tagarutama.com, Fakfak – Ujian Tahfidz Terbuka Juz 1 dan Juz 28–30 yang digelar Sekolah Islam Terpadu As Salaam Fakfak berlangsung khidmat dan penuh semangat di lingkungan sekolah tersebut, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini sekaligus memperkuat karakter generasi muda Islami di Kabupaten Fakfak.
Mengusung tema “Menguatkan Hafalan, Meneguhkan Iman untuk Generasi Masa Depan”, kegiatan ini diikuti sebanyak 73 peserta didik dari jenjang SDIT dan SMPIT As Salaam Fakfak. Para siswa menampilkan kemampuan hafalan Al-Qur’an di hadapan penguji, guru, serta orang tua yang hadir memberikan dukungan dan motivasi.
Ketua Panitia Ujian Tahfidz Terbuka SIT As Salaam Fakfak Hariyadi Rumodar, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar evaluasi hafalan, namun juga bagian dari pembinaan akhlak dan penguatan iman peserta didik.
“Melalui ujian tahfidz ini, kami ingin memotivasi anak-anak agar semakin mencintai Al-Qur’an. Kami juga berharap para orang tua terus mendampingi dan membimbing putra-putrinya untuk giat belajar serta mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Suasana haru dan bangga terlihat dari para orangtua peserta Ujian Tahfidz Terbuka yang menyaksikan anak-anak mereka melantunkan ayat suci dengan lancar dan penuh percaya diri. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen SIT As Salaam Fakfak dalam mencetak generasi Qurani yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.
Sementara itu, Ketua Yayasan As Salaam Fakfak Imam, S.Pd.I menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh ustadz dan ustadzah yang selama ini dengan penuh kesabaran membimbing para siswa dalam menghafal Al-Qur’an.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para pengajar yang telah mendidik dan membina anak-anak dengan penuh keikhlasan. Ananda semua jangan berhenti sampai di sini. Teruslah belajar Al-Qur’an, menjaga hafalan, dan mengamalkannya agar kelak menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, bangsa, dan agama,” tuturnya.
Ia juga mengenang perjalanan awal berdirinya sekolah tersebut yang dimulai dengan penuh keterbatasan. Menurutnya, SIT As Salaam Fakfak pertama kali dirintis hanya dengan tujuh siswa dan proses belajar dilakukan di rumah salah satu pendiri, yakni Pak Haji Insani.
“Awal berdirinya SDIT As Salaam hanya tujuh siswa dan belajar di rumah Pak Haji Insani. Alhamdulillah, seiring perjalanan waktu, kini telah lahir ribuan alumni,” ungkapnya.
Pelaksanaan Ujian Tahfidz Terbuka ini diharapkan mampu menjadi motivasi bagi peserta didik untuk terus meningkatkan hafalan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an, sekaligus mempererat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam membentuk generasi Islami yang unggul di masa depan. (TU.01)










