tagarutama.com, Fakfak – Komitmen menjaga warisan pala sebagai identitas daerah terus digelorakan. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Fakfak sekaligus Bunda PAUD, Nurwidayati Samaun Dahlan, memimpin langsung gerakan penanaman Pala Tomandin Grafting di Rumah Negara. Kegiatan ini menjadi langkah nyata menghidupkan kembali jati diri Fakfak sebagai salah satu sentra pala unggulan di Indonesia.
Gerakan tersebut tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pelestarian lingkungan melalui konsep penghijauan produktif berbasis komoditas lokal. Keterlibatan aktif ibu-ibu PKK bersama Dinas Perkebunan Fakfak menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun ekonomi hijau yang berkelanjutan.
Dalam kegiatan itu, Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak melalui Kepala Seksi Produksi Usaha Perkebunan, Imelda Hegemur, S.Sos., M.Si., menyerahkan secara simbolis 10 bibit Pala Tomandin Grafting dan 6 bibit kelapa genjah entok kepada Tim Gertak (Gerakan Tanam Kebun) dan jajaran PKK.
“Penanaman ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah langkah awal membangun ruang hijau produktif yang mencerminkan identitas Fakfak sebagai Kota Pala,” ujar Imelda.
Ia menjelaskan, Pala Tomandin Grafting merupakan inovasi budidaya berbasis teknik vegetatif yang menghadirkan sejumlah keunggulan dibanding metode konvensional. Tanaman ini memiliki postur lebih pendek, perawatan lebih mudah, serta masa produksi yang jauh lebih cepat.
“Jika pala dari biji umumnya baru berbuah dalam 7 hingga 10 tahun, maka melalui teknik grafting, tanaman sudah dapat berproduksi sekitar 3,5 tahun. Selain itu, peluang berbuah juga lebih pasti karena menggunakan entres dari pohon induk unggul yang sudah terbukti produktif,” jelasnya.
Tak hanya mempercepat masa panen, inovasi ini juga meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kondisi lingkungan, memperkuat adaptasi di berbagai jenis lahan, serta menghasilkan kualitas panen yang lebih baik. Upaya ini dinilai sebagai terobosan penting dalam menjaga keberlanjutan pala sebagai kekuatan ekonomi sekaligus warisan budaya masyarakat Fakfak.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Perkebunan telah menyiapkan sekitar 500 bibit Pala Tomandin Grafting serta kelapa genjah entok yang didatangkan dari Kebumen, Jawa Tengah. Bibit tersebut akan ditanam di berbagai lokasi strategis, mulai dari pusat kota, taman, kawasan bandara, fasilitas umum, hingga pekarangan warga.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat citra visual Fakfak sebagai “Kota Pala”, sekaligus mendorong masyarakat untuk menjadikan pala sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Nurwidayati Samaun Dahlan menegaskan pentingnya peran perempuan dan keluarga dalam menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan potensi lokal.
“Gerakan ini menunjukkan bahwa pembangunan bisa dimulai dari rumah dan pekarangan. Ketika ibu-ibu bergerak, keluarga ikut terlibat, dan dari situlah perubahan besar dimulai,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini memiliki nilai edukatif bagi generasi muda, terutama dalam menanamkan kecintaan terhadap potensi daerah sejak dini.
Gerakan tanam ini merupakan kelanjutan dari peluncuran program Pala Grafting yang sebelumnya digelar pada momentum Hari Pendidikan Nasional ke-117 Tahun 2026 di SMAN 2 Fakfak. Saat itu, kegiatan difokuskan sebagai sarana pembelajaran bagi pelajar tentang pentingnya inovasi pertanian dalam menjaga eksistensi pala Fakfak.
Kini, gerakan tersebut terus meluas, dari lingkungan sekolah ke ruang publik dan keluarga. Penanaman pala tidak lagi sekadar kegiatan seremonial, tetapi telah berkembang menjadi gerakan kolektif masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan, Fakfak terus meneguhkan diri sebagai daerah yang tumbuh bersama pala, hijau lingkungannya, kuat ekonominya, dan lestari budayanya. (TU.01)










