tagarutama.com, Fakfak – Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak bersama Radio Republik Indonesia (RRI) Fakfak menggelar kegiatan Jumat Bersih (30/1/2026) yang dirangkaikan dengan aksi jalan santai kolaboratif di kawasan CBD Reklamasi Thumburuni, Fakfak.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi lintas instansi dalam menjaga kebersihan, keindahan, serta keberlanjutan ruang publik pesisir.
Tidak hanya melakukan pembersihan sampah di sepanjang areal reklamasi, para peserta juga terlibat langsung dalam perawatan tanaman perkebunan, khususnya pohon kelapa yang ditanam di kawasan tersebut. Perawatan ini dilakukan untuk memastikan tanaman tumbuh optimal sekaligus mendukung fungsi ekologis kawasan.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, menegaskan bahwa keberadaan tanaman perkebunan di kawasan reklamasi memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas lingkungan.
“Tanaman perkebunan yang ditanam di kawasan reklamasi mempunyai fungsi ekologis yang sangat penting, antara lain sebagai penahan abrasi serta peneduh alami yang meningkatkan kenyamanan di kawasan CBD Reklamasi Thumburuni Fakfak,” ujar Widhi.
Ia menambahkan, pohon kelapa dan tanaman perkebunan lainnya juga berperan dalam menjaga kualitas udara sekaligus memperkuat karakter lanskap kawasan reklamasi sebagai ruang hijau yang produktif dan berkelanjutan.
“Keberadaan vegetasi ini bukan hanya memperindah kawasan, tetapi juga membangun identitas ruang terbuka publik yang ramah lingkungan dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” lanjutnya.
Melalui kegiatan pembersihan dan perawatan secara rutin, Pemerintah Kabupaten Fakfak berharap seluruh tanaman yang telah ditanam dapat terpelihara dengan baik serta memberikan dampak positif dari sisi lingkungan, sosial, maupun estetika kawasan.
Kolaborasi antara Dinas Perkebunan dan RRI Fakfak dalam kegiatan Jumat Bersih ini sekaligus menjadi contoh sinergi yang mendorong pengelolaan kawasan CBD Reklamasi Thumburuni Fakfak agar tetap bersih, tertata, dan nyaman dikunjungi.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat ruang publik sebagai aset bersama daerah. (TU.01)










