tagarutama.com, JAKARTA – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan oleh Matahari Pagi Indonesia Provinsi DKI Jakarta melalui rangkaian aksi sosial pangan yang menyasar masyarakat di berbagai wilayah ibu kota. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai kemanusiaan sekaligus menghadirkan kebahagiaan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Setelah sebelumnya menggelar santunan anak yatim, buka puasa bersama, serta penyaluran hampers dari Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, rangkaian kegiatan berlanjut dengan pembagian bingkisan Lebaran yang didukung oleh Food Station Tjipinang Jaya pada Rabu (18/5/2026).
Ketua PW Matahari Pagi Indonesia DKI Jakarta menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar berbagi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarsesama.
“Ramadan adalah momen untuk memperkuat kepedulian. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan sekaligus memastikan bahwa masyarakat merasakan kehadiran solidaritas di tengah kehidupan yang penuh tantangan,” ujarnya.
Penyaluran bingkisan dilakukan di tiga titik, yakni Petamburan, Tebet Barat, dan Manggarai. Wilayah tersebut dipilih sebagai bagian dari upaya menjangkau masyarakat yang membutuhkan, sekaligus membangun jembatan kebersamaan melalui konsep “tali kasih”.
Menurut panitia, “tali kasih” bukan hanya sekadar simbol, melainkan wujud nyata dari hubungan sosial yang saling menguatkan. “Kami ingin menghadirkan rasa saling memiliki di tengah masyarakat. Dengan berbagi, kita memperkuat ikatan sosial yang menjadi fondasi kehidupan kota,” jelas salah satu koordinator lapangan.
Kolaborasi dengan Food Station Tjipinang Jaya turut menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh melalui sinergi berbagai pihak. Keterlibatan sektor publik dan komunitas dinilai mampu memperluas jangkauan bantuan serta meningkatkan dampak yang dirasakan masyarakat.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa persoalan pangan bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Ketika semua elemen bergerak bersama, dampaknya akan jauh lebih besar,” tambahnya.
Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil bagi sebagian warga, kegiatan ini menjadi pengingat pentingnya gotong royong. Jakarta, sebagai kota besar, tidak hanya dibangun oleh infrastruktur megah, tetapi juga oleh kekuatan solidaritas warganya.
PW Matahari Pagi Indonesia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menginspirasi berbagai pihak untuk melakukan hal yang sama. “Kami ingin semangat berbagi ini menyebar lebih luas, tidak berhenti di sini, tetapi tumbuh di banyak tempat,” ungkap panitia.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, aksi ini membawa pesan sederhana namun bermakna: kebahagiaan sejati tidak hanya diukur dari apa yang dimiliki, melainkan dari seberapa besar kepedulian yang dapat dibagikan kepada sesama. (TU.01)










