Potensi Rp 781 Juta per Tahun, Retribusi Komoditas Pala Siap Dorong PAD Kabupaten Fakfak

Pewarta : A. Anas Rumodar, Editor : Ishar Hafid

tagarutama.com, Fakfak — Kebijakan retribusi daerah untuk komoditas pala di Kabupaten Fakfak diproyeksikan akan menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru yang cukup signifikan. Berdasarkan data Dinas Perkebunan, rata-rata volume penjualan pala antar pulau dalam tiga tahun terakhir mencapai 1.650 hingga 2.000 ton per tahun, sementara penjualan bibit pala sekitar 20.000 pohon per tahun.

Dengan tarif retribusi yang telah disepakati bersama pelaku usaha, potensi penerimaan daerah dari sektor ini ditaksir berada di kisaran Rp 600 juta hingga Rp 781 juta per tahun. Hal ini disampaikan Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak saat sosialisasi pemutakhiran tarif retribusi digelar oleh Dinas Perkebunan pada Rabu (23/4/2025) di ruang pertemuan Disbun Fakfak.

Plt Kepala Dinas Perkebunan Fakfak mengungkapkan bahwa penerimaan ini sangat penting di tengah kebutuhan efisiensi dan keterbatasan anggaran daerah.

“Pendapatan ini akan menjadi sumber pembiayaan pembangunan di berbagai sektor, sekaligus mendukung peningkatan pelayanan publik dan pemberdayaan pekebun pala,” jelasnya.

Baca Juga : Pemerintah Daerah Fakfak Mantapkan Pungutan Pajak Retribusi Pala, Dinas Perkebunan Sosialisasikan Tarif Baru kepada Pelaku Usaha

Kebijakan retribusi ini juga diarahkan untuk menjaga mutu dan citra pala Tomandin Fakfak yang kini makin dikenal pasar nasional maupun internasional. Pemerintah daerah mendorong agar seluruh pelaku usaha menjaga kualitas produksi, sehingga nilai jual komoditas pala bisa terus meningkat.

“Jangan jadikan retribusi sebagai alasan untuk menurunkan harga pala. Justru kita harus saling menguatkan, karena petani adalah sumber penghidupan kita. Mari kita jaga mutu pala Tomandin,” tegas Plt Kepala Dinas dalam penutupan sosialisasi.

Sebagai bagian dari implementasi kebijakan ini, Pemerintah Kabupaten Fakfak bersama Bank Papua akan segera meluncurkan Launching Perdana Penerimaan Retribusi Pala Unggulan Daerah. Kegiatan ini diharapkan menjadi simbol awal kontribusi nyata sektor perkebunan dalam mendukung pembangunan ekonomi Fakfak. (TU.04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *