Harga Pala Tembus Rp550 Ribu, Tradisi Buka Sasi di Werfra Jadi Pesta Panen yang Berkah

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 12 Oktober 2025 - 04:05 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Tradisi sakral buka sasi adat Kerakera kembali digelar masyarakat Teluk Ganasoba di Kampung Werfra, Distrik Furwagi.

Foto. Tradisi sakral buka sasi adat Kerakera kembali digelar masyarakat Teluk Ganasoba di Kampung Werfra, Distrik Furwagi.

tagarutama.com, Fakfak – Tradisi sakral buka sasi adat Kerakera kembali digelar masyarakat Teluk Ganasoba di Kampung Werfra, Distrik Furwagi, Kabupaten Fakfak. Momen ini menjadi penanda berakhirnya masa larangan pengambilan hasil alam (sasi), sekaligus dimulainya kembali aktivitas panen secara terbatas dan teratur.

Tradisi yang diwariskan turun-temurun ini bukan sekadar seremoni adat, tetapi juga menjadi simbol penghormatan terhadap alam dan tatanan sosial masyarakat. Melalui sasi, masyarakat Fakfak diajarkan bagaimana menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Lelang Pala, Wujud Keadilan dan Kemandirian Ekonomi

Salah satu rangkaian utama dari pembukaan sasi Kerakera adalah lelang hasil panen pala. Di Kampung Werfra, kegiatan lelang ini berlangsung meriah dan penuh semangat. Para pengumpul, petani, dan masyarakat lokal berkumpul menyaksikan prosesi yang berlangsung terbuka dan penuh makna.

Lelang dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., bersama Kepala Kampung Werfra, Alfret Hindom, serta disaksikan para pemangku adat dan masyarakat. Harga awal ditetapkan berdasarkan nilai pasar lokal, namun antusiasme peserta membuat penawaran meningkat hingga mencapai Rp550.000 per seribu biji pala angka tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

“Sistem lelang ini bukan hanya tentang jual beli, tetapi tentang keadilan dan kemandirian ekonomi masyarakat. Kita ingin petani pala memperoleh harga yang layak, transparan, dan kompetitif,” ujar Widhi Asmoro Jati saat ditemui usai kegiatan.

Baca Juga :  Satu Bulan Penerapan, Retribusi Komoditas Pala Fakfak Hasilkan Rp136 Juta Lebih

Selain itu, komunikasi langsung dengan PT Global Spices Papua melalui sambungan telepon mengungkapkan bahwa harga pala mentah di tingkat kota mencapai Rp45.000 per kilogram. Namun, masyarakat diimbau agar tidak menjual pala dalam kondisi mentah.

“Kita dorong masyarakat untuk mengeringkan pala terlebih dahulu agar nilai jualnya meningkat. Pala kering bisa dihargai jauh lebih tinggi dibanding pala mentah,” tambah Widhi.

Transparan dan Bermartabat

Lelang pala di Werfra dilakukan secara terbuka di hadapan masyarakat, pemilik kebun, dan perangkat kampung. Proses ini menjamin tidak ada praktik curang atau penetapan harga sepihak. Masyarakat dapat menyaksikan langsung, bahkan memberi masukan bila terjadi penyimpangan.

Bagi masyarakat Werfra, transparansi ini bukan sekadar aturan, tetapi bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai adat yang menjunjung tinggi kejujuran dan kebersamaan.

Kepala Kampung Werfra, Alfret Hindom, menyampaikan bahwa kegiatan lelang dalam momen buka sasi telah menjadi bagian penting dari tradisi setempat.

“Lelang ini adalah wujud gotong royong masyarakat. Kami menjaga adat, tapi juga memastikan petani pala mendapatkan hasil terbaik dari kerja keras mereka,” ungkap Alfret.

Makna Sosial, Ekonomi, dan Budaya

Baca Juga :  Anggota DPR Papua Barat H. Saleh Siknun, SE Rayakan Idul Fitri Bersama Casis Polri Fakfak di Manokwari

Dari sisi ekonomi, sistem lelang pala membuka peluang bagi petani untuk mendapatkan harga terbaik tanpa ketergantungan pada tengkulak. Sedangkan dari sisi sosial dan budaya, sasi Kerakera memperlihatkan kuatnya peran adat dalam mengatur tata kelola sumber daya alam secara arif dan berkelanjutan.

Baca Juga : Prosesi Sakral Buka Sasi Kerakera di Kampung Werfra, Tandai Awal Musim Panen Pala Barat

Melalui mekanisme ini, masyarakat tidak hanya menjual hasil panen, tetapi juga menjual kualitas dan kebanggaan. Setiap biji pala yang dilelang mencerminkan kerja keras, kesabaran, dan komitmen untuk menjaga mutu serta kelestarian alam Fakfak.

“Tradisi ini bukan hanya tentang panen pala, tapi tentang menghormati alam yang memberi kehidupan. Saat sasi dibuka, kita belajar bahwa ekonomi dan adat bisa berjalan seiring dalam keseimbangan,” tutur Widhi menegaskan.

Menjaga Warisan Leluhur, Membangun Masa Depan

Tradisi buka sasi Kerakera di Werfra kembali menegaskan bahwa masyarakat adat Fakfak memiliki kearifan lokal yang mampu menjawab tantangan zaman. Lelang pala bukan sekadar kegiatan ekonomi, tetapi juga ruang pembelajaran bersama untuk menghargai hasil bumi dengan cara yang bermartabat.

Masyarakat Teluk Ganasoba percaya, selama adat dijaga dan alam dihormati, berkat dan kesejahteraan akan tetap mengalir bagi generasi yang akan datang. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemenkum Papua Barat Dukung Produk Lemak Pala Fakfak Peroleh Perlindungan HKI
Perkuat Citra Kota Pala, Dinas Perkebunan Fakfak Hadirkan Ikon Selfie Buah Pala Tomandin
Kadis Perkebunan Fakfak: Program Pala Unggul 1.000 Hektare Bukan Sekadar Bantuan, tetapi Investasi Masa Depan Petani OAP
Pemkab Fakfak Resmi Buka Program Peminatan Pala Unggul 1.000 Hektare Tahun 2026, Ini Persyaratannya
Kelompok Tani Mbuten Kampung Adora Apresiasi Program Pala Unggul 200 Hektare, Dorong Pala Jadi Investasi Masa Depan Fakfak
Festival Pesona Kota Pala Fakfak Resmi Ditetapkan Berbasis HAKI, Pemkab Terima Piagam dari Kemenkum RI
Penerimaan PAD dari Komoditas Pala Awal 2026 Capai Rp 48 Juta Lebih
Saka Wanabakti Fakfak Gelar Perjumsami dan Penerimaan Anggota Baru di KPHP Unit VI

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 06:40 WIT

Kemenkum Papua Barat Dukung Produk Lemak Pala Fakfak Peroleh Perlindungan HKI

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:10 WIT

Perkuat Citra Kota Pala, Dinas Perkebunan Fakfak Hadirkan Ikon Selfie Buah Pala Tomandin

Sabtu, 7 Februari 2026 - 15:32 WIT

Pemkab Fakfak Resmi Buka Program Peminatan Pala Unggul 1.000 Hektare Tahun 2026, Ini Persyaratannya

Jumat, 6 Februari 2026 - 17:19 WIT

Kelompok Tani Mbuten Kampung Adora Apresiasi Program Pala Unggul 200 Hektare, Dorong Pala Jadi Investasi Masa Depan Fakfak

Kamis, 5 Februari 2026 - 04:55 WIT

Festival Pesona Kota Pala Fakfak Resmi Ditetapkan Berbasis HAKI, Pemkab Terima Piagam dari Kemenkum RI

Berita Terbaru