Dari Harum Pala Fakfak ke Tanah Suci: Kisah Rezeki dan Keberkahan Ibu Elminur

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:25 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ibu Elminur, seorang pengepul pala yang berhasil mewujudkan impiannya menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

Ibu Elminur, seorang pengepul pala yang berhasil mewujudkan impiannya menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

tagarutama.com, Fakfak – Harum rempah pala dari Kabupaten Fakfak tak hanya dikenal sebagai komoditas unggulan bernilai tinggi, tetapi juga menyimpan kisah-kisah inspiratif tentang perjuangan hidup masyarakatnya. Di balik rantai perdagangan pala yang panjang, terselip cerita ketekunan, harapan, dan keberkahan yang nyata dirasakan oleh para pelaku usaha di sektor ini.

Bagi masyarakat Fakfak, pala bukan sekadar hasil kebun. Komoditas ini menjadi penggerak utama ekonomi rakyat, menopang kebutuhan keluarga, hingga membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.

Salah satu kisah inspiratif datang dari Ibu Elminur, seorang pengepul pala Rasiputra. Berkat usaha yang ia tekuni selama bertahun-tahun, ia berhasil mewujudkan impiannya menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Perjalanan itu tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dibangun dari kerja keras, ketekunan, dan kebiasaan menabung dari hasil jual beli pala.

“Dari pala ini saya bisa mencukupi kebutuhan keluarga, menyekolahkan anak, hingga akhirnya bisa berangkat haji. Semua saya jalani pelan-pelan, yang penting konsisten dan bersyukur,” ungkap Ibu Elminur.

Baca Juga :  Dinas Perkebunan Fakfak Maksimalkan Produktivitas Pala Tomandin dengan Tiga Jenis Pupuk Unggulan

Baginya, pala bukan hanya komoditas dagang, tetapi juga sumber penghidupan yang membawa keberkahan. Usaha yang ia jalankan telah menjadi tulang punggung keluarga sekaligus jalan rezeki yang membuka peluang besar dalam hidupnya.

Kisah tersebut mencerminkan peran strategis pala dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat Fakfak. Dari kebun milik petani, proses panen, hingga distribusi oleh pengepul, komoditas ini membentuk ekosistem ekonomi yang melibatkan banyak pihak. Tidak sedikit masyarakat yang mampu membiayai pendidikan anak, memenuhi kebutuhan rumah tangga, hingga mengembangkan usaha dari hasil pala.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, S.T., M.T., menegaskan bahwa pengalaman Ibu Elminur menjadi bukti nyata kekuatan ekonomi pala bagi masyarakat.

“Pala adalah sumber penghidupan masyarakat Fakfak. Dari komoditas inilah roda ekonomi kampung bergerak, kesejahteraan keluarga tumbuh, dan harapan masa depan dibangun. Kisah Ibu Elminur menunjukkan bahwa pala memiliki nilai ekonomi yang mampu mengangkat taraf hidup, bahkan mengantarkan pada cita-cita besar seperti menunaikan ibadah haji,” ujarnya.

Baca Juga :  Sosialisasikan Penanganan Yang Tepat Terhadap Pala Tomandin, MPIG-PTF dan Dinas Perkebunan Fakfak Turun Langsung Edukasi Pengepul

Ia menambahkan, pemerintah daerah melalui Dinas Perkebunan terus berkomitmen memperkuat sektor ini. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari peningkatan produktivitas, peremajaan tanaman, pengembangan teknologi pala grafting, hingga pendampingan bagi petani dan pelaku usaha.

“Upaya ini dilakukan agar pala Fakfak semakin bernilai tambah, memperkuat ekonomi lokal, serta menjadi warisan kesejahteraan bagi generasi mendatang,” tambahnya.

Di tanah Fakfak, pala lebih dari sekadar rempah. Ia adalah simbol kehidupan, penggerak ekonomi rakyat, sekaligus sumber keberkahan yang terus tumbuh dari generasi ke generasi mengharumkan nama daerah dan membawa harapan menuju masa depan yang lebih sejahtera. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini Penjelasan Ketua MUI Papua Barat Terkait Hibah Rp 1 Miliar
Perayaan Islam Masuk di Tanah Papua ke 666 Tahun, Angkat Semangat Toleransi dan Persatuan
Perdagangan Pala Fakfak Hingga Juli 2026 Capai 1.025 Ton, Retribusi Daerah Tembus Rp405 Juta
KAMMI Fakfak Gelar Musyawarah Komisariat IX, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan dan Semangat Dakwah
Bupati Fakfak Tandatangani Lima Surat Edaran, Perkuat Tata Kelola Musim Panen Pala Barat 2026
Inventarisasi CPCL Peremajaan Kelapa 75 Hektare Rampung, Pemkab Fakfak Optimistis Raih Tambahan Alokasi APBN 2026
Pala dan Pohon Pogah: Warisan Alam Fakfak yang Mendunia, Siap Menembus Pasar Global
Tembakau Negeri Mahi Tuni, Warisan Leluhur yang Terus Dijaga Pemerintah Kabupaten Fakfak

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:21 WIT

Ini Penjelasan Ketua MUI Papua Barat Terkait Hibah Rp 1 Miliar

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:14 WIT

Perayaan Islam Masuk di Tanah Papua ke 666 Tahun, Angkat Semangat Toleransi dan Persatuan

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:25 WIT

KAMMI Fakfak Gelar Musyawarah Komisariat IX, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan dan Semangat Dakwah

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:39 WIT

Bupati Fakfak Tandatangani Lima Surat Edaran, Perkuat Tata Kelola Musim Panen Pala Barat 2026

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:23 WIT

Inventarisasi CPCL Peremajaan Kelapa 75 Hektare Rampung, Pemkab Fakfak Optimistis Raih Tambahan Alokasi APBN 2026

Berita Terbaru