tagarutama.com, Fakfak – Kekayaan Pala Tomandin Fakfak beserta beragam produk lokal berbahan alami kembali menarik perhatian pelaku usaha nasional. Potensi rempah khas Fakfak yang dipadukan dengan nilai budaya dan kelestarian alam dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah yang mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.
Pemilik Mom’s Bakery Indonesia dan Greens And Beans (GnB), Fransisca Indriyana, bersama suaminya dan Direktur Global Bisnis asal Korea Selatan, Jinho Jeffry Shin, didampingi perwakilan Global Green Growth Institute (GGGI), Trianita Hesti, melakukan kunjungan ke Kabupaten Fakfak untuk melihat secara langsung potensi hilirisasi Pala Tomandin serta berbagai produk lokal berbasis sumber daya alam yang dihasilkan masyarakat.
Kunjungan tersebut didampingi langsung oleh Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., bersama jajaran. Rombongan mengunjungi kebun Pala Tomandin milik Yohanes Genuni di Kampung Wrikapal dan kebun milik Nimbitkendik di Kilometer 7 Jalan Kokas Hurimber.
Di kedua lokasi itu, rombongan menyaksikan langsung sistem budidaya pala yang masih dilakukan secara alami, teknik pemeliharaan tanaman, hingga kualitas buah yang selama ini menjadi ciri khas Pala Tomandin Fakfak.
Selain meninjau kebun pala, rombongan juga mengunjungi Koperasi Myristica binaan Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, sentra UMKM Mama-Mama Fakfak binaan KPHP Fakfak, serta melihat proses pembuatan Tomang, kerajinan tradisional yang memanfaatkan bahan-bahan alami dari hutan. Rangkaian kunjungan tersebut memberikan gambaran bahwa hasil perkebunan dan hasil hutan Fakfak memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan dan budaya masyarakat adat.
Fransisca Indriyana mengaku terkesan dengan kualitas Pala Tomandin yang masih diproduksi secara alami serta kekayaan bahan baku lokal yang dimiliki Fakfak. Menurutnya, produk-produk daerah ini memiliki keunggulan karena menawarkan kualitas sekaligus membawa cerita, identitas budaya, dan kearifan lokal yang menjadi daya tarik tersendiri di pasar.
“Saya melihat Fakfak memiliki kekayaan bahan alami yang luar biasa. Pala Tomandin mempunyai aroma yang khas dan kualitas yang sangat baik untuk dikembangkan menjadi berbagai produk makanan maupun minuman. Selain itu, produk-produk berbahan alami dari hutan juga memiliki nilai budaya yang kuat. Inilah keunggulan yang saat ini sangat dicari oleh konsumen,” ujar Fransisca.
Ia juga menyatakan komitmennya untuk kembali berkunjung ke Fakfak serta membuka peluang kerja sama dalam memperluas akses pemasaran produk-produk lokal, khususnya hasil karya UMKM dan mama-mama Fakfak.
“Saya ingin datang kembali. Saya melihat peluang yang sangat besar untuk memperkenalkan produk-produk Fakfak ke pasar yang lebih luas, mulai dari industri bakery, restoran, kafe, hotel hingga pasar internasional. Produk yang memiliki kualitas, keaslian, dan cerita budaya akan memiliki daya saing yang tinggi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., menilai kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga mitra, dan masyarakat untuk mendorong hilirisasi komoditas unggulan Fakfak.
Menurutnya, pengembangan Pala Tomandin tidak boleh berhenti pada penjualan biji pala sebagai komoditas mentah, tetapi harus terus diarahkan menjadi berbagai produk olahan bernilai tambah yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pengembangan Pala Tomandin harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Nilai ekonomi akan semakin meningkat apabila masyarakat mampu mengolahnya menjadi berbagai produk inovatif sesuai kebutuhan industri. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, koperasi, UMKM, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengembangan komoditas unggulan Fakfak,” ujar Widhi.
Ia menjelaskan bahwa tren industri makanan dan minuman, termasuk sektor bakery, restoran, hotel, dan kafe, saat ini semakin mengutamakan penggunaan bahan baku alami yang memiliki cita rasa, aroma khas, serta dapat ditelusuri asal-usulnya.
Pala Tomandin Fakfak dinilai memiliki keunggulan pada karakter aroma dan kualitas yang sangat baik sebagai bahan baku berbagai produk olahan. Salah satu inovasi yang telah dikembangkan adalah lemak pala hasil produksi Koperasi Myristica, yang berpotensi menjadi bahan dasar berbagai produk pangan maupun industri turunannya.
Menurut Widhi, potensi tersebut membuka peluang diversifikasi produk sesuai kebutuhan industri kuliner modern, sehingga Pala Tomandin tidak hanya dikenal sebagai rempah, tetapi juga sebagai bahan baku utama untuk menghasilkan berbagai produk bernilai tinggi yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat identitas Kabupaten Fakfak sebagai Kota Pala.
Kunjungan Mom’s Bakery Indonesia dan Greens And Beans diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya kerja sama yang lebih luas dalam pengembangan hilirisasi Pala Tomandin Fakfak, pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, serta pemberdayaan UMKM lokal. Melalui kolaborasi tersebut, produk-produk unggulan Fakfak diharapkan semakin dikenal dan mampu menembus pasar nasional maupun internasional dengan tetap menjaga kelestarian alam serta warisan budaya masyarakat. (TU.01)










