Ketua TP PKK Nurwidayati Samaun Dahlan Pimpin Gerakan Tanam Pala Grafting, Perkuat Identitas Fakfak sebagai Tanah Pala

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 05:47 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bunda PAUD, Nurwidayati Samaun Dahlan, menyerahkan dan memimpin langsung gerakan penanaman Pala Tomandin Grafting.

Bunda PAUD, Nurwidayati Samaun Dahlan, menyerahkan dan memimpin langsung gerakan penanaman Pala Tomandin Grafting.

tagarutama.com, Fakfak – Komitmen menjaga warisan pala sebagai identitas daerah terus digelorakan. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Fakfak sekaligus Bunda PAUD, Nurwidayati Samaun Dahlan, memimpin langsung gerakan penanaman Pala Tomandin Grafting di Rumah Negara. Kegiatan ini menjadi langkah nyata menghidupkan kembali jati diri Fakfak sebagai salah satu sentra pala unggulan di Indonesia.

Gerakan tersebut tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pelestarian lingkungan melalui konsep penghijauan produktif berbasis komoditas lokal. Keterlibatan aktif ibu-ibu PKK bersama Dinas Perkebunan Fakfak menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun ekonomi hijau yang berkelanjutan.

Dalam kegiatan itu, Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak melalui Kepala Seksi Produksi Usaha Perkebunan, Imelda Hegemur, S.Sos., M.Si., menyerahkan secara simbolis 10 bibit Pala Tomandin Grafting dan 6 bibit kelapa genjah entok kepada Tim Gertak (Gerakan Tanam Kebun) dan jajaran PKK.

“Penanaman ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah langkah awal membangun ruang hijau produktif yang mencerminkan identitas Fakfak sebagai Kota Pala,” ujar Imelda.

Ia menjelaskan, Pala Tomandin Grafting merupakan inovasi budidaya berbasis teknik vegetatif yang menghadirkan sejumlah keunggulan dibanding metode konvensional. Tanaman ini memiliki postur lebih pendek, perawatan lebih mudah, serta masa produksi yang jauh lebih cepat.

Baca Juga :  SMA Negeri 1 Fakfak Gandeng Dinas Perkebunan: Membangun Kesadaran Generasi Muda Akan Potensi Pala Fakfak

“Jika pala dari biji umumnya baru berbuah dalam 7 hingga 10 tahun, maka melalui teknik grafting, tanaman sudah dapat berproduksi sekitar 3,5 tahun. Selain itu, peluang berbuah juga lebih pasti karena menggunakan entres dari pohon induk unggul yang sudah terbukti produktif,” jelasnya.

Tak hanya mempercepat masa panen, inovasi ini juga meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kondisi lingkungan, memperkuat adaptasi di berbagai jenis lahan, serta menghasilkan kualitas panen yang lebih baik. Upaya ini dinilai sebagai terobosan penting dalam menjaga keberlanjutan pala sebagai kekuatan ekonomi sekaligus warisan budaya masyarakat Fakfak.

Sebagai tindak lanjut, Dinas Perkebunan telah menyiapkan sekitar 500 bibit Pala Tomandin Grafting serta kelapa genjah entok yang didatangkan dari Kebumen, Jawa Tengah. Bibit tersebut akan ditanam di berbagai lokasi strategis, mulai dari pusat kota, taman, kawasan bandara, fasilitas umum, hingga pekarangan warga.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat citra visual Fakfak sebagai “Kota Pala”, sekaligus mendorong masyarakat untuk menjadikan pala sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Fokus Kembangkan Pala Tomandin, Perluasan Lahan Siap Dilaksanakan Tahun 2025

Sementara itu, Nurwidayati Samaun Dahlan menegaskan pentingnya peran perempuan dan keluarga dalam menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan potensi lokal.

“Gerakan ini menunjukkan bahwa pembangunan bisa dimulai dari rumah dan pekarangan. Ketika ibu-ibu bergerak, keluarga ikut terlibat, dan dari situlah perubahan besar dimulai,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini memiliki nilai edukatif bagi generasi muda, terutama dalam menanamkan kecintaan terhadap potensi daerah sejak dini.

Gerakan tanam ini merupakan kelanjutan dari peluncuran program Pala Grafting yang sebelumnya digelar pada momentum Hari Pendidikan Nasional ke-117 Tahun 2026 di SMAN 2 Fakfak. Saat itu, kegiatan difokuskan sebagai sarana pembelajaran bagi pelajar tentang pentingnya inovasi pertanian dalam menjaga eksistensi pala Fakfak.

Kini, gerakan tersebut terus meluas, dari lingkungan sekolah ke ruang publik dan keluarga. Penanaman pala tidak lagi sekadar kegiatan seremonial, tetapi telah berkembang menjadi gerakan kolektif masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan, Fakfak terus meneguhkan diri sebagai daerah yang tumbuh bersama pala, hijau lingkungannya, kuat ekonominya, dan lestari budayanya. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini Penjelasan Ketua MUI Papua Barat Terkait Hibah Rp 1 Miliar
Perayaan Islam Masuk di Tanah Papua ke 666 Tahun, Angkat Semangat Toleransi dan Persatuan
Perdagangan Pala Fakfak Hingga Juli 2026 Capai 1.025 Ton, Retribusi Daerah Tembus Rp405 Juta
KAMMI Fakfak Gelar Musyawarah Komisariat IX, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan dan Semangat Dakwah
Bupati Fakfak Tandatangani Lima Surat Edaran, Perkuat Tata Kelola Musim Panen Pala Barat 2026
Inventarisasi CPCL Peremajaan Kelapa 75 Hektare Rampung, Pemkab Fakfak Optimistis Raih Tambahan Alokasi APBN 2026
Pala dan Pohon Pogah: Warisan Alam Fakfak yang Mendunia, Siap Menembus Pasar Global
Tembakau Negeri Mahi Tuni, Warisan Leluhur yang Terus Dijaga Pemerintah Kabupaten Fakfak

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:21 WIT

Ini Penjelasan Ketua MUI Papua Barat Terkait Hibah Rp 1 Miliar

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:14 WIT

Perayaan Islam Masuk di Tanah Papua ke 666 Tahun, Angkat Semangat Toleransi dan Persatuan

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:25 WIT

KAMMI Fakfak Gelar Musyawarah Komisariat IX, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan dan Semangat Dakwah

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:39 WIT

Bupati Fakfak Tandatangani Lima Surat Edaran, Perkuat Tata Kelola Musim Panen Pala Barat 2026

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:23 WIT

Inventarisasi CPCL Peremajaan Kelapa 75 Hektare Rampung, Pemkab Fakfak Optimistis Raih Tambahan Alokasi APBN 2026

Berita Terbaru