tagarutama.com, Fakfak – Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) 2025, Relawan Rumah Zakat Fakfak bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Fakfak menggelar kegiatan edukasi kesiapsiagaan bencana di Madrasah Aliyah Negeri Fakfak (Magefa) pada Sabtu (26/4/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 90 siswa yang berasal dari organisasi OSIS, Pramuka, dan UKS, bertempat di Aula Magefa Fakfak.
Sebanyak enam relawan dari Rumah Zakat Fakfak turut aktif terlibat dalam pelaksanaan acara. Kegiatan resmi dibuka oleh Kepala MAN Fakfak, Drs. H. Parwanto, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya meningkatkan pengetahuan siswa tentang potensi bencana, terutama di wilayah Fakfak yang memiliki kerentanan terhadap berbagai jenis bencana.
“Saat ini, siswa-siswi kami telah mengukir prestasi luar biasa, dengan diterima di perguruan tinggi ternama seperti ITB, IPB, UI, bahkan Monash University di Australia. Namun, selain prestasi akademik, kesiapsiagaan menghadapi bencana juga merupakan bekal penting untuk masa depan mereka,” ujar Drs. H. Parwanto, M.Pd.
Ia menambahkan, ke depan Madrasah Aliyah Negeri Fakfak berkomitmen untuk terus mempererat kerja sama dengan BPBD, Rumah Zakat, serta berbagai lembaga pemerintah maupun non-pemerintah dalam program edukasi kebencanaan.
Menghadirkan Sekretaris BPBD Kabupaten Fakfak, Rima Idrus, SH., M.Hum., sebagai narasumber, kegiatan ini membahas pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Dalam paparannya, Rima menyampaikan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi di dunia.
“Indonesia ini ibarat supermarket bencana, dari gempa bumi, tsunami, longsor, kebakaran hutan, hingga angin kencang, semuanya ada. Karena itu, membekali diri dengan pengetahuan mitigasi bencana adalah keharusan, bukan pilihan,” jelas Rima Idrus.
Baca Juga : Relawan Rumah Zakat Fakfak Gelar Gema Bersih Hati di Masjid Jabal Nur
Ketua Relawan Rumah Zakat Fakfak, Ishar Hafid, juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus berperan aktif dalam upaya edukasi kemanusiaan, terutama di bidang kebencanaan dan lingkungan.
“Kami berkomitmen untuk terus berkolaborasi dalam kegiatan kemanusiaan, baik dalam membangun kesadaran kesiapsiagaan bencana maupun kepedulian terhadap lingkungan hidup,” tutur Ishar Hafid.
Selain sesi edukasi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan simulasi penyelamatan saat terjadi gempa bumi. Dalam simulasi ini, siswa dilatih untuk melindungi diri saat gempa serta diajarkan teknik dasar pertolongan pertama bagi korban bencana. Suasana simulasi berlangsung aktif, interaktif, dan penuh semangat.
Menariknya, sebelum kegiatan sosialisasi dan simulasi dimulai, pada pagi harinya Relawan Rumah Zakat Fakfak bersama OSIS Magefa menginisiasi aksi donasi untuk Palestina. Donasi ini melibatkan seluruh siswa dan guru Magefa, dan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp1.947.000.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat tumbuh kesadaran dan kesiapan generasi muda tidak hanya dalam menghadapi bencana, tetapi juga menumbuhkan solidaritas sosial dan kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan global. (TU.01)