Edukasi Masyarakat, Bea Cukai Fakfak Musnahkan Ribuan Rokok dan Minuman Ilegal

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 19 Mei 2025 - 04:06 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Bea dan Cukai Fakfak menggelar pemusnahan barang hasil penindakan.

Kantor Bea dan Cukai Fakfak menggelar pemusnahan barang hasil penindakan.

tagarutama.com, Fakfak – Dalam upaya menekan peredaran barang kena cukai (BKC) ilegal serta memberikan edukasi kepada masyarakat, Kantor Bea dan Cukai Fakfak menggelar pemusnahan barang hasil penindakan di bidang cukai pada Senin (19/5). Kegiatan berlangsung secara terbuka di halaman kantor Bea Cukai Fakfak.

Barang-barang yang dimusnahkan telah berstatus sebagai Barang Milik Negara (BMN), terdiri dari 7.220 batang rokok ilegal, 37 botol hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL), dan 194 botol minuman mengandung etil alkohol (MMEA). Total estimasi nilai barang mencapai lebih dari Rp 27 juta.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Fakfak, Rahmat Handoko, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebatas pemusnahan, tetapi juga bagian dari komitmen Bea Cukai dalam melindungi masyarakat serta mendukung iklim usaha yang sehat.

“Pemusnahan ini merupakan bentuk nyata komitmen kami dalam memberantas peredaran barang ilegal. Ini juga bagian dari transparansi publik serta edukasi agar masyarakat semakin sadar dan waspada terhadap peredaran rokok dan minuman ilegal,” ujar Rahmat Handoko di sela kegiatan.

Baca Juga :  Transportasi Laut Jadi Pilihan Utama Pelajar dan Mahasiswa, Orang Tua Harap Armada dan Fasilitas Ditambah

Ia juga menambahkan bahwa mayoritas barang ilegal yang berhasil diamankan di wilayah Kabupaten Fakfak adalah rokok tanpa pita cukai. Menurutnya, peredaran rokok ilegal bukan hanya merugikan negara dari sisi penerimaan cukai, tetapi juga mengancam keberlangsungan industri legal dan membahayakan masyarakat sebagai konsumen.

“Kami mengimbau para pelaku usaha, terutama UMKM dan pedagang kecil, agar tidak tergiur tawaran menjual produk tanpa cukai hanya demi keuntungan lebih. Selain melanggar hukum, hal ini juga dapat merusak kepercayaan konsumen,” tegasnya.

Baca Juga : Fakfak Siap Lompatan Pendidikan: Raker Pendidikan Akan Rumuskan Langkah Strategis

Rahmat Handoko menjelaskan, bagi siapa saja yang terbukti mengedarkan rokok ilegal dapat dikenai sanksi pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai. Pelanggar dapat dipidana penjara 1 hingga 5 tahun, serta denda minimal 2 kali hingga maksimal 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Baca Juga :  Petani Pala Fakfak Kekurangan Fasilitas Pasca Panen, Dinas Perkebunan Dorong Dukungan Pemerintah

Tak hanya pemusnahan barang ilegal, Bea Cukai Fakfak juga melakukan pemusnahan 2.568 bundel arsip kantor yang telah habis masa retensinya dan tidak memiliki nilai guna. Langkah ini merupakan bagian dari penerapan tata kelola pemerintahan yang baik, guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik melalui pengelolaan arsip yang efektif dan akuntabel.

“Dengan pengelolaan arsip yang lebih tertib, kami berharap bisa terus meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat dan mitra kerja,” tutup Rahmat.

Melalui kegiatan ini, Bea Cukai Fakfak berharap dapat terus bersinergi dengan masyarakat dan para pelaku usaha untuk mewujudkan wilayah bebas dari barang kena cukai ilegal serta mendukung pertumbuhan industri dalam negeri yang sehat dan kompetitif. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OJK Papua Barat-PBD Perkuat Akses Permoodalan, Petani Pala Fakfak Didorong Naik Kelas
Petani dan Pedagang Sepakati Harga Standar Pala Fakfak, Rp600 Ribu per 1.000 Biji dengan Prioritas Mutu
Sosialisasi SNI Pala Tomandin Fakfak, Dorong Kualitas dan Perkuat Daya Saing di Pasar Global
Perkuat Komoditas Andalan, Pemda Fakfak Resmikan Perbup RAD Pala Unggul 2025–2029
Pemda Fakfak Intensifkan Pengawasan, Pastikan Kenaikan Harga Pala Berpihak ke Petani
Perdagangan Pala Diawasi Ketat, Pemda Fakfak Libatkan Karantina
KPU Fakfak Tetapkan 62.716 Pemilih dalam Pleno Terbuka Pemutakhiran Data Triwulan I 2026
Awal 2026 Menjanjikan, Retribusi Pala Fakfak Tunjukkan Tren Positif

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 11:11 WIT

OJK Papua Barat-PBD Perkuat Akses Permoodalan, Petani Pala Fakfak Didorong Naik Kelas

Jumat, 10 April 2026 - 12:20 WIT

Petani dan Pedagang Sepakati Harga Standar Pala Fakfak, Rp600 Ribu per 1.000 Biji dengan Prioritas Mutu

Jumat, 10 April 2026 - 08:20 WIT

Sosialisasi SNI Pala Tomandin Fakfak, Dorong Kualitas dan Perkuat Daya Saing di Pasar Global

Selasa, 7 April 2026 - 18:24 WIT

Pemda Fakfak Intensifkan Pengawasan, Pastikan Kenaikan Harga Pala Berpihak ke Petani

Kamis, 2 April 2026 - 13:47 WIT

Perdagangan Pala Diawasi Ketat, Pemda Fakfak Libatkan Karantina

Berita Terbaru