BPBD Fakfak Gelar FGD Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana 2025-2029

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 03:01 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Sekretaris BPBD Ibu Rima Idrus saat kegiatan FGD Penyusunan Kajian Resiko Bencana.

Foto. Sekretaris BPBD Ibu Rima Idrus saat kegiatan FGD Penyusunan Kajian Resiko Bencana.

tagarutama.com, Fakfak – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Fakfak menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Fakfak Tahun 2025–2029.

Kegiatan ini berlangsung di Winder Tuare, Kamis (23/10/2025), dan dihadiri oleh sejumlah perwakilan perangkat daerah, instansi teknis, serta unsur masyarakat terkait kebencanaan.

Sekretaris BPBD Kabupaten Fakfak, Rima Idrus, dalam sambutannya menegaskan pentingnya penyusunan dokumen KRB sebagai dasar dalam setiap perencanaan pembangunan daerah.

Baca Juga :  Pemda Fakfak Rilis Capaian Tahun Pertama Program Strategis Pala Unggul

“Kajian Risiko Bencana ini wajib dilaksanakan karena menjadi landasan bagi seluruh program pembangunan di Kabupaten Fakfak. Setiap kegiatan pembangunan harus memperhatikan aspek kebencanaan agar tercipta pembangunan yang aman dan berkelanjutan,” ujar Rima.

Baca Juga : MBG Kurangi Beban Orangtua dan Dorong Ekonomi Kampung

Ia menambahkan, hasil dari dokumen KRB akan menjadi produk strategis yang digunakan oleh pemerintah daerah dalam upaya mitigasi dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana.

Baca Juga :  Dukung Petani Kecil, Pemkab Fakfak Anggarkan Rp25 Juta per Unit untuk Pemeliharaan Rumah Pengasaran Pala

“Produk KRB ini nantinya juga akan menjadi acuan dalam penyusunan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) yang menggambarkan sejauh mana kesiapan daerah dalam menghadapi risiko bencana,” jelasnya.

Melalui kegiatan FGD ini, BPBD Fakfak berharap adanya sinergi lintas sektor dalam penyusunan KRB, sehingga dokumen yang dihasilkan benar-benar menggambarkan kondisi riil potensi ancaman, kerentanan, dan kapasitas masyarakat di wilayah Fakfak. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini Penjelasan Ketua MUI Papua Barat Terkait Hibah Rp 1 Miliar
Perayaan Islam Masuk di Tanah Papua ke 666 Tahun, Angkat Semangat Toleransi dan Persatuan
Perdagangan Pala Fakfak Hingga Juli 2026 Capai 1.025 Ton, Retribusi Daerah Tembus Rp405 Juta
KAMMI Fakfak Gelar Musyawarah Komisariat IX, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan dan Semangat Dakwah
Bupati Fakfak Tandatangani Lima Surat Edaran, Perkuat Tata Kelola Musim Panen Pala Barat 2026
Inventarisasi CPCL Peremajaan Kelapa 75 Hektare Rampung, Pemkab Fakfak Optimistis Raih Tambahan Alokasi APBN 2026
Pala dan Pohon Pogah: Warisan Alam Fakfak yang Mendunia, Siap Menembus Pasar Global
Tembakau Negeri Mahi Tuni, Warisan Leluhur yang Terus Dijaga Pemerintah Kabupaten Fakfak

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:21 WIT

Ini Penjelasan Ketua MUI Papua Barat Terkait Hibah Rp 1 Miliar

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:14 WIT

Perayaan Islam Masuk di Tanah Papua ke 666 Tahun, Angkat Semangat Toleransi dan Persatuan

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:25 WIT

KAMMI Fakfak Gelar Musyawarah Komisariat IX, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan dan Semangat Dakwah

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:39 WIT

Bupati Fakfak Tandatangani Lima Surat Edaran, Perkuat Tata Kelola Musim Panen Pala Barat 2026

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:23 WIT

Inventarisasi CPCL Peremajaan Kelapa 75 Hektare Rampung, Pemkab Fakfak Optimistis Raih Tambahan Alokasi APBN 2026

Berita Terbaru