Retribusi Pala Tembus Rp248,4 Juta hingga April 2026, Harga Fuly Menguat, Fokus Perkuat Mutu

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:36 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penerimaan retribusi Pala hingga akhir April 2026 mencapai Rp248.465.700.

Penerimaan retribusi Pala hingga akhir April 2026 mencapai Rp248.465.700.

tagarutama.com, Fakfak – Komoditas pala sebagai tulang punggung ekonomi perkebunan rakyat di Kabupaten Fakfak terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hingga akhir April 2026, penerimaan retribusi dari sektor ini tercatat mencapai Rp248.465.700. Khusus bulan April, realisasi penerimaan sebesar Rp50.996.700, relatif setara dengan bulan Maret, mencerminkan stabilitas aktivitas perdagangan antar pulau.

Data lalu lintas komoditas menunjukkan bahwa total volume pala yang diperdagangkan selama Januari-April 2026 mencapai 706,27 ton. Jumlah tersebut terdiri dari pala kulit sebanyak 515,88 ton, pala ketok 79,80 ton, serta fuly (bunga pala) 110,58 ton.

Sementara pada April saja, volume perdagangan tercatat 104,39 ton, dengan rincian pala kulit 66,99 ton, pala ketok 10 ton, dan fuly 27,40 ton. Produk-produk tersebut dipasarkan ke berbagai daerah melalui jalur perdagangan antar pulau.

Dominasi masih dipegang oleh pala kulit, menandakan tingginya kebutuhan pasar terhadap produk primer. Namun, peningkatan volume fuly menjadi sinyal positif karena komoditas ini memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan semakin diminati oleh industri maupun pasar ekspor.

Di sisi lain, kualitas pala Fakfak juga menunjukkan kemajuan. Berdasarkan hasil uji laboratorium Dinas Perkebunan, terjadi peningkatan pada sejumlah aspek penting seperti tingkat kematangan buah, kebersihan, kadar air yang lebih terkontrol, serta pemisahan jenis komoditas yang semakin baik. Penanganan pascapanen pun mulai mengikuti standar perdagangan yang berlaku.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, menjelaskan bahwa stabilitas capaian April dipengaruhi oleh sejumlah faktor.

Baca Juga :  Bakti Nyata Menyambut Paskah, Umat Katolik St. Marselus Sipatnanam Bersama Dinas Perkebunan Fakfak Tanam 30 Pohon Kelapa Hibrida

“Capaian retribusi hingga akhir April sebesar Rp248,4 juta menunjukkan bahwa perdagangan pala Fakfak tetap bergerak stabil. Pola panen masyarakat yang merata, kondisi cuaca yang mendukung, serta permintaan pasar yang konsisten menjadi faktor utama. Selain itu, pelaku usaha kini lebih selektif terhadap mutu, sehingga hanya produk berkualitas yang masuk ke pasar,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas turut memengaruhi kepercayaan pasar.

“Kita tidak lagi hanya mengejar kuantitas, tetapi juga menjaga reputasi mutu. Hasil pengujian menunjukkan perbaikan signifikan, terutama pada kematangan pala, kadar air, serta pemisahan jenis komoditas. Ini berdampak langsung pada meningkatnya kepercayaan pembeli,” jelasnya.

Menurutnya, stabilnya volume perdagangan juga menjadi bagian dari proses adaptasi terhadap kebijakan penataan tata niaga yang tengah diterapkan pemerintah daerah.

“Trennya positif. Produksi stabil, mutu meningkat, dan perdagangan tetap berjalan. Ke depan, fokus kami adalah memastikan pala Fakfak dikenal sebagai rempah premium, bukan sekadar komoditas volume,” tegasnya.

Harga Fuly Naik, Biji Pala Masih Perlu Pembenahan

Dari sisi harga, perkembangan pasar menunjukkan tren yang cukup menggembirakan, terutama pada komoditas fuly.

“Saat ini harga fuly di Fakfak berada pada kisaran Rp260 ribu hingga Rp270 ribu per kilogram. Di pasar besar seperti Surabaya dan Jakarta, sudah mencapai Rp280 ribu hingga Rp290 ribu per kilogram. Ini menandakan permintaan yang tinggi dan kualitas produk Fakfak mulai diakui,” ungkap Widhi.

Baca Juga :  Market Day SIT As Salaam Fakfak: Belajar Berbisnis Sejak Dini dengan Cara Menyenangkan

Namun, kondisi berbeda masih terjadi pada biji pala yang belum mengalami kenaikan harga signifikan. Hal ini dipengaruhi oleh sejumlah persoalan mendasar pada aspek mutu.

“Potensi biji pala sebenarnya besar, tetapi kualitas yang belum seragam menjadi kendala. Masih ditemukan panen yang belum optimal, kadar air tinggi, pencampuran kualitas, hingga penanganan pascapanen yang belum maksimal. Ini memengaruhi kepercayaan pembeli,” jelasnya.

Ia juga menyoroti semakin ketatnya standar pasar, terutama dari pembeli besar dan kebutuhan ekspor.

“Pasar sekarang menuntut kualitas yang konsisten ukuran seragam, warna inti baik, aroma kuat, bebas jamur, dan kadar air sesuai standar. Kalau ini bisa dipenuhi, harga pasti ikut naik,” tegasnya.

Widhi menekankan bahwa momentum kenaikan harga fuly harus dimanfaatkan untuk memperbaiki tata kelola produksi secara menyeluruh.

“Kuncinya ada pada disiplin panen pala tua betul, proses pengeringan yang baik, serta pemisahan kualitas sejak awal. Kita tidak bisa hanya menjual volume, tetapi harus menjual kualitas. Jika mutu terjaga, nilai ekonomi petani akan meningkat,” ujarnya.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa sektor pala Fakfak tidak hanya tumbuh dari sisi perdagangan, tetapi juga mulai bergerak menuju penguatan mutu, penataan tata niaga yang lebih tertib, serta peningkatan nilai tambah bagi petani.

Upaya ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Program Strategis Pala Unggul Fakfak sebagai komoditas rempah premium dari Papua Barat. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAMMI Fakfak Gelar Musyawarah Komisariat IX, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan dan Semangat Dakwah
Bupati Fakfak Tandatangani Lima Surat Edaran, Perkuat Tata Kelola Musim Panen Pala Barat 2026
Inventarisasi CPCL Peremajaan Kelapa 75 Hektare Rampung, Pemkab Fakfak Optimistis Raih Tambahan Alokasi APBN 2026
Pala dan Pohon Pogah: Warisan Alam Fakfak yang Mendunia, Siap Menembus Pasar Global
Tembakau Negeri Mahi Tuni, Warisan Leluhur yang Terus Dijaga Pemerintah Kabupaten Fakfak
Mom’s Bakery Indonesia dan Greens And Beans Tertarik Kembangkan Produk Pala Tomandin Fakfak, Dukung Perluasan Pasar Produk Lokal Berbahan Alami
Dinas Perkebunan Fakfak Gaungkan Gerakan “Fakfak Bersih Kotaku” untuk Mendukung Fakfak Membara
Tindak Lanjut Audiensi Bupati Fakfak dengan Menteri Pertanian RI, Program Peremajaan Kelapa Resmi Dimulai

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:25 WIT

KAMMI Fakfak Gelar Musyawarah Komisariat IX, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan dan Semangat Dakwah

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:39 WIT

Bupati Fakfak Tandatangani Lima Surat Edaran, Perkuat Tata Kelola Musim Panen Pala Barat 2026

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:23 WIT

Inventarisasi CPCL Peremajaan Kelapa 75 Hektare Rampung, Pemkab Fakfak Optimistis Raih Tambahan Alokasi APBN 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 07:44 WIT

Pala dan Pohon Pogah: Warisan Alam Fakfak yang Mendunia, Siap Menembus Pasar Global

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:57 WIT

Tembakau Negeri Mahi Tuni, Warisan Leluhur yang Terus Dijaga Pemerintah Kabupaten Fakfak

Berita Terbaru

Pau Cubarsi dan Lamine Yamal membawa Spanyol Juara Piala Dunia 2026.

Olahraga

Dua Bintang Muda Antar Spanyol Raih Gelar Juara Dunia 2026

Senin, 20 Jul 2026 - 05:27 WIT