Beberapa Fakta Jenis Narkoba Baru, Sabu Cair yang di buat Dalam Kemasan Vape

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 15 Januari 2023 - 11:03 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ILUSTRASI: Liquid vape

Foto ILUSTRASI: Liquid vape

tagarutama.com – Baru-baru ini kita dihebohkan oleh keberhasilan pencegahan peredaran Jenis Narkoba Sabu Cair oleh Ditnarkoba Polda Metro Jaya bersama Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta. Jenis Narkoba ini adalah industri rumahan yang dibuat di kawasan Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Pembuatannya berupa likuid vape mengandung narkotika jenis sabu . Modusnya, narkoba jenis sabu cair dicampurkan ke dalam liquid vape.

Beberapa Fakta Jenis Narkoba Baru berupa sabu Cair yang di buat Dalam Kemasan Vape.

1. Sabu cair adalah narkoba jenis baru

Saat ini Polisi memastikan jika sabu cair yang beredar adalah narkoba jenis baru. Bentuknya dalam sabu likuid ini dikonsumsi bersamaan dengan vape dibuat dalam kemasan yang menarik sehingga banyak digunakan oleh anak-anak muda. Modus terbaru ini sendiri digunakan untuk membuat narkoba jenis MDMA atau sabu menggunakan likuid.

2. Sabu cair sangat berbahaya

Dengan bentuknya yang cair, penggunaan sabu jenis caur ini sangatlah berbahaya bagi generasi bangsa terutama anak-anak muda. Peredaran sabu cair mulai menyasar remaja Indonesia, jika hal ini berhasil seperti jenis narkoba lainnya, maka akan merusak generasi.

Baca Juga :  Kepala BMKG RI : Pilar Utama Manajemen Risiko Bencana Alam adalah Informasi yang Terintegrasi

Baca juga: Viral Anak Alami Kebutaan Akibat Lato-lato, ini Tanggapan Kemenkes

“Bahaya likuid ini, bisa dinikmati oleh anak muda jadi disarankan setiap orang tua wajib mengawasi anak-anak mereka,” kata Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa.

3. Asal Distribusi Melalui Jalur Eropa

Sabu likuid ini diketahui dari beberapa sumber berasal dari Iran. Namun, jalur distribusinya melalui Eropa baru ke Indonesia.

“Terdapat informasi bahwa ini dikirim dari Iran melalui Eropa baru ke Indonesia,” ujar Mukti.

4. Ada Kasus pertama di Indonesia

Polisi mengungkapkan jika kasus penyelundupan sabu cair sebanyak 1,3 liter dari Iran yang ditemukan oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya bersama jajaran Bea Cukai adalah kasus pertama yang terjadi di Indonesia. Sebelumnya, belum ada penemuan kasus yang serupa.

“Iya pertama kali,” ungkap Mukti Juharsa kepada wartawan.

5. Polisi Koordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)

Polda Metro Jaya sampai saat ini terus berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk dapat mengusut kasus sabu cair tersebut. Koordinasi dilakukan untuk mengetahui apakah sabu cair dijual bebas atau tidak kepada masyarakat.

Baca Juga :  Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Papua Nugini, BMKG: Akibat Aktivitas Sesar Sorong, Tak Berpotensi Tsunami

“Nanti pihak kami akan coba mengawasi dengan instansi terkait guna pengembangan masalah likuid apakah ini dijual bebas atau bagaimana. Nanti kita akan koordinasi dengan BPOM,” kata Mukti.

6. Sabu cair belum diedarkan

Berdasarkan penyelidikan pihak kepolisian, untuk saat ini sabu cair belum diedarkan. Namun demikian, Ditresnarkoba terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk mencegah adanya peredaran tersebut.

“Sejauh ini belum diedarkan. Tapi kita akan coba koordinasi dengan instansi terkait sebagai pencegahan ini,” ungkap Mukti.

Demikian sejumlah fakta narkoba jenis baru sabu cair yang menyasar anak muda pengguna vape. Pihak kepolisian memastikan akan terus meningkatkan pengawasan terhadap semua jenis peredaran narkotika di tengah masyarakat. Harapannya masyarakat terutama orangtua ikut mengawasi hal-hal yang mencurigakan terkait penggunaan vape yang mengandung Narkoba.(tu.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca, Sejumlah Wilayah Indonesia Berstatus Waspada hingga Siaga
Kepala BMKG RI : Pilar Utama Manajemen Risiko Bencana Alam adalah Informasi yang Terintegrasi
MK Batalkan Frasa Penjelasan UU Polri yang Buka Celah Polisi Aktif Isi Jabatan Sipil
Presiden Prabowo Instruksikan Penambahan Pusat Rehabilitasi Narkoba, Tegaskan Perang Bersama Melawan Narkotika
KPK Telusuri Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung, Publik Diminta Beri Informasi
Momen TEI 2025, Koperasi Myristica Fakfak Teken MoU dengan PT. Martina Berto & PT. Inovasia: Produk Lemak dan Manisan Pala Siap Go Nasional
Dorong Investasi, Samaun Dahlan & Donatus Nimbitkendik Koordinasi dengan KLHK untuk Sertifikasi Bandara Siboru
Investor Korea Lirik 20 Ribu Ha Lahan Bomberay, Fakfak Siap Jadi Sentra Perkebunan Baru

Berita Terkait

Sabtu, 20 Desember 2025 - 10:46 WIT

BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca, Sejumlah Wilayah Indonesia Berstatus Waspada hingga Siaga

Sabtu, 20 Desember 2025 - 07:20 WIT

Kepala BMKG RI : Pilar Utama Manajemen Risiko Bencana Alam adalah Informasi yang Terintegrasi

Jumat, 14 November 2025 - 23:16 WIT

MK Batalkan Frasa Penjelasan UU Polri yang Buka Celah Polisi Aktif Isi Jabatan Sipil

Rabu, 29 Oktober 2025 - 14:02 WIT

Presiden Prabowo Instruksikan Penambahan Pusat Rehabilitasi Narkoba, Tegaskan Perang Bersama Melawan Narkotika

Selasa, 28 Oktober 2025 - 12:10 WIT

KPK Telusuri Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung, Publik Diminta Beri Informasi

Berita Terbaru

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan Papua Barat Daya, Agustinus R. Kambuaya dalam satu kesempatan memberikan pandangan (foto/istimewa)

Politik

KDMP Tersendat, ARK Wanti-wanti Kecemburuan Sosial di Desa

Kamis, 15 Jan 2026 - 11:28 WIT

Produk Air Trimas bentuk Galon ( foto/ist)

Daerah

Ini Penyebab Kelangkaan Porduk Air Trimas di Sorong !

Rabu, 14 Jan 2026 - 16:47 WIT