Target 1.000 Hektare Tercapai, Pendaftaran Program Kapala Emas Fakfak Resmi Ditutup

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 27 Februari 2026 - 19:37 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kolaborasi antara Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Yayasan Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat Mbaham Matta Fakfak (YP2M3F).

kolaborasi antara Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Yayasan Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat Mbaham Matta Fakfak (YP2M3F).

tagarutama.com, Fakfak – Target pendataan dan peminatan tanam pala seluas 1.000 hektare dalam Program Kawasan Pala Ekonomi Masyarakat Sejahtera (Kapala Emas Fakfak) resmi ditutup pada 27 Februari 2026. Capaian ini menandai kuatnya dukungan masyarakat terhadap pengembangan pala sebagai komoditas unggulan daerah di Kabupaten Fakfak.

Keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Yayasan Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat Mbaham Matta Fakfak (YP2M3F), pemerintah distrik dan kampung, serta partisipasi aktif masyarakat.

Program Kapala Emas bersifat peminatan, di mana petani secara sukarela mendaftarkan diri untuk bergabung dalam pengembangan kawasan pala. Antusiasme tinggi ini mencerminkan komitmen kuat masyarakat untuk menjadikan pala sebagai pilar ekonomi daerah.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, menyampaikan bahwa capaian pendataan ini menjadi fondasi penting untuk mendorong penguatan sektor perkebunan berbasis kawasan.

“Keberhasilan pendataan 1.000 hektare ini merupakan langkah awal yang strategis untuk mendukung agenda hilirisasi kawasan perkebunan pala, yang menjadi program prioritas nasional dan daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hilirisasi tidak hanya diarahkan pada peningkatan luas tanam dan produksi, tetapi juga menyasar penguatan pascapanen, pengolahan, pengembangan produk turunan bernilai tambah, hingga perluasan akses pasar.

Baca Juga :  Satu Bulan Penerapan, Retribusi Komoditas Pala Fakfak Hasilkan Rp136 Juta Lebih

“Melalui pendekatan ini, ekosistem perkebunan pala dibangun secara menyeluruh agar memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” tambahnya.

Dengan penguatan tersebut, komoditas pala diharapkan mampu meningkatkan daya saing daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat.

Tahap selanjutnya, Dinas Perkebunan akan memasuki proses verifikasi dan validasi data. Tahapan ini meliputi pemeriksaan identitas calon penerima manfaat, pengecekan serta penetapan titik lokasi lahan, dan penilaian kesesuaian administrasi maupun teknis sesuai ketentuan program.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketepatan sasaran, transparansi, dan akuntabilitas, sekaligus menjamin kesiapan kawasan dalam mendukung hilirisasi perkebunan pala secara berkelanjutan.

Bagi masyarakat yang belum masuk dalam kuota tahun ini, pemerintah daerah mengimbau agar tetap mempersiapkan diri, baik dari sisi kelengkapan administrasi maupun kesiapan lahan, untuk diusulkan pada tahap berikutnya di tahun mendatang.

Widhi menegaskan bahwa Program Kapala Emas tidak hanya berorientasi pada perluasan tanam, melainkan menjadi bagian dari strategi pembangunan jangka panjang daerah.

Baca Juga :  Bomberay dan Tomage Diproyeksikan Jadi Sentra Sawit Fakfak, Dinas Perkebunan Fakfak Buka Peluang Investasi Baru

“Program Kapala Emas adalah bentuk investasi masa depan masyarakat Fakfak. Pala merupakan komoditas unggulan yang memiliki nilai historis dan ekonomi tinggi. Ketika kita menanam hari ini, sesungguhnya kita sedang menyiapkan sumber pendapatan berkelanjutan bagi keluarga petani di masa yang akan datang,” tuturnya.

Ia juga menekankan bahwa melalui pendekatan kawasan dan dukungan hilirisasi, pemerintah tidak sekadar mendorong peningkatan produksi, tetapi memastikan hadirnya nilai tambah melalui pengolahan dan penguatan rantai pemasaran.

“Hasil petani tidak boleh berhenti pada penjualan bahan mentah. Kita dorong agar berkembang menjadi produk bernilai tambah yang mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih stabil dan berdaya saing,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan, keberhasilan pendataan seluas 1.000 hektare menjadi indikator optimisme masyarakat terhadap masa depan komoditas pala. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga konsistensi pengembangan pala sebagai fondasi ekonomi jangka panjang, sekaligus memperkuat posisi Fakfak sebagai salah satu daerah penghasil pala yang berkualitas dan berkelanjutan. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BKAP Partai Keadilan Sejahtera DPD Fakfak Gelar MHQ, Perkuat Syi’ar Al-Qur’an di Bulan Ramadhan
Percepat Program Pala “Kapala Emas”, YP2M3F Teken MoU dengan Pemda Fakfak untuk Pendataan dan Pendampingan
Pemkab Kabupaten Fakfak Panggil 8 Pedagang Grosir Antar Pulau, Perkuat Mutu Pala Tomandin ke Pasar Nasional dan Internasional
Retribusi Pala Fakfak Segera Berbasis Virtual Account, Dinas Perkebunan dan Bank Papua Perkuat Sinergi
Rumah Solidaritas Papua Desak Pemerintah Evaluasi Pendekatan Keamanan di Tanah Papua
bp Indonesia Klaim Sudah Sosialisasi Seismik di tengah Tuntutan Masyarakata Arguni
Ratusan Warga Adat Bubarkan Sosialisasi Perusahaan Sawit di Sorong Selatan
6 Gubernur Tanah Papua Deklarasi Kolaborasi Pembangunan Berkelanjutan

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 19:37 WIT

Target 1.000 Hektare Tercapai, Pendaftaran Program Kapala Emas Fakfak Resmi Ditutup

Selasa, 24 Februari 2026 - 15:41 WIT

Percepat Program Pala “Kapala Emas”, YP2M3F Teken MoU dengan Pemda Fakfak untuk Pendataan dan Pendampingan

Jumat, 20 Februari 2026 - 14:33 WIT

Pemkab Kabupaten Fakfak Panggil 8 Pedagang Grosir Antar Pulau, Perkuat Mutu Pala Tomandin ke Pasar Nasional dan Internasional

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:08 WIT

Retribusi Pala Fakfak Segera Berbasis Virtual Account, Dinas Perkebunan dan Bank Papua Perkuat Sinergi

Rabu, 18 Februari 2026 - 12:08 WIT

Rumah Solidaritas Papua Desak Pemerintah Evaluasi Pendekatan Keamanan di Tanah Papua

Berita Terbaru