tagarutama.com, Fakfak – Kota Fakfak menjadi salah satu kota pelopor uji coba Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang yang dicanangkan pemerintahan Prabowo dan Gibran, dimana Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai penanggung jawab. Program ini mulai berjalan pada Senin (13/1/2025) dan melibatkan siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) di sejumlah sekolah percontohan.
Pada tahap uji coba ini, program MBG di kabupaten Fakfak baru diterapkan di beberapa sekolah setingkat TK dan SD. Selama hampir sebulan pelaksanaan, program ini berjalan para siswa mendapatkan menu empat sehat lima sempurna yang terdiri dari nasi, sayuran, ayam, buah, dan susu. Menu ini dirancang sesuai kebutuhan gizi anak-anak dan diawasi langsung oleh tim ahli dari BGN yang juga melibatkan Polri dan TNI di daerah untuk memastikan kualitas makanan yang diberikan.
Ketua Fraksi Amanat Bintang Sejahtera DPR Kabupaten Fakfak, Imam, S.PdI yang juga merupakan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), memberikan apresiasi terhadap program tersebut. Menurutnya, MBG merupakan langkah besar dalam menciptakan generasi unggul di masa depan. “Program MBG di Fakfak berjalan baik tanpa keluhan berarti. Meski ada tantangan, ini menjadi tonggak penting untuk mewujudkan visi generasi unggul yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Amin saat ditemui, Rabu (5/2/2025).
Baca juga : Bersiap Hadapi Panen Pala Matahari, Begini Pendekatan yang dilakukan Pemerintah Daerah Fakfak
Program MBG tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesehatan anak-anak, tetapi juga untuk mengurangi kesenjangan gizi yang selama ini menjadi tantangan besar di Indonesia. “Program ini tidak hanya berdampak pada kesehatan anak-anak, tetapi juga bisa menjadi penggerak roda ekonomi daerah jika dikelola dengan baik,” tambah Imam.
Salah satu aspek penting dalam pelaksanaan MBG adalah keterlibatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal sebagai penyedia bahan makanan. Dengan mengutamakan pemasok lokal, biaya distribusi dapat ditekan, sehingga keuntungan lebih besar dapat dinikmati oleh pelaku usaha kecil di sekitar sekolah. “Keterlibatan UMKM setempat akan menciptakan efek domino bagi perekonomian lokal. Jika hanya mengandalkan layanan katering besar, perputaran ekonomi hanya akan terjadi di lingkup makro,” jelasnya.
Imam juga mendorong Pemerintah Kabupaten Fakfak untuk lebih aktif berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional dan pihak terkait guna memastikan keberlanjutan program ini. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan dana secara optimal agar dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Pemanfaatan UMKM lokal adalah kunci untuk menunjang keberlanjutan MBG. Dengan kolaborasi yang solid, saya optimistis program ini tidak hanya mampu meningkatkan kualitas gizi anak-anak, tetapi juga membawa dampak positif yang luas bagi perekonomian lokal,” tegas Imam.
Program MBG di Fakfak diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup generasi anak bangsa, selain itu program ini juga berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, BGN, dan masyarakat, Fakfak memiliki peluang besar untuk menjadi model keberhasilan pelaksanaan program yang mengintegrasikan kesehatan anak-anak dan pembangunan ekonomi daerah. (TU.01)