Dorong Produktivitas dan Hilirisasi, Dinas Perkebunan Fakfak Perkuat Kelompok Pala Guraferi Patimburak Binaan Yayasan Kaleka

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 4 Juli 2025 - 22:38 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak Widhi Asmoro Jati, ST., MT., bersama Yayasan Kaleka melakukan penguatan terhadap kelompok Guraferi yang telah berhasil meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil pala, termasuk uji coba pengolahan menjadi minyak atsiri pala.

Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak Widhi Asmoro Jati, ST., MT., bersama Yayasan Kaleka melakukan penguatan terhadap kelompok Guraferi yang telah berhasil meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil pala, termasuk uji coba pengolahan menjadi minyak atsiri pala.

tagarutama.com, Fakfak – Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah, salah satunya melalui penguatan kelompok tani Pala Guraferi yang berada di Kampung Patimburak, Distrik Kokas. Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi strategis bersama Yayasan Kaleka yang telah lama membina kelompok tersebut dalam pengembangan produk pala.

Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., mengungkapkan bahwa kelompok Guraferi merupakan salah satu kelompok binaan yang telah berhasil meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil pala, termasuk uji coba pengolahan menjadi minyak atsiri pala.

“Kelompok Guraferi ini telah menghasilkan biji pala kualitas A atau kualitas terbaik, yang dipilih khusus untuk diolah menjadi minyak atsiri. Kami melihat potensi besar di sini, terutama karena Kampung Patimburak juga dikenal sebagai kampung wisata religi yang unik di Fakfak,” ujar Widhi Asmoro.

Dalam pengembangan hilirisasi, sebagian hasil biji pala kelompok ini saat ini sudah diolah oleh Koperasi MTQ (Mery Tora Qpohi) Fakfak menjadi minyak atsiri pala. Produk ini tengah disiapkan sebagai sampel permintaan dari perusahaan aromaterapi asal Prancis, AFDM, meski jumlahnya masih terbatas.

Baca Juga :  Harga Pala Tembus Rp550 Ribu, Tradisi Buka Sasi di Werfra Jadi Pesta Panen yang Berkah

“Hasil uji sampel menunjukkan bahwa pala asal Patimburak memiliki tingkat rendemen atau persentase hasil bersih yang sangat baik. Ini merupakan indikator penting jika kita ingin masuk pasar global secara berkelanjutan,” jelas Widhi.

Baca Juga : Harga Pala Tomandin Tetap Stabil, Dinas Perkebunan Fakfak Imbau Jaga Mutu

Menjawab potensi permintaan pasar luar negeri, Dinas Perkebunan juga mulai melakukan langkah antisipatif dengan memperkuat sarana dan prasarana. Tahun ini, melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat, akan dibangun solar dryer (pengering tenaga surya) untuk meningkatkan kualitas pengeringan pala yang sangat menentukan mutu minyak atsiri.

“Sejak awal kita harus bersiap. Jangan tunggu pasar datang baru bergerak. Kolaborasi seperti ini penting agar ketika buyer luar negeri benar-benar memberikan order, kita sudah siap dari sisi produksi dan kualitas,” tegasnya.

Baca Juga :  Dinas Perkebunan Fakfak Dorong Sawit Bomberay dan Tomage Jadi Produk Andalan Daerah

Lebih lanjut, Widhi menyebut bahwa harga minyak atsiri pala jenis Tomandin di pasar internasional, khususnya di Prancis, saat ini dapat mencapai 260 Euro atau sekitar Rp 4,89 juta per liter, karena memiliki aroma khas dan keunggulan pada wanginya.

“Dengan mengolah langsung pala di Fakfak, kita bisa memberikan nilai tambah besar bagi petani dan masyarakat. Prosesnya ringkas, efisien, tetapi nilai jualnya sangat tinggi. Inilah yang kami dorong melalui pendekatan hilirisasi,” pungkasnya.

Melalui inisiatif ini, diharapkan komoditas pala Fakfak, khususnya dari Kampung Patimburak, tidak hanya dikenal dari sisi kuantitas produksi, tetapi juga dari kualitas dan inovasi produk olahannya yang mampu menembus pasar ekspor dan mengangkat kesejahteraan masyarakat lokal. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini Penyebab Kelangkaan Porduk Air Trimas di Sorong !
Pemda Fakfak Rilis Capaian Tahun Pertama Program Strategis Pala Unggul
Belajar dari Pusat Riset Nasional, Kerja Sama BRIN–Dinas Perkebunan Fakfak Dorong Mutu dan Daya Saing Pala Unggul Fakfak
Respon Positif Plt. Kadisbun Fakfak atas Usulan Durian Jadi Tanaman Perkebunan dalam Sidang APBD 2026
Akhir 2025, Pala Fakfak Tunjukkan Kinerja Gemilang: PAD Tembus Rp531,5 Juta, Produksi Naik 13,79 Persen
MPIG-PTF Gelar Rapat Evaluasi Pemanfaatan Dana Hibah 2025, Fokus Perkuat Kelembagaan Pala Tomandin Fakfak
Sinergi Pemprov Papua Barat dan Dinas Perkebunan Fakfak Bangun Dua Solar Dryer Pala Jumbo Berbasis Swakelola Tahun 2025
Pembahasan Draft Perbub RAD Pala dan RAD Sawit Perkuat Arah Pembangunan Fakfak MEMBARA

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:47 WIT

Ini Penyebab Kelangkaan Porduk Air Trimas di Sorong !

Rabu, 31 Desember 2025 - 19:48 WIT

Pemda Fakfak Rilis Capaian Tahun Pertama Program Strategis Pala Unggul

Selasa, 30 Desember 2025 - 13:19 WIT

Belajar dari Pusat Riset Nasional, Kerja Sama BRIN–Dinas Perkebunan Fakfak Dorong Mutu dan Daya Saing Pala Unggul Fakfak

Selasa, 30 Desember 2025 - 13:02 WIT

Respon Positif Plt. Kadisbun Fakfak atas Usulan Durian Jadi Tanaman Perkebunan dalam Sidang APBD 2026

Rabu, 24 Desember 2025 - 06:57 WIT

Akhir 2025, Pala Fakfak Tunjukkan Kinerja Gemilang: PAD Tembus Rp531,5 Juta, Produksi Naik 13,79 Persen

Berita Terbaru

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan Papua Barat Daya, Agustinus R. Kambuaya dalam satu kesempatan memberikan pandangan (foto/istimewa)

Politik

KDMP Tersendat, ARK Wanti-wanti Kecemburuan Sosial di Desa

Kamis, 15 Jan 2026 - 11:28 WIT

Produk Air Trimas bentuk Galon ( foto/ist)

Daerah

Ini Penyebab Kelangkaan Porduk Air Trimas di Sorong !

Rabu, 14 Jan 2026 - 16:47 WIT