Kepala BMKG RI : Pilar Utama Manajemen Risiko Bencana Alam adalah Informasi yang Terintegrasi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 20 Desember 2025 - 07:20 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Faisal Fathani selaku Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam satu kesempatan  (foto : Ist)

Faisal Fathani selaku Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam satu kesempatan (foto : Ist)

tagarutama.com, Jakarta – Dalam upaya menghadapi bencana Hidrometeorologi, yang mana menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kejadian bencana masih didominasi oleh banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang terjadi hampir di seluruh wilayah di Indonesia, Faisal Fathani selaku Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan pengelolaan informasi yang terintegrasi, dan berkelanjutan dari hulu ke hilir merupakan pilar utama dalam upaya mitigasi, manajemen risiko bencana hidrometeorologi.

Hal ini disampaikan Faisal Fathani saat menjadi pembicara kunci dalam webinar bertajuk “Early Warning, Early Action: Kilas Balik Bencana Hidrometeorologi sebagai Basis Rekomendasi Aksi Mendatang” yang diselenggarakan secara hybrid oleh Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta,pada Rabu kemarin (17/12).

Faisal mengatakan bahwa ini adalah tantangan yang perlu dijawab melalui penguatan sistem peringatan dini yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Dalam konteks ini, BMKG berperan di hulu sebagai penyedia data, informasi, dan peringatan dini berbasis sains.

Baca Juga :  PKS Papua Barat Gelar Rakerwil 2025: Kokohkan Barisan, Tingkatkan Pelayanan, Raih Kemenangan

“BMKG berada di hulu. Kami menyediakan data, kemudian didukung big data dan analisis. Selanjutnya, di Disaster Management Command Center ditetapkan langkah-langkah yang harus dilakukan,” ujar Faisal yang mengikuti webinar secara daring melalui Zoom. dikutip dari laman website Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (19/12)

Hasil analisis tersebut kemudian didiseminasikan melalui berbagai kanal komunikasi Diseminasi informasi yang cepat, tepat, akurat, dan mudah dipahami menjadi kunci agar peringatan dini tidak berhenti pada penyampaian pesan, tetapi mampu mendorong aksi penyelamatan di lapangan.

“Intinya BMKG bekerja di hulu memberikan early warning. Harapannya, nanti dapat tidak hanya sampai pesan peringatan dininya, tapi juga dapat dipahami dan menimbulkan aksi penyelamatan atau early action menuju Zero Victim,” jelasnya.

Selain penguatan peringatan dini, BMKG juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai bagian dari upaya mitigasi dampak cuaca ekstrem, termasuk untuk mengurangi risiko banjir serta kebakaran hutan dan lahan di wilayah rawan bencana.

Baca Juga :  RAKERDA PKS Manokwari Tegaskan Komitmen Sukseskan Agenda Pemerintah Daerah

Lebih lanjut, Faisal menekankan bahwa penguatan teknologi harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas masyarakat. Karena itu, BMKG secara konsisten menyelenggarakan berbagai program edukasi, seperti Sekolah Lapang Cuaca bagi nelayan, literasi iklim bagi generasi muda, program BMKG Goes to School, hingga kunjungan edukatif ke kantor-kantor BMKG.

Faisal turut menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan risiko bencana. Menurutnya, pembangunan yang tangguh terhadap bencana membutuhkan sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat.

Ia pun mengapresiasi peran Universitas Gadjah Mada yang selama ini aktif mendukung penguatan kapasitas kebencanaan melalui kuliah lapangan, program magang, serta pengembangan riset bersama.

“Kedepan, kami berharap kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada kunjungan, tetapi berkembang menjadi riset-riset kolaboratif yang memberikan manfaat,” pungkasnya seperti dikutip (19/12). (TU.07)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca, Sejumlah Wilayah Indonesia Berstatus Waspada hingga Siaga
MK Batalkan Frasa Penjelasan UU Polri yang Buka Celah Polisi Aktif Isi Jabatan Sipil
Presiden Prabowo Instruksikan Penambahan Pusat Rehabilitasi Narkoba, Tegaskan Perang Bersama Melawan Narkotika
KPK Telusuri Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung, Publik Diminta Beri Informasi
Momen TEI 2025, Koperasi Myristica Fakfak Teken MoU dengan PT. Martina Berto & PT. Inovasia: Produk Lemak dan Manisan Pala Siap Go Nasional
Dorong Investasi, Samaun Dahlan & Donatus Nimbitkendik Koordinasi dengan KLHK untuk Sertifikasi Bandara Siboru
Investor Korea Lirik 20 Ribu Ha Lahan Bomberay, Fakfak Siap Jadi Sentra Perkebunan Baru
PWNA Papua Barat Ikuti Tanwir II: Tegaskan Komitmen Perempuan Muda di Tanah Papua

Berita Terkait

Sabtu, 20 Desember 2025 - 10:46 WIT

BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca, Sejumlah Wilayah Indonesia Berstatus Waspada hingga Siaga

Sabtu, 20 Desember 2025 - 07:20 WIT

Kepala BMKG RI : Pilar Utama Manajemen Risiko Bencana Alam adalah Informasi yang Terintegrasi

Jumat, 14 November 2025 - 23:16 WIT

MK Batalkan Frasa Penjelasan UU Polri yang Buka Celah Polisi Aktif Isi Jabatan Sipil

Rabu, 29 Oktober 2025 - 14:02 WIT

Presiden Prabowo Instruksikan Penambahan Pusat Rehabilitasi Narkoba, Tegaskan Perang Bersama Melawan Narkotika

Selasa, 28 Oktober 2025 - 12:10 WIT

KPK Telusuri Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung, Publik Diminta Beri Informasi

Berita Terbaru

Produk Air Trimas bentuk Galon ( foto/ist)

Daerah

Ini Penyebab Kelangkaan Porduk Air Trimas di Sorong !

Rabu, 14 Jan 2026 - 16:47 WIT