tagarutama.com, Fakfak – Tren produksi komoditas unggulan Fakfak, Pala Tomandin, menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Berdasarkan data perdagangan antar pulau hingga akhir caturwulan I (Januari–April) 2025, volume produksi tercatat mencapai 735,98 ton, naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya berada di angka 500 ton lebih.
Kabar baik ini disampaikan langsung oleh Plt. Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, saat melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi usaha perdagangan pala antar pulau pada Sabtu (3/5/2025).
“Peningkatan produksi ini menjadi indikator positif bahwa kualitas dan kuantitas Pala Tomandin kian membaik. Kami optimis ini akan berdampak langsung pada nilai jual dan kontribusi terhadap pendapatan daerah,” ujar Widhi.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas panen Pala Musim Matahari dikenal juga sebagai pala sela yang saat ini sudah mendekati akhir masa panen. Fokus utama pemerintah daerah, kata Widhi, adalah menjaga kualitas dan waktu panen agar produk pala Fakfak mampu bersaing di pasar nasional maupun global.
“Kita ingin hasil panen tidak lagi dilakukan secara prematur. Harus panen tepat waktu, selektif, dan terpantau secara ketat dari hulu hingga hilir,” tambahnya.
Dari data hasil uji mutu dan kompilasi transaksi antar pulau, produksi Pala Tomandin Fakfak selama empat bulan terakhir terdiri dari:
- Pala kulit (dengan cangkang): 540,08 ton (73,38%)
- Pala ketok kualitas A, B, C: 77,50 ton
- Bunga/fuli pala: 118,40 ton
Distribusi terbesar tercatat dikirim ke Surabaya, yang menjadi salah satu pusat perdagangan rempah di Indonesia.
Baca Juga : Kebijakan Retribusi Pala Diharapkan Dorong Tata Niaga dan Kesejahteraan Petani Fakfak
Dengan capaian ini, Dinas Perkebunan menilai produksi Pala Tomandin berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap retribusi daerah di dua caturwulan terakhir tahun ini (Mei–Desember 2025). Targetnya, produksi bisa tembus hingga 2.000 ton pada akhir tahun, melampaui total produksi tahun lalu yang hanya mencapai 1.635 ton lebih.
“Kami akan terus memantau proses pascapanen, baik di musim barat maupun musim timur nanti. Kami ingin memastikan Fakfak tetap menjadi pusat rempah yang disegani di Indonesia,” pungkas Widhi.
Pemerintah daerah berharap masyarakat dan pelaku usaha perkebunan terus menjaga kualitas dan produktivitas Pala Tomandin, yang kini semakin menjadi kebanggaan masyarakat Fakfak di tingkat nasional. (TU.04)