tagarutama.com, Fakfak – Menjelang bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah atau tahun 2025 Masehi, Kementerian Agama (Kemenag) Fakfak telah merilis jadwal imsakiyah sebagai panduan bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa. Namun, kepastian awal Ramadhan masih menunggu hasil sidang itsbat yang akan digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia setelah menerima laporan dari berbagai daerah terkait pemantauan hilal.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Fakfak, Yahya Bin Tahir, S.Hi, menjelaskan bahwa penetapan 1 Ramadhan dilakukan berdasarkan hasil rukyatul hilal (pengamatan bulan) yang akan dilaksanakan pada 29 Sya’ban 1446 H, bertepatan dengan tanggal 28 Februari 2025 dimulai pukul 18.00 WIT, saat matahari terbenam.
“Meskipun jadwal imsakiyah sudah diterbitkan, awal Ramadhan tetap menunggu sidang itsbat. Pemantauan hilal akan dilakukan untuk melihat apakah ketinggian bulan telah mencapai minimal 3 derajat. Jika memenuhi kriteria, hasilnya akan dibawa ke sidang itsbat dan dikolaborasikan dengan laporan dari berbagai daerah pemantauan hilal di Indonesia,” jelas Yahya Bin Tahir.
Baca Juga : Jangan Lewatkan. Malam Nisfu Syaban 2025, Kesempatan Emas Mendapat Ampunan dan Berkah
Di Kabupaten Fakfak, pemantauan hilal akan dilakukan di Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIS) Al Mahdi, yang berlokasi di Kelurahan Wagom, Distrik Pariwari.
“Kami mengajak masyarakat untuk memahami bahwa pemerintah menetapkan awal Ramadhan berdasarkan pengamatan hilal secara langsung,” tambahnya.
Dengan adanya jadwal imsakiyah, diharapkan umat Islam di Fakfak dapat mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan dengan lebih baik. Sementara itu, masyarakat diminta untuk menunggu pengumuman resmi dari pemerintah terkait kapan dimulainya ibadah puasa berdasarkan hasil sidang itsbat. (TU.01)