tagarutama.com, Fakfak — Untuk menjaga mutu dan kualitas komoditas unggulan daerah, Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak intensif melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan edukasi kepada para pengepul pala di wilayah perkotaan (16/04/2025). Langkah ini bertujuan untuk memastikan proses pascapanen dilakukan dengan benar, terutama larangan menjemur pala di pinggir jalan yang berpotensi menurunkan kualitas produk.
Sidak yang dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Pengawasan Komoditi Perkebunan, George Waruma, S.ST, menyasar beberapa titik pengepulan di Kota Fakfak. Dalam kegiatan itu, ditemukan sejumlah pengepul masih menjemur hasil produksi di tepi jalan, yang tidak sesuai dengan standar penanganan pascapanen.
“Kami temukan masih ada pengepul yang menjemur pala di pinggir jalan. Ini tidak hanya merusak kualitas, tetapi juga membahayakan kebersihan produk yang nantinya akan dikonsumsi atau diekspor,” ujar George Waruma.
Menurut data Dinas Perkebunan, terdapat sekitar 6 pedagang grosir antar pulau dan 51 pedagang pengumpul yang tersebar di wilayah kota. Mereka menjadi sasaran utama dalam upaya membangun pemahaman dan komunikasi tentang pentingnya menjaga kualitas Pala Tomandin, salah satu pala terbaik yang menjadi andalan Fakfak.
“Kami terus mengedukasi para pengepul agar sadar pentingnya perlakuan pascapanen yang baik. Mutu pala Tomandin harus dijaga, karena itu kekuatan utama kita dalam bersaing di pasar nasional maupun ekspor,” tambahnya.
Penanganan pascapanen yang buruk, seperti penjemuran di tempat terbuka yang tidak higienis, berisiko tinggi terhadap kerusakan produk. Salah satu ancaman utama adalah kontaminasi jamur aflatoksin yang sangat merugikan baik dari sisi kualitas maupun nilai jual.
Dinas Perkebunan juga mengingatkan pentingnya fasilitas standar bagi pengepul seperti asaran pala, rumah pengeringan atau penjemuran fuli (bunga pala), dan gudang penyimpanan yang layak dan bersih.
“Langkah ini bukan untuk membatasi, tapi justru mendorong pengepul lebih serius dan profesional dalam mengelola usaha mereka. Bila kualitas terjaga, nilai jual meningkat, dan kita bisa masuk pasar ekspor dengan lebih percaya diri,” tutup George.
Dengan gencarnya edukasi dan pengawasan ini, diharapkan para pelaku usaha pala di Fakfak semakin sadar dan konsisten menerapkan standar yang benar. Pala Tomandin yang selama ini dikenal sebagai ikon rempah Fakfak, akan tetap menjadi komoditas unggulan yang berkualitas tinggi dan dibanggakan. (TU.01)