tagarutama.com, Jakarta – Psikologi olahraga memegang peran krusial dalam dunia atletik. Tak jarang, aspek mental menjadi pembeda antara atlet yang hanya baik dengan mereka yang luar biasa. Hal ini disampaikan oleh salah satu trainer sekaligus psikolog olahraga, Siti Shafia Rizmarini Ilham, S.Psi., M.M., CHCP-A, yang akrab disapa Arini, dalam wawancara via telepon, Kamis siang (5/6).
“Psikologi olahraga sangat memengaruhi performa atlet di berbagai cabang olahraga. Dengan latihan mental yang tepat, mental juara bisa dibentuk,” ujar Arini.
Menurut Arini, latihan-latihan mental berfungsi membantu atlet mengelola kondisi psikologis mereka, baik dalam menekan aspek negatif seperti stres dan kecemasan, maupun dalam meningkatkan aspek positif seperti kepercayaan diri, motivasi, dan konsentrasi saat bertanding.
“Ketika mental sudah terbentuk, atlet akan lebih siap menghadapi tekanan pertandingan, tetap fokus, dan pantang menyerah, bahkan saat menghadapi situasi sulit di lapangan,” jelasnya.
Meski demikian, Arini mengakui bahwa salah satu tantangan terbesar dalam membentuk mental atlet terletak pada mindset mereka sendiri.
“Misalnya dalam sepak bola, seorang atlet harus tetap bisa menjaga fokus, mengejar kemenangan, dan terus menjadi versi terbaik dari dirinya,” tambahnya.
Baca Juga : Persikos Kota Sorong Juara Liga 4 PSSI Papua Barat Daya, Siap Harumkan Nama Daerah di Kancah Nasional
Arini mulai terjun dalam bidang psikologi olahraga sejak tahun 2021, ketika ia bergabung sebagai bagian dari tim psikologi Persija Barat yang berlaga di Liga 3 Indonesia. Pengalamannya terus berkembang hingga tahun 2025, di mana ia dipercaya menjadi trainer psikologi untuk Tim Nasional Sepak Bola Amputasi yang berlaga di ajang Asian Amputee Football Championship 2025.
Menariknya, ketertarikan Arini pada psikologi olahraga sudah tumbuh sejak masa kuliah. Ia merupakan lulusan S1 Psikologi dari Universitas Esa Unggul dan melanjutkan studi magister manajemen di Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida).
Di luar profesinya sebagai HR (Human Resource), Arini juga aktif mengajar di platform online dan membagikan ilmunya sebagai trainer psikologi olahraga.
“Saya ingin ilmu dan pengalaman yang saya miliki bisa memberikan manfaat nyata bagi tim yang saya dampingi, khususnya dalam membentuk mental juara,” tuturnya.
Prestasi Timnas Sepak Bola Amputasi yang berhasil meraih Juara 2 di Asian Amputee Football Championship 2025 menjadi salah satu momen yang membanggakan bagi Arini.
“Tentu saya bersyukur atas pencapaian ini. Tapi harapan terbesar saya adalah bisa membawa Timnas Sepak Bola Amputasi menjadi juara dunia,” pungkasnya penuh semangat. (TU.04)