tagarutama.com, Fakfak – Setelah sukses menggelar Volunteer Goes to School pada 26 April 2025 lalu di Madrasah Aliyah Negeri Fakfak (MAGEFA) dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN), Rumah Zakat kembali melanjutkan misinya dalam mengedukasi generasi muda. Kali ini, kegiatan serupa kembali digelar pada Sabtu, 24 Mei 2025, di SMA Negeri 1 Fakfak, dengan fokus utama pada edukasi kebencanaan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan ini disambut hangat oleh keluarga besar SMA Negeri 1 Fakfak. Kepala sekolah, Ferdinand Hindom, S.Pd. M.H., mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan Rumah Zakat sebenarnya telah direncanakan sejak April, namun baru bisa terealisasi di bulan Mei karena padatnya agenda sekolah.
“Setiap kegiatan yang melibatkan siswa harus punya tujuan yang jelas dan memberikan dampak positif. Kegiatan sosialisasi hari ini sangat relevan karena membekali siswa dengan pengetahuan yang tidak hanya berguna di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan nyata,” ujar Ferdinand Hindom dalam sambutannya.
Baca Juga : Penertiban Lapak di Jalan Dr. Salasa Namudat Tuai Reaksi Pedagang
Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Fakfak, yakni Sekretaris BPBD, Rima Idrus, SH., M.Hum., yang menyampaikan materi mengenai jenis-jenis bencana dan pentingnya kesiapsiagaan di daerah rawan bencana seperti Fakfak.
“Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan risiko bencana tertinggi di dunia. Kita di Fakfak juga berada di zona yang cukup rawan, terutama terhadap gempa bumi dan tanah longsor. Maka dari itu, edukasi kebencanaan harus dimulai sejak dini,” jelas Rima Idrus.
Dalam pemaparannya, Rima menekankan beberapa langkah penting yang harus dilakukan saat terjadi gempa bumi, antara lain:
- Berlindung di bawah meja atau tempat aman untuk melindungi kepala dari reruntuhan.
- Menjauhi benda-benda berbahaya seperti kaca, rak tinggi, dan kipas gantung.
- Setelah gempa berhenti, segera keluar dengan tertib dan bantu kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penyandang disabilitas.
Ia juga menambahkan bahwa kesadaran akan potensi bencana harus menjadi budaya sehari-hari, bukan sekadar pengetahuan saat pelatihan saja.
Sementara itu, Koordinator Relawan Rumah Zakat Fakfak, Ishar Hafid, menyampaikan rasa terima kasihnya atas partisipasi aktif pihak sekolah dan antusiasme siswa dalam kegiatan ini.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari SMA Negeri 1 Fakfak yang bersedia meluangkan waktu di tengah padatnya jadwal akademik. Hari ini, siswa-siswi yang hadir berasal dari OSIS, Pramuka, hingga Sispala. Ini menunjukkan bahwa generasi muda Fakfak memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan kesiapsiagaan,” ujar Ishar Hafid.
Kegiatan ini diikuti oleh 34 peserta yang terdiri dari perwakilan organisasi siswa dan relawan muda. Dengan pendekatan yang interaktif dan praktis, peserta diajak untuk memahami skenario bencana dan simulasi evakuasi sederhana.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Rumah Zakat berharap kesadaran dan kesiapan siswa dalam menghadapi bencana semakin meningkat. Tak hanya itu, nilai-nilai kepedulian terhadap sesama dan lingkungan pun diharapkan bisa tumbuh kuat sejak usia sekolah.
“Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh dalam menghadapi situasi darurat. Semoga edukasi ini menjadi bekal penting untuk masa depan mereka,” tutup Ishar Hafid. (TU.01)