Dinas Perkebunan Fakfak Dorong Sawit Bomberay dan Tomage Jadi Produk Andalan Daerah

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 Desember 2024 - 04:52 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bimbingan Teknis (Bimtek) Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak berkolaborasi dengan Perusahaan Kelapa Sawit PT. Rimbun Sawit Papua. Kegiatan ini ditujukan bagi Para ASN agar menjadi fasilitator bagi masyarakat dalam pengembangan sawit dengan keterampilan teknis yang mumpuni.

Bimbingan Teknis (Bimtek) Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak berkolaborasi dengan Perusahaan Kelapa Sawit PT. Rimbun Sawit Papua. Kegiatan ini ditujukan bagi Para ASN agar menjadi fasilitator bagi masyarakat dalam pengembangan sawit dengan keterampilan teknis yang mumpuni.

tagarutama.com, Fakfak – Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak terus berupaya mendorong kelapa sawit dari Distrik Bomberay dan Tomage menjadi produk andalan daerah. Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, menyampaikan hal ini saat memberikan bimbingan teknis (bimtek) internal yang melibatkan kolaborasi dengan PT. Rimbun Sawit Papua Fakfak pada Selasa (3/12/2024).

Menurut Widhi, perkebunan sawit di Kabupaten Fakfak telah berkembang menjadi sektor terorganisir yang dikelola dengan baik, menggunakan teknik dan teknologi modern untuk memaksimalkan hasil produksi. “Sawit telah memberikan kontribusi signifikan, baik secara lokal maupun nasional, dengan menyumbang pendapatan nyata bagi daerah serta income profit bagi negara,” ujarnya.

Meski demikian, Widhi mengakui bahwa komoditas sawit di Bomberay dan Tomage belum berproduksi secara optimal. Namun, kontribusi melalui Dana Bagi Hasil Sawit (DBH-Sawit) telah menyumbangkan sekitar Rp 2 miliar dalam dua tahun terakhir untuk Kabupaten Fakfak.

Baca Juga : Harga Pala Tomandin Stabil Memasuki Liburan Akhir Tahun, Peluang Ekspor Fakfak Semakin Terbuka

Potensi Besar Sawit Fakfak

Dinas Perkebunan Fakfak optimis sawit dapat menjadi produk andalan kabupaten karena tingginya potensi pasar global serta daya saing sawit dalam hal produksi dan permintaan ekspor. Selain itu, dampak sosialnya juga signifikan, termasuk penciptaan lapangan kerja. Hingga saat ini, sektor sawit di Fakfak mempekerjakan 1.512 tenaga kerja, dengan lebih dari 30% di antaranya merupakan tenaga lokal. Setiap bulan, perputaran uang dari gaji pekerja sawit di wilayah ini diperkirakan mencapai Rp 4-5 miliar, memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan masyarakat setempat, khususnya petani kecil.

Baca Juga :  Petani Tomandin Dapat Apresiasi, Panen Pala Barat Fakfak Resmi Dimulai Oktober 2025

Komitmen Keberlanjutan

Sebagai bagian dari upaya menetapkan sawit sebagai komoditas unggulan, Dinas Perkebunan Fakfak saat ini tengah mempercepat pemenuhan kriteria Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO). Langkah ini memastikan kelestarian lingkungan dan keberlanjutan perkebunan sawit sesuai standar nasional.

Widhi menegaskan bahwa pengembangan sawit sebagai komoditas andalan akan difokuskan di Distrik Bomberay dan Tomage. “Pemilihan lokasi ini didasarkan pada karakteristik lingkungan dan kesesuaian lahan yang sebagian besar merupakan padang rumput semak atau perdu. Tidak ada deforestasi hutan di wilayah ini,” katanya. Sementara itu, 15 distrik lainnya tetap fokus pada pengembangan pala sebagai produk unggulan daerah Fakfak.

Baca Juga :  DBH Sawit 2025 Jadi Motor Penguatan Koperasi Plasma Milik Masyarakat Adat

Rencana Jangka Menengah

Untuk mendukung sawit menjadi produk andalan daerah, Dinas Perkebunan Fakfak sedang menyusun Buku Investasi Sawit Fakfak. Buku ini memuat strategi dan rencana aksi untuk pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan dalam jangka menengah 2025-2030. Strategi ini akan diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Fakfak yang akan datang.

Selain itu, visualisasi prospek investasi sawit juga sedang disiapkan untuk menarik minat investor agar berkontribusi pada pengembangan sektor ini di Kabupaten Fakfak.

Penguatan Kapasitas SDM

Melalui bimtek internal ini, Dinas Perkebunan berharap dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas ASN dalam menjalankan tugas sesuai tupoksi. Para ASN diharapkan mampu menjadi fasilitator bagi masyarakat dalam pengembangan sawit dengan keterampilan teknis yang mumpuni. “Sawit adalah komoditas baru di Fakfak yang potensial untuk berkembang, mendampingi pala sebagai unggulan daerah,” pungkas Widhi.

Dengan upaya yang terus dilakukan, diharapkan sawit dari Bomberay dan Tomage dapat menjadi salah satu tulang punggung ekonomi Kabupaten Fakfak dalam beberapa tahun ke depan. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini Penyebab Kelangkaan Porduk Air Trimas di Sorong !
Pemda Fakfak Rilis Capaian Tahun Pertama Program Strategis Pala Unggul
Belajar dari Pusat Riset Nasional, Kerja Sama BRIN–Dinas Perkebunan Fakfak Dorong Mutu dan Daya Saing Pala Unggul Fakfak
Respon Positif Plt. Kadisbun Fakfak atas Usulan Durian Jadi Tanaman Perkebunan dalam Sidang APBD 2026
Akhir 2025, Pala Fakfak Tunjukkan Kinerja Gemilang: PAD Tembus Rp531,5 Juta, Produksi Naik 13,79 Persen
MPIG-PTF Gelar Rapat Evaluasi Pemanfaatan Dana Hibah 2025, Fokus Perkuat Kelembagaan Pala Tomandin Fakfak
Sinergi Pemprov Papua Barat dan Dinas Perkebunan Fakfak Bangun Dua Solar Dryer Pala Jumbo Berbasis Swakelola Tahun 2025
Pembahasan Draft Perbub RAD Pala dan RAD Sawit Perkuat Arah Pembangunan Fakfak MEMBARA

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:47 WIT

Ini Penyebab Kelangkaan Porduk Air Trimas di Sorong !

Rabu, 31 Desember 2025 - 19:48 WIT

Pemda Fakfak Rilis Capaian Tahun Pertama Program Strategis Pala Unggul

Selasa, 30 Desember 2025 - 13:02 WIT

Respon Positif Plt. Kadisbun Fakfak atas Usulan Durian Jadi Tanaman Perkebunan dalam Sidang APBD 2026

Rabu, 24 Desember 2025 - 06:57 WIT

Akhir 2025, Pala Fakfak Tunjukkan Kinerja Gemilang: PAD Tembus Rp531,5 Juta, Produksi Naik 13,79 Persen

Sabtu, 20 Desember 2025 - 11:17 WIT

MPIG-PTF Gelar Rapat Evaluasi Pemanfaatan Dana Hibah 2025, Fokus Perkuat Kelembagaan Pala Tomandin Fakfak

Berita Terbaru

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan Papua Barat Daya, Agustinus R. Kambuaya dalam satu kesempatan memberikan pandangan (foto/istimewa)

Politik

KDMP Tersendat, ARK Wanti-wanti Kecemburuan Sosial di Desa

Kamis, 15 Jan 2026 - 11:28 WIT

Produk Air Trimas bentuk Galon ( foto/ist)

Daerah

Ini Penyebab Kelangkaan Porduk Air Trimas di Sorong !

Rabu, 14 Jan 2026 - 16:47 WIT