Penutupan Seminar Nasional: Fakfak Jadi Titik Sejarah Masuknya Islam di Tanah Papua

by : Tim Redaksi

tagarutama.com, Fakfak – Seminar Nasional bertajuk “Sejarah Masuknya Islam di Tanah Papua” resmi ditutup dengan penuh khidmat di Winder Tuare, Fakfak, Sabtu (11/1/2025). Acara yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Barat bekerja sama dengan panitia lokal MUI Kabupaten Fakfak ini menjadi momen penting dalam merefleksikan perjalanan sejarah Islam di Tanah Papua, sekaligus memperkuat semangat toleransi dan harmoni antarumat beragama.

Ketua Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), Judson Ferdinandus Waprak, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran Islam dalam membangun keberagaman yang harmonis di Papua. Ia menekankan bahwa keberagaman adalah anugerah Tuhan yang harus dijaga dengan toleransi.

“MRPB mendukung penuh keberadaan agama Islam di Tanah Papua. Tuhan memberikan kita kesempatan untuk hidup berdampingan dalam keberagaman. Toleransi adalah fondasi yang harus terus kita jaga demi persatuan dan keharmonisan di Tanah Papua,” ujar Waprak.

Baca Juga : Gebyar Menyongsong Milad ke-3 Rumah Qur’an Cahaya Islam Fakfak: Membumikan Al-Qur’an di Tanah Papua

Dr. H. Amirsyah Tambunan, M.A., Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalam sambutannya mengajak semua pihak untuk menjadikan Fakfak sebagai simbol toleransi dan harmoni yang dapat menginspirasi dunia.

“Kita harus hidup berdampingan secara setara dan saling menghormati. Dari Fakfak, Papua Barat, kita ingin menyampaikan pesan kepada seluruh Tanah Papua dan dunia bahwa harmoni dan toleransi dapat menjadi cahaya peradaban. Mari kita bangun peradaban dari timur dengan semangat kebersamaan,” ungkapnya.

Penjabat Gubernur Papua Barat, Drs. H. Ali Baham Temongmere, M.TP, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa sejarah masuknya Islam ke Papua telah berlangsung selama 30 tahun hingga akhirnya ditetapkan secara resmi. Ia juga menekankan pentingnya melanjutkan dakwah Islam di seluruh wilayah Papua.

“Perjalanan ini telah berjalan selama tiga dekade, dan kita bersama telah menetapkan sejarah penting ini. Islam masuk ke Tanah Papua pada 8 Agustus 1360 Masehi melalui ulama dari Samudra Pasai, Abdul Gaffar. Secara pribadi, karya ini adalah salah satu prestasi terbesar yang pernah saya capai. Saya juga meminta kepada Sekretaris MUI agar kewenangan MUI di Papua Barat dapat ditingkatkan di level pusat, sehingga dakwah dan pembinaan umat dapat lebih maksimal,” tegasnya.

Penjabat Gubernur Papua Barat Drs. H. Ali Baham Temongmere, M.TP., saat menutup acara seminar nasional bertajuk sejarah masuknya Islam di Tanah Papua. Yang berlangsung di winder tuare, Fakfak
Penjabat Gubernur Papua Barat Drs. H. Ali Baham Temongmere, M.TP., saat menutup acara seminar nasional bertajuk sejarah masuknya Islam di Tanah Papua. Yang berlangsung di winder tuare, Fakfak

Ia juga mengapresiasi peran MRPB dalam mendukung sejarah Islam di Papua dan menyoroti pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual terkait sejarah ini.

Seminar ini menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam di Papua, sekaligus mengukuhkan Fakfak sebagai pusat toleransi dan harmoni. Dengan semangat persaudaraan, nilai-nilai yang dibangun dari Tanah Papua diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh Nusantara, bahkan dunia. (TU.01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *