Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Papua Nugini, BMKG: Akibat Aktivitas Sesar Sorong, Tak Berpotensi Tsunami

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 22 Mei 2025 - 09:46 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Wilayah Sorong dan sesar Sorong yang dilewati.

Foto : Wilayah Sorong dan sesar Sorong yang dilewati.

tagarutama.com, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah pesisir utara Papua Nugini pada Selasa malam, 20 Mei 2025, tepatnya pukul 22.06 WIB.

Menurut hasil analisis BMKG, gempa tersebut memiliki magnitudo Mw 6,7 dengan titik episenter terletak pada koordinat 3,67° Lintang Selatan dan 144,82° Bujur Timur, di kedalaman 56 kilometer. Gempa ini tergolong gempa dangkal dan berkaitan langsung dengan aktivitas Sesar Sorong yang menerus hingga ke Laut Bismarck.

“Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Sorong yang menerus ke Laut Bismarck,” jelas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangan tertulisnya pada Rabu, 21 Mei 2025.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Pastikan Layanan Cek Kesehatan Gratis bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Daryono juga menambahkan bahwa mekanisme gempa ini termasuk dalam kategori oblique normal fault atau mendatar menurun, sebuah tipe patahan yang umum terjadi di wilayah aktif tektonik seperti Papua dan sekitarnya.

Baca Juga : Biaya Haji telah ditetapkan, Fraksi PKS : merasa berat dan sedih atas penetapan biaya haji

Gempa dirasakan cukup kuat oleh warga di Kota Wewak, Provinsi Sepik Timur, dengan intensitas mencapai III-IV pada Skala Modified Mercalli Intensity (MMI). Artinya, guncangan dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, namun belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa.

“Hingga saat ini belum tercatat adanya gempa susulan dan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Selain itu, gempa ini tidak memengaruhi aktivitas kegempaan di wilayah Indonesia,” tegas Daryono.

Baca Juga :  Linkedin Merilis Top Startups 2022, Tantangan untuk Terus Berinovasi

Mengenal Sesar Sorong: Sumber Kegempaan Aktif di Papua

Sesar Sorong merupakan salah satu sesar aktif paling signifikan di kawasan timur Indonesia. Sesar ini membentang sepanjang sekitar 400 hingga 500 kilometer dari Sorong di Papua Barat hingga Jayapura di Papua bagian timur, dan melintasi beberapa wilayah padat penduduk.

Wilayah yang dilalui Sesar Sorong antara lain:

  1. Sorong
  2. Manokwari
  3. Jayapura

Karakteristik utama Sesar Sorong :

  • Jenis: Sesar geser horizontal (strike-slip fault)
  • Status: Aktif dan berpotensi menimbulkan gempa besar
  • Dampak: Dapat menyebabkan gempa bumi kuat hingga memicu tsunami jika terjadi di bawah laut

BMKG terus memantau perkembangan gempa bumi ini dan mengimbau masyarakat tetap tenang, namun waspada terhadap informasi resmi yang dikeluarkan oleh otoritas terkait. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPK RI Nyatakan Pengelolaan Dana Bantuan Politik PKS Tahun 2025 Sesuai Ketentuan
Audience Hangat Bupati Fakfak dan Menteri Pertanian RI: “Pala dan Kelapa, Masa Depan Ekonomi Fakfak”
Lima Pekebun Pala Fakfak Wakili Papua Barat dalam Konsolidasi Pertanian Papua 2026 di Jakarta
Akhirnya Tembus 20 Besar Nasional, Duta Pala Fakfak Mega Kapaur Siap Harumkan Nama Daerah di PENAS XVII Gorontalo
Perkuat Mandatory ISPO dan Program B50, Fakfak Hadir Bersama 45 Peserta Se-Indonesia Dorong Sawit Berkelanjutan dan Perkebunan Rakyat
Cak Imin: Pekerja Adalah Aset Bangsa yang Wajib Dilindungi
Kemenhaj Sambut Fatwa Muhammadiyah soal Penyembelihan Dam di Tanah Air
Menbud–Dubes Jerman Bahas Pembaruan Kerja Sama Budaya dan Repatriasi Fosil Sangiran

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:18 WIT

BPK RI Nyatakan Pengelolaan Dana Bantuan Politik PKS Tahun 2025 Sesuai Ketentuan

Jumat, 12 Juni 2026 - 06:40 WIT

Audience Hangat Bupati Fakfak dan Menteri Pertanian RI: “Pala dan Kelapa, Masa Depan Ekonomi Fakfak”

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:17 WIT

Lima Pekebun Pala Fakfak Wakili Papua Barat dalam Konsolidasi Pertanian Papua 2026 di Jakarta

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:49 WIT

Akhirnya Tembus 20 Besar Nasional, Duta Pala Fakfak Mega Kapaur Siap Harumkan Nama Daerah di PENAS XVII Gorontalo

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:11 WIT

Perkuat Mandatory ISPO dan Program B50, Fakfak Hadir Bersama 45 Peserta Se-Indonesia Dorong Sawit Berkelanjutan dan Perkebunan Rakyat

Berita Terbaru