tagarutama.com, Fakfak – Dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Radio Republik Indonesia (RRI) tahun 2025, RRI Fakfak bersama Dinas Perkebunan Fakfak, Dinas PUPR, dan KPHP Fakfak berkolaborasi melakukan aksi nyata penghijauan dengan menanam pohon produktif dan tanaman pelestarian di kawasan ruang terbuka hijau (RTH) Kyai Maruuf serta sepanjang pesisir area reklamasi Thumburuni, Fakfak.
Kegiatan ini diawali dengan persiapan teknis, mulai dari pembuatan lubang tanam hingga perhitungan jumlah pohon yang akan ditanam di area tersebut.
Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., menjelaskan bahwa kolaborasi ini bukan yang pertama kali dilakukan.
“Tahun lalu kami bersama RRI telah menanam pohon pala tomandin dan matoa kelapa di wilayah Pasir Putih. Tahun ini, kami kembali mendukung inisiatif RRI dengan memperluas penghijauan di kawasan reklamasi Thumburuni yang juga menjadi pusat kegiatan Car Free Day masyarakat Fakfak,” ujarnya.
Baca Juga : Dorong Pala Fakfak Jadi Komoditas Unggulan Nasional, Wabup Donatus Tinjau Lokasi Demplot Pala Unggul
Ia menambahkan, kegiatan ini juga sejalan dengan program Gerakan Tanam Kebun (GERTAK Fakfak) yang mendorong pemanfaatan ruang secara produktif melalui tanaman perkebunan lokal.
“Ada sekitar 15 pohon kelapa genjah atau kelapa pendek yang cepat berbuah akan ditanam dengan jarak delapan meter di sepanjang pesisir reklamasi. Selain itu, kami juga menyiapkan pohon kasuari atau cemara laut sebagai penahan abrasi dan penghijauan kawasan pesisir,” jelas Widhi.
Sementara itu, Kepala RRI Fakfak, James Stephent Jahawadan, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial perayaan HUT, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan.
“Momentum HUT ke-80 RRI ini kami jadikan kesempatan untuk berkontribusi lebih bagi kota ini. Pohon-pohon peneduh sangat dibutuhkan sebagai sumber oksigen dan penyejuk lingkungan. Karena itu, aksi tanam pohon ini dipusatkan di reklamasi Thumburuni sebagai warisan hijau untuk generasi mendatang,” tutur James.
Selain kelapa dan kasuari, sejumlah pohon lain seperti pala, kopi, dan kelapa yang sebelumnya telah ditanam oleh Dinas PUPR bersama Dinas Perkebunan juga akan dirawat dan diperhatikan kembali agar tumbuh optimal.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan tidak hanya mempercantik wajah kota Fakfak, tetapi juga memperkuat identitas daerah lewat tanaman endemik seperti pala tomandin dan kelapa yang selama ini menjadi ciri khas serta kebanggaan masyarakat Fakfak.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan alam serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti pelestarian lingkungan demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. (TU.01)