Papua Pulau Lumbung Kebudayaan dan Hutan Hujan Tropis Dunia Terancam Serius

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 29 Maret 2025 - 08:27 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alam Papua (Foto: Istock)

Alam Papua (Foto: Istock)

tagarutama.com, Tulisan ini menggambarkan kekhawatiran yang mendalam tentang ancaman yang dihadapi Papua, yang dikenal sebagai pulau lumbung kebudayaan dan paru-paru dunia, akibat kebijakan pembangunan yang mengabaikan keberlanjutan ekologis dan sosial. Sebagai bagian dari Indonesia sejak proklamasi TRIKORA pada 19 Desember 1961, Papua memiliki sejarah yang penuh dengan dinamika politik dan perjuangan. Namun, hingga saat ini, masalah yang dihadapi wilayah ini masih belum mendapatkan penyelesaian yang memadai.

Salah satu elemen penting yang ditekankan dalam tulisan ini adalah bagaimana budaya dan alam Papua, yang selama ini saling terkait, terancam oleh proyek-proyek pembangunan yang lebih mementingkan aspek ekonomi jangka pendek daripada kesejahteraan jangka panjang masyarakat adat dan kelestarian lingkungan. Salah satu simbol budaya yang disebutkan dalam tulisan ini adalah noken, sebuah alat yang tidak hanya berfungsi untuk membawa barang, tetapi juga mengandung nilai budaya dan filosofi mendalam. Keberadaan noken dan berbagai warisan budaya lainnya kini terancam punah akibat dampak dari pembangunan yang tidak ramah lingkungan.

Baca Juga :  Selamat Hari Warisan Dunia, Titus Pekei : Pemerintah Perlu Lebih Aktif

Papua, yang memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang luar biasa, kini berada di bawah ancaman serius akibat deforestasi, perubahan iklim, serta eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali. Masyarakat Papua yang sangat bergantung pada alam dan hutan untuk kelangsungan hidup mereka kini menghadapi ancaman langsung terhadap ekosistem yang menopang kehidupan mereka. Keberlangsungan budaya masyarakat Papua sangat terkait dengan kelestarian alam sekitar mereka. Tanpa adanya ekosistem yang mendukung, warisan budaya mereka pun akan terancam hilang.

Baca Juga : Usai Dilantik, Pengurus DPP PERBASI 2024-2028 Gelar Rapat Kerja Nasional

Pembangunan yang tidak berkelanjutan menempatkan masyarakat Papua dalam dilema besar. Tanpa kebijakan yang memprioritaskan pelestarian lingkungan dan budaya, masyarakat Papua akan kehilangan tidak hanya hutan mereka, tetapi juga identitas budaya yang telah terjaga selama berabad-abad. Oleh karena itu, pembangunan yang berbasis pada prinsip keberlanjutan dan ramah lingkungan menjadi suatu keharusan agar generasi mendatang dapat mewarisi kekayaan budaya ini dan menjaga keseimbangan alam yang sangat vital bagi kehidupan mereka.

Baca Juga :  Rumah Zakat Cabang Jayapura Gelar Orientasi Relawan Secara Daring, Kenalkan Program dan Misi Pemberdayaan Masyarakat

Dalam konteks kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, tulisan ini mengingatkan bahwa tanggung jawab untuk melestarikan budaya dan lingkungan Papua adalah tanggung jawab bersama seluruh bangsa Indonesia. Pembangunan di Papua seharusnya tidak hanya menguntungkan segelintir pihak, tetapi juga harus menjaga kelestarian budaya, ekosistem, dan kesejahteraan masyarakat lokal. Sebagai bangsa, kita harus memastikan bahwa Papua tetap menjadi lumbung kebudayaan yang memperkaya identitas bangsa, bukan sekadar menjadi sumber daya alam yang dieksploitasi tanpa memperhatikan dampaknya dalam jangka panjang.

Agar warisan budaya dan alam Papua tetap terjaga, kita harus segera mengambil tindakan bijaksana yang mendukung pembangunan yang berkelanjutan, menjaga keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan pelestarian budaya serta alam. Dengan begitu, Papua dapat terus menjadi sumber inspirasi dan kekayaan budaya bagi Indonesia dan dunia. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca, Sejumlah Wilayah Indonesia Berstatus Waspada hingga Siaga
Kepala BMKG RI : Pilar Utama Manajemen Risiko Bencana Alam adalah Informasi yang Terintegrasi
MK Batalkan Frasa Penjelasan UU Polri yang Buka Celah Polisi Aktif Isi Jabatan Sipil
Presiden Prabowo Instruksikan Penambahan Pusat Rehabilitasi Narkoba, Tegaskan Perang Bersama Melawan Narkotika
KPK Telusuri Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung, Publik Diminta Beri Informasi
Momen TEI 2025, Koperasi Myristica Fakfak Teken MoU dengan PT. Martina Berto & PT. Inovasia: Produk Lemak dan Manisan Pala Siap Go Nasional
Dorong Investasi, Samaun Dahlan & Donatus Nimbitkendik Koordinasi dengan KLHK untuk Sertifikasi Bandara Siboru
Investor Korea Lirik 20 Ribu Ha Lahan Bomberay, Fakfak Siap Jadi Sentra Perkebunan Baru

Berita Terkait

Sabtu, 20 Desember 2025 - 10:46 WIT

BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca, Sejumlah Wilayah Indonesia Berstatus Waspada hingga Siaga

Sabtu, 20 Desember 2025 - 07:20 WIT

Kepala BMKG RI : Pilar Utama Manajemen Risiko Bencana Alam adalah Informasi yang Terintegrasi

Jumat, 14 November 2025 - 23:16 WIT

MK Batalkan Frasa Penjelasan UU Polri yang Buka Celah Polisi Aktif Isi Jabatan Sipil

Rabu, 29 Oktober 2025 - 14:02 WIT

Presiden Prabowo Instruksikan Penambahan Pusat Rehabilitasi Narkoba, Tegaskan Perang Bersama Melawan Narkotika

Selasa, 28 Oktober 2025 - 12:10 WIT

KPK Telusuri Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung, Publik Diminta Beri Informasi

Berita Terbaru

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan Papua Barat Daya, Agustinus R. Kambuaya dalam satu kesempatan memberikan pandangan (foto/istimewa)

Politik

KDMP Tersendat, ARK Wanti-wanti Kecemburuan Sosial di Desa

Kamis, 15 Jan 2026 - 11:28 WIT

Produk Air Trimas bentuk Galon ( foto/ist)

Daerah

Ini Penyebab Kelangkaan Porduk Air Trimas di Sorong !

Rabu, 14 Jan 2026 - 16:47 WIT