padahal, kualitas hasil olahan sangat menentukan daya saing pala Fakfak di pasar nasional maupun global.

Baca Juga :  Klarifikasi Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak Terkait Temuan BPK: Komitmen Perbaikan dan Langkah Konkret

“Dukungan nyata dari pemerintah sangat dibutuhkan, baik melalui penyediaan infrastruktur, bantuan alat pasca panen, maupun pendampingan teknis yang berkelanjutan. Dengan intervensi yang tepat, petani akan lebih siap dan produktif,” tambahnya.

Widhi yang baru setahun menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perkebunan juga menyoroti pentingnya percepatan perbaikan fasilitas pasca panen agar produktivitas pala dapat meningkat secara signifikan.

“Masih banyak fasilitas masyarakat yang kondisinya sangat tidak layak. Ini menjadi persoalan mendasar yang harus segera diselesaikan,” jelasnya.

Baca Juga : Jaga Tanaman Lestari, Selamatkan Lingkungan Fakfak: Dinas Perkebunan Imbau Warga Tak Cabut Tanaman Reklamasi Thumburuni

Namun demikian, Widhi mengakui bahwa kemampuan Dinas Perkebunan dalam membantu masyarakat sangat bergantung pada alokasi anggaran daerah yang tersedia.

Baca Juga :  Diiringi Minum Kopi dan Prosesi Meri Totora, Dinas Perkebunan Fakfak Panen Pala Bersama Keluarga Hombore

“Kami tidak bisa berbuat banyak karena intervensi bantuan bergantung pada kemampuan anggaran daerah yang masih terbatas. Jadi, penyalurannya harus mengikuti SOP berdasarkan prioritas dan tingkat urgensinya,” ujarnya.

Dinas Perkebunan berharap adanya dukungan nyata dari pemerintah daerah, provinsi, hingga pemerintah pusat untuk memperkuat sarana dan prasarana pasca panen. Saat ini, banyak petani masih mengalami kendala pada proses pengeringan, penyimpanan, dan pengolahan hasil pala akibat keterbatasan fasilitas yang ada.

Kondisi tersebut berimbas pada rendahnya mutu produk dan harga jual pala Fakfak di pasaran, yang akhirnya berdampak langsung pada kesejahteraan petani.

“Kami berharap bantuan yang diberikan tidak hanya berupa alat fisik seperti pengering atau gudang, tetapi juga pendampingan teknis, pelatihan, serta kemudahan akses terhadap program pemberdayaan petani,” tutup Widhi. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemenkum Papua Barat Dukung Produk Lemak Pala Fakfak Peroleh Perlindungan HKI
Perkuat Citra Kota Pala, Dinas Perkebunan Fakfak Hadirkan Ikon Selfie Buah Pala Tomandin
Kadis Perkebunan Fakfak: Program Pala Unggul 1.000 Hektare Bukan Sekadar Bantuan, tetapi Investasi Masa Depan Petani OAP
Pemkab Fakfak Resmi Buka Program Peminatan Pala Unggul 1.000 Hektare Tahun 2026, Ini Persyaratannya
Kelompok Tani Mbuten Kampung Adora Apresiasi Program Pala Unggul 200 Hektare, Dorong Pala Jadi Investasi Masa Depan Fakfak
Festival Pesona Kota Pala Fakfak Resmi Ditetapkan Berbasis HAKI, Pemkab Terima Piagam dari Kemenkum RI
Penerimaan PAD dari Komoditas Pala Awal 2026 Capai Rp 48 Juta Lebih
Saka Wanabakti Fakfak Gelar Perjumsami dan Penerimaan Anggota Baru di KPHP Unit VI

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 06:40 WIT

Kemenkum Papua Barat Dukung Produk Lemak Pala Fakfak Peroleh Perlindungan HKI

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:10 WIT

Perkuat Citra Kota Pala, Dinas Perkebunan Fakfak Hadirkan Ikon Selfie Buah Pala Tomandin

Sabtu, 7 Februari 2026 - 15:32 WIT

Pemkab Fakfak Resmi Buka Program Peminatan Pala Unggul 1.000 Hektare Tahun 2026, Ini Persyaratannya

Jumat, 6 Februari 2026 - 17:19 WIT

Kelompok Tani Mbuten Kampung Adora Apresiasi Program Pala Unggul 200 Hektare, Dorong Pala Jadi Investasi Masa Depan Fakfak

Kamis, 5 Februari 2026 - 04:55 WIT

Festival Pesona Kota Pala Fakfak Resmi Ditetapkan Berbasis HAKI, Pemkab Terima Piagam dari Kemenkum RI

Berita Terbaru